Di Mana Kau, Cinta

Di Mana Kau, Cinta
Caramu Mencintaiku, Menghancurkanku!


__ADS_3

Setelah Kakek tiada, tiap hari tidak pernah dilewatinya tanpa menangis. Di rumah, di sekolah, di kostan Gio, di mana pun Sarah selalu menangis selama 40 hari terakhir ini.


Sarah begitu dalam rasa kehilangannya dan ada kekecewaan besar terhadap orang tuanya karena tidak memberitahunya saat kondisi kakek kritis dan dibawa ke RS beberapa saat setelah ia dan adiknya berangkat ke Ibu Kota kala itu untuk berlibur.


"Aku rindu kakek beb rindu sekali, aku tidak sanggup menerima kenyataan ini bahwa kakek telah meninggal dan aku malah meninggalkannya untuk berlibur."


"Aku ini cucu yang tidak tahu berterima kasih."


"Sssssttt cup cup cup hentikan sayangku, ini bukan salah kamu, ini takdir Tuhan .. sabar yaa cantik" ucap Gio seraya memeluknya erat.


Kos-kosan Gio tak bisa dibilang sederhana. Tempat parkirnya luas, terpampang disana mobil sedan hitam Gio yang keren. Kamarnya dilengkapi AC, ruang makan dan kamar mandi dalam. Lebih mirip apartemen dibanding kos-kosan biasanya.


Sepeninggal kakeknya, Sarah sering dibawa Gio ke kosannya karena Sarah mengaku sering kesepian tak betah di rumah. Gio menawarkan kehangatan dari pelukannya, kelembutan tatapan matanya yang menenangkan, dan kesan "selalu ada untukmu sayang" kepada Sarah. Sarah dengan kepolosannya dan kebutuhannya akan kasih sayang lelaki menganggap semua itu cinta.


Pada awalnya Gio memang bisa menahan diri untuk tidak "menyentuh" Sarah selain memeluk dan menciumnya. Namun semakin hari dihabiskannya bersama si seksi Sarah, keinginannya untuk mendapatkan lebih banyak terus berkecamuk di dadanya.


"Aku ingin menyentuhmu lebih jauh cantik, aku ingin kamu menjadi milikku seutuhnya. Aku ingin berada di dalam dirimu sayangku. Aku cinta kamu aku ingin kamu juga mencintaiku." bisik Gio sambil menempelkan tubuhnya yang sudah dipenuhi birahi ke tubuh gadis itu.


"Gioooo hentikan..!" Sarah mendorong tubuh hangat Gio ke ujung dinding dan keluar kamar. Sarah berlari pulang sambil menangis. Gio menyusul tapi ia kehilangan Sarah. Gio meneleponnya berkali-kali namun tak diangkatnya. Sarah marah, kecewa, takut dan terus berlari sambil menangis ia tak menghiraukan tatapan keheranan di sepanjang jalan itu.


"Cantik, aku minta maaf, aku tidak bermaksud menyakitimu. I Love You".


Pesan di HP Sarah tak dihiraukannya. Aku benci kamu Gio benci. Aku pikir kamu akan mencintaiku, selalu menjagaku bukannya mengambil keuntungan dari kesedihanku. batin Sarah.


Sesampainya di rumah, Sarah berlari ke kamarnya tanpa melepas sepatunya. Gio terus saja tak berhenti menghubunginya dan mengirim pesan singkat meyakinkan Sarah bahwa hal itu tidak akan terjadi lagi. Sarah ingin percaya tapi sulit.


*****

__ADS_1


Beberapa minggu Sarah tak bertemu Gio, dan selalu menolak diantar jemput lagi olehnya. Sarah berusaha menghindari Gio karena Sarah takut akan kehilangan kesuciannya, keperawanannya yang selalu ia jaga hingga kini.


Setelah 7 bulan berpacaran dengan Gio, Sarah memang suka sekali dipeluk, dicium tapi tak boleh lebih. Sarah punya batas yang tegas kepada setiap pacarnya walaupun itu selalu membuat kekasih Sarah cemberut kesal karena tak bisa mendapatkan lebih dari tubuh indahnya Sarah.


Aku sudah berniat hanya akan memberikan kesucianku, keperawananku kepada suamiku kelak. Itu prinsip Sarah sesuai dengan pesan ibu dan nenek kesayangannya.


Gio tak menyerah. Ia merasa sangat menginginkan Sarah dan ia yakin Sarah juga menginginkan hal yang sama hanya pura-pura jual mahal. Gio geram, tidak pernah ada seorang wanita pun yang berani menolak keinginanku... batinnya.


Sebelum bel berbunyi, Gio sudah ada di depan gerbang sekolah Sarah menantinya. Gio berharap Sarah dalam keadaan rapuh siang ini dan mau diajaknya pulang bareng. Sarah keluar gerbang dan hendak menghindar ketika dilihatnya Gio sudah tersenyum padanya dari jauh.


Berani sekali lelaki tampan itu datang kesini! Sarah bingung tapi sadar tak ada pilihan lain selain masuk ke mobil Gio dan mengajaknya segera pergi dari sekolah.


"Kita perlu bicara, makanya aku mau ikut denganmu" ujar Sarah.


"Ya kita akan berbicara tapi setelah aku memeluk dan menciummu.. aku kangennnn bangettt sama kamu cantik." Gio menggoda.


"Oke baiklah" Jawab Gio lesu karena dia berharap Sarah mau dibawa ke tempat tidurnya.


Setelah menghabiskan kentang goreng dan ayam krispi serta segelas minuman soda, Sarah memulai pembicaraan.


"Beb, aku ingin memberi ketegasan yang setegas-tegasnya bahwa aku akan memberikan keperawananku hanya pada suamiku kelak kalau kamu terus memaksa, lebih baik kita putus saja."


"Aku memang membutuhkanmu Gio, aku mencintaimu tapi aku tak bisa memberimu lebih dari pelukan dan ciuman.. itu prinsipku."


"Ah Sarah, ayolah cantik ini zaman modern sudah tidak penting lagi keperawanan. Yang penting sekarang adalah kita harus bisa memuaskan pasangan kita."


"Gila kamu Gio! Aku tidak bisa sayang, maafkan aku."

__ADS_1


"Aku menyayangimu Sarah aku tidak akan meninggalkanmu. Baiklah aku berjanji aku tidak akan melewati batas."


Di perjalanan pulang, Gio mengajak Sarah untuk berkeliling kota. Sambil menyetir dia mengeluarkan sebatang seperti rokok berwarna putih dan dibakarnya.


"Sejak kapan kamu merokok beb? Ini bukan rokok, ini ga*** sesuatu yang bisa membuatku rileks dan bahagia, cobalah sayang, ayo hisaplah agar kesedihanmu berbulan-bulan ini sirna dalam sekejap."


"Setelah menghisap ini kujamin kamu akan bahagia tertawa riang dan melupakan tangis sedihmu 2 bulan ini."


Sarah berdebat dengan dirinya sendiri. Sampai akhirnya diambil ga*** itu dari jari Gio dan dihisapnya perlahan dalam-dalam sampai Sarah terbatuk lalu mereka berdua pun tertawa.


Gio yang sudah punya niat jahat pada Sarah hatinya berdansa kegirangan karena berhasil memerangkap Sarah kekasihnya itu.


"Ayo beb hisap lagi habiskan ya cantik biar kamu hepi dan melupakan semua masalahmu. Aku tidak kuat melihatmu menangis setiap hari karena rasa kehilanganmu."


"Mulai hari ini kita hepi-hepi aja ya beb..."


"Oke sayang, mwuahhh Sarah mencium pipi Gio.. thanks yaa kamu baik banget ingin aku bahagia."


"Sarah tidak tahu apa yang akan menimpanya"


Tak lama kemudian, Sarah tak sadarkan diri karena pengaruh barang haram yang dicecoki Gio padanya...


"hahahaha berhasil!!!: Seru Gio. "Tidak ada seorang gadis mana pun yang berani menolakku seperti yang kamu lakukan, kamu harus tahu akibatnya." Pekik kemenangan Gio utarakan pada dirinya sendiri.


Setelah mobil terparkir rapi, Gio berlari membuka pintu kosan lalu kembali ke mobil untuk menggendong Sarah yang sudah seperti pingsan. Aku harus cepat, sebelum ia sadar batin Gio...


Gio membaringkan Sarah di ranjang empuknya, menciumnya dari bibir ke lehernya, mencium aroma tubuhnya yang suci untuk terakhir kalinya. Perlahan tapi pasti Gio membuka seragam putih abu-abu Sarah menelanjanginya tanpa sehelai benang pun. Dipelototinya dengan birahi yang memuncak,

__ADS_1


"Ahhh Sarah kamu memang seksi sekali, tubuhmu sangat indah luar biasa" I want You so bad! Be Mine, Baby!!!


__ADS_2