Di Nikahi Guru Olahraga

Di Nikahi Guru Olahraga
Balapan


__ADS_3

"We keren nih baju! " Mencoba baju baru.



"Ikut balap liar ahh hari ini" Gumamnya.


Lia pun menuruni tangga untuk pergi ke parkiran. Dia sudah mendaftarkan diri untuk ikut serta dalam sebuah balapan liar hari ini.


Taruhan nya lumayan banyak 4 miliar kan lumayan bisa buat beli mobil baru.


Walaupun Lia sudah mempunyai dua buah mobil tapi entah mengapa pas liat iklan di instagram dia pengen beli juga. Maklum itu mobil limitide ediotion kalau telat beli udah sold out dong. Katanya juga mobil itu cuman ada 3 buah di Indonesia. Di produksi hanya sekitar 39 buah aja dan satu warna ekslusif hanya di produksi 3 buah dari total. Itu adalah mobil warna pink yang jadi target Lia harga nya lebih mahal dari series yang biasa.


Lia juga tahu kalau dia kalah dia harus menangu resiko kehilangan uang 4 miliar. Tapi semua itu butuh pengorbanan yang besar.


"Mau kemana loh? " Tanya Dion yang melihat adiknya akan keluar rumah.


"Mau jalan-jalan lah" Dingin.


"Jangan pulang malam-malam! " Ucap Nixon penuh penekanan.


"Suka-suka gue dong! Sewot amat! " Sinis Lia.


"Nih! Bocah kalau di bilangin ngeyel! " Dion agak marah.


"Suka-suka" Sahut Lia. Hal itu membuat Dion dan Nixon naik pitam. Tapi di cegah oleh Fiko memang selama ini Fiko adalah satu-satunya saudara tiri yang peduli dengan Lia.


"Jangan pulang malam-malam ya! Soalnya keluarga pak angkasa mau kesini! " Nasehat Fiko pada Lia.


"Iya gak janji gue" Lia pergi.


Sampai di tempat balapan dia langsung bersiap dan melakukan latihan beberapa kali. Pukul 19:00 balapan akan di mulai semua peserta sudah siap di arena ada 4 orang peserta disana rata-rata ya anak kolengmerat labil yang hoby habisin uang orang tua.


"Woyy teman lama gue nih! ikut balap nih rupanya? Gue kira loh beneran cupu? " Bang Mike menggoda Lia.


"Iss dah! jangan ngeledek dong bang! " Ucap Lia.


Bang Mike itu seorang ketua mafia yang kejam tapi dia tidak tegah melihat seorang gadis kecil hidup sengsara. Dulu dia menemukan Lia di pinggir jalan yang sedang menangis karena kelaparan lantas dia bawah ke mansion nya.


Semenjak itu pula dia mulai mengurus Lia dengan membayarkan sekolah Lia, menjadi wali murid. Memberi tempat tinggal ketika Lia di larang pulang ke rumah. Dan memenuhi kebutuhan Lia yang lainnya.


Lily bisa mengingat masa lalu si cupu yang sengsara. Tapi kini sih cupu akan tenang melihat dirinya di akui oleh keluarga nya walaupun dia sudah tiada dan yang di badanku itu adalah Lily Herlambang dan namanya sudah di ganti menjadi Lia Orchid.

__ADS_1


"Gue doain menang ya! Biar ke inginan loh terwujud! " Mengedipkan matanya.


"Makasih ya Bang Mike eloh emang abang yang terbaik buat gue! " Puji Lia.


"Iya dong chi chi! Adek siapa dulu nih? " Puji Mike pada diri sendiri.


"Adek Bang Mike! " Sahut Lia.


"Udah sono udah mau mulai bang! " Tambah Lia.


Balapan pun dimulai Lia memulai kecepatan dari yang rendah setelah beberapa saat baru dia menambah kecepatan mobilnya. Sementara itu di kantor polisi terjadi perdebatan antara jendral dan anak buah.


"Bang ikut ya! Razia balapan liar kali ini! " Pintah Aldi pada junjungannya.


"Gak gue mau makan malam tahu di rumah pak Pratama sama bokap nyokap gue! " Tolak seorang pria yang tak lain adalah Handi.


"Satu kali ini aja Pak! Siapa tahu kalau bapak ikut mereka gak bakal balapan lagi! Karena jendral nya langsung ikut turun tangan! " Bujuk Aldi.


"Gak mau! Loh pikir gue gak capek? Pura-pura jadi guru SMA? Buat nyelidikin gembong narkoba terbesar di Indonesia? Loh gak pakek otak ya! Jadi orang! Mau gue turunin tuh pangkat? " Handi mulai marah. Niat mau ketemu yayang beb malah di rusuh sama bawahan. Padahal ayang bebeb nya lagi balap liar.


"Loh nih gitu amat sama sahabat sendiri! " Bentak Aldi.


"Ikutlah Han! Siapa tahu loh nemu pujaan hati pengganti Lily di sana Han! " Aldi mulai genit.


Sesampainya mereka di tempat tujuan dia sangat terkejut karena sosok perempuan yang ikut balap liar adalah Lia. Dia hampir saja keblabasan buat nyamperin Lia tapi di tahan sama Aldi. Mereka ingin menunggu tim agar lebih banyak yang tertangkap. Saat balapan selesai Tim kepolisian telah sampai mereka sengaja tidak menghidupkan sirine agar tak banyak yang lari.


"Bang adek loh menang balapan nih! Mau traktir apa bang! Udah janji tadi pagi! " Lia menagih janji Bang Mike.


"Traktir Pizza aja mau? " Tawar Mike karena bingung.


"Traktir tanda tangan aja ya! " Pintah Lia.


"Loh kok gitu? " Bang Mike bingung setengah mati.


"Gue mau beli mobil pink yang gue bilang waktu itu! Kan gue masih butuh tanda tangan seorang wali! " Jelas Lia.


"Okey deh" Bang Mike setuju aja.


"Nih uang loh! " Marchel memberi sebuah check.


"Yang gue udah transfer ke Bang Mike! " Ucap Reza.

__ADS_1


"Nih yang gue! " Rafa nyusul memberi check.


"Makasih bro! " Kata Lia.


" Dek abang pergi luh ya! ada urusan! " Bang Mike pergi.


"Iya"


Tiba-tiba saja semua orang di sana berhamburan karena salah satu dari mereka berteriak ketika tertangkap polisi .


"Woyyy polisi! "


"Haaa polisi! " Lia terkejut tapi belum sempat dia membuka pintu mobilnya seseorang menarik telinga dan memborgol tangannya di karena kan dia harus menyimpan check nya tadi. Lia membalikkan badan dan dia langsung pucat setelah tahu siapa yang menangkap nya.


"Hhhh ternyata ini kerjaan kamu di luar sekolah ya! " Handi menarik telinga Lia.


"Ehhh bapak" Lia gugup sambil menahan sakit.


"Bukannya belajar malah keluyuran gak jelas! " Bentak Handi.


"Pak lepasin ya! Lagi pula aku yakin Bapak cuman ikut-ikutan razia biar dapat nama! " Pintah Lia.


"Kamu gak tahu ya! Kalau saya Jendral polisi! " Jelid Handi sembari melepaskan jewerannya.


Lia membelalakan matanya karena terkejut.


****** gue! Ketangkep sama Pak Handi! Mana tadi siang gue kerjain! " Batin Lia.


"Ayo masuk! " Menarik Lia ke mobil Lia.


"Hmmm"


"Di loh bawah mobil gue ke kantor ya! " Teriak Handi.


"Siap bos" Teriak Aldi.


"Pak lepasin saya ya! saya bisa bayar bapak kok! " Bujuk Lia.


"Saya nangkap kamu bukan karena kamu ikut balap liar tapi kita masih punya urusan pribadi! " Ucap Handi dingin.


Mati gue! Ternyata pak Handi masih ingat kejadian tadi siang dan menyimpan dendam yang amat nih! " Batin Lia.

__ADS_1


Mereka akhirnya sampai di rumah Papa nya Lia.


__ADS_2