
Sudah seminggu salah seorang dari kelompok Handi melakukan mata-mata . Dengan cara menjadi bagian dari geng mafia tersebut sebut saja parto. Mengapa bukan Aldi? Ya jawabannya dia harus setia melindungi sang Jendral.
Handi dan tim nya sudah bersiap berangkat ke tempat persembunyian musuh yang selama ini dia cari-cari. Sayang Handi tidak pernah tahu kalau orang yang dia cari adalah Mike adiknya sendiri.
Apakah Parto sih mata-mata tidak tahu kalau ketua mafia itu adik dari Handi? Iya Parto tidak pernah tahu tentang keluarga Atasannya itu. Karena dia selalu mendapatkan tugas luar kota selama ini. Hari ini juga dia sedang tugas di luar kota Jakarta.
"Jenderal semua persiapan telah selesai! " Lapor Aldi.
"Apakah kita sudah bisa pergi sekarang? " Tanya Handi.
"Iya"
Mereka pergi ke mansion milik Mike dengan hati-hati karena takut ada yang mengetahui mereka dan gagal. Tentu saja Handi hanya berdua dengan Aldi.
Semua tim sudah berhasil menyelinap tanpa sepengetahuan para penjaga kini tinggal Handi dan Aldi yang harus menuju ruang utama.
Aldi menyingkirkan beberapa penjaga dengan mudah nya.Tapi misi mereka belum di mulai sama sekali.
Sementara itu di ruang utama pria bernama Deo berteriak menuju atasannya. Parto yang sudah bergabung dengan tim kepolisian tak ambil pusing jika rencana mereka terbongkar. Itu memang keinginan Handi sendiri ketika mereka sudah mengepung mansion mewah itu. Harus ada seseorang yang memulai permainan itu.
" Bang Mike gawatt gawatt ! " Ngos-ngosan.
"Kenapa!? " Bentak.
"Gawat Bang! Mansion di kepung polisi! " Jelasnya.
"Berapa jumlah mereka? " Tanya Mike lagi.
__ADS_1
"Sekitar 300 orang Bang" Gugup.
"Kita kalah jumlah tapi kita tidak kalah dalam skill dan kemampuan! " Mike menyombongkan diri padahal dia tidak tahu tim kepolisian itu mempunyai kemampuan setara dengan nya.
"Tapi Jenderal nya juga ikut! " Tambah Deo ragu-ragu.
Deg.... deg.... deg.... jantung Mike berdetak sangat kencang. Jelas dia tidak ingin mengecewakan Hati Abangnya yang sangat dia cintai selama ini. Mike langsung menyambar topeng muka dan mengenakan topeng tersebut. Andai dia tertangkap Handi tidak akan langsung mengenalinya.
Benar saja dia tertangkap oleh Handi dan Aldi. Untung saja Handi tidak membuka topeng yang dia gunakan. Handi langsung saja memerintahkan bawahannya untuk membawa semua orang yang tertangkap ke lapas setempat.
Aldi langsung membawa atasannya itu ke rumah sakit terdekat untuk mendapatkan pertolongan pertama. Ya jujur Handi mendapatkan tembakan timah panas di lengannya karena keteledoran Aldi. Untung saja Aldi bisa menangkap Mike jika tidak habis lah dia.
Siapa orang yang menembak Handi tadi? Itu Rafa dia menembak Handi karena dia ingin Handi mati dan dia tidak punya saingan lagi untuk mendapatkan hati Lia. Namun naas tembakan nya meleset dan Hanya mengenai lengan Handi. Kini Rafa harus mendekam di penjara untuk mempertanggung jawabkan perbuatan nya. Andai saja dulu dia tidak tergoda dengan rayuan Mike ketika dia membutuhkan uang untuk biaya pengobatan ibunya yang sedang sakit parah sedangkan ayah nya malah menceraikan ibu nya.
Dulu Rafa pernah Naksir Lily di hari pertama dia melihat gadis yang tinggal nama itu dan bersembunyi di tubuh Lia. Namun Handi mendapatkan Lily terlebih dahulu karena kekuasaannya. Sekarang pun sama dia bisa mendapatkan Lia dengan kekuasaannya.
"Sini loh! " Memanggil Aldi.
Aldi berjalan dengan lesuh dan tertunduk seakan dia sudah tahu apa yang akan dia dapatkan dari atasannya yang bawel ini.
"Tahu kesalahan Loh? " Bentak Handi pada bawahan dan sahabatnya sejak lama.
"Tahu Pak! Kesalahan saya adalah telah lalai dalam menjaga anda hingga anda tertembak oleh seorang anggota mafia yang tidak lain adalah murid Bapak yang cemburuan bernama Rafa Aldrick! " Jawab nya sambil bercanda.
"Saya minta maaf Pak atas kesalahan saya! Saya sanggup menerima hukuman apapun dari Bapak kecuali penurunan pangkat atau juga di pecat! " Sambungnya lagi.
"Baiklah kalau gitu! " Seringai Handi.
__ADS_1
Dua minggu telah berlalu dari hari itu Handi kembali lagi ke sekolah untuk mengajar. Jelas ini kabar sangat buruk bagi para siswa-siswi. Mereka sudah bahagia tanpa teror dari guru killer .
Sekarang guru itu datang lagi membawa aura mistis yang lebih dalam. Sorot mata nya lebih tajam melihat murid-murid nya. Tak satupun terlewat dari pandangan nya. Sampai dia menatap ke sebuah bangku kosong yang dia ketahui itu adalah tempat duduk Lia.Sekarang Handi memang tengah mengajar di kelas 11 kimia f.
"Siapa yang tahu Lia kemana? " Dengan suara menggelegar.
" Boloss " Rengga keceplosan.
Flashback On
Sebelum upacara pagi Rengga kebelet pipis jadi dia pergi ke wc dulu daripada harus kencing di celana. Soalnya sekarang ada peraturan baru saat upacara yang di buat Handi. Tidak ada satu orang pun yang boleh meninggalkan upacara bendera jika upacara belum selesai. Jika keadaan nya sangat genting baru boleh pergi keadaan genting yang di sebut Handi adalah Pingsan. Ya cuman itu saja yang di sebut genting kalau kebelet kencing ya kencing di celana saja. Karena kebanyakan anak murid yang izin ke wc saat upacara bendera hanya untuk alasan saja agar tidak terjemur matahari pagi. Padahal matahari pagi itu sangat bagus untuk kesehatan tubuh dan tulang manusia.
"Mbak tunggu ya disana! Aku udah terlanjur ke sekolah nih! Aku cari cara dulu ya biar bisa keluar dari sekolah tanpa pengetahuan Guru Killer! Tuh guru udah masuk lagi Mbak! Gawat deh kalau ketahuan! Tunggu ya aku juga mau liburan ke Manado bukan Mbak Charlie aja! " Kata Lia kepada seseorang di seberang telepon. Dengan tidak sengaja Rengga mendengarkan pembicaraan Lia ketika dia melewati wc wanita menuju wc pria.
"Okey! Eykee tunggu cantik! bye bye muaacch! " Kata orang di seberang telepon.
Flashback Off
"Apa maksud kamu Rengga? Jangan cari masalah lagi! " Bentak Handi sambil menatap tajam ke arah Rengga.
"Jadi gini Pak pas tadi saya ke wc sebelum upacara di mulai (menceritakan segalanya)! Karena itu juga saya terlambat upacara Pak! " Rengga gugup sambil berharap dia tidak jadi di hukum bersih-bersih toilet.
"Baiklah kali ini saya bebaskan kamu dari hukuman yang saya berikan! Karena kamu sudah memberikan saya informasi yang sangat langka dan berguna! Lain kali tiada maaf buat Kamu! " Sinis Handi.
Alhamdulillah ya Allah! Doa hambah terkabul! " Batin Rengga karena doanya terkabul.
"Baiklah anak-anak salin halaman 123-163 ! Saya akan cuti selama satu minggu lagi! Saya mau ketika saya kembali kalian sudah selesai mengerjakan tugas yang saya berikan! Jika tidak saya akan hukum kalian lari 20 kali keliling sekolah kita! " Sambung Handi.
__ADS_1
Ada rasa bersyukur dan ada juga rasa ngeri di hati mereka. Pak Handi gitu loh kalau tidak horor gak asyik tapi kadang dia juga ngajak anak muridnya ngobrol selama jam pelajaran nya. Tapi itu jarang terjadi hanya untuk kelas yang beruntung saja.