
Lia masuk ke dalam rumah dengan santai dan hati yang berbunga-bunga. Enggak seperti biasa dia pulang cepat dan memancarkan senyum di wajahnya.
Rasain tuh pak Handi! Berani-berani nya dia kerjai saya kan kena juga! Batin Lia.
Flashback On
Lia akan pulang ke rumah nya dari sekolah sebelum ke parkiran dia harus melewati ruangan Pak Handi. Ya memang tiap hari dia lewat sana sih. Biar gak lama dan capek.
Eehh guru killer manggil Lia begitu saja. Pikir Lia ada masalah atau urusan penting gitu. Jadi langsung di samperin tuh guru killer. Ternyata dia suruh buat kopi susu.
"Lia sini dulu" Panggil Handi.
"Ya! ada apa pak? panggil-panggil saya? Ada urusan penting kayaknya? " Nyamperin guru killer.
"Lia kamu tahukan kalau saya ngantuk saya bisa salah ngasih nilai?! " Modus Handi tapi ya nama juga siswa badas. Bodo amat lah emang urusan gue?
"Terus? Urusan dengan saya apa ya pak? " Ketus.
"Tolong kamu buatkan kopi susu ya! Biar saya gak ngantuk! " Pintah Handi.
"Ogah! Mending saya pulang Pak! " Cuek.
"Tapi kalau nilai kamu ketuker jangan salahin saya ya! Nanti kalau nilai temanmu juga ada yang ketuker saya bilang kamu! " Ucap Handi dingin.
"Bapak ngancem saya ceritanya?! " Sinis.
"Hmmmm" Dingin.
"Ngapain berdiri di sana? Sana buatin saya kopi susu di dapur! " Perintah Handi.
"Okey"
Disekolah Lia memang mempunyai dapur khusus buat para guru kalau kan pengen masak sendiri gitu? Lia pergi dengan rasa mendongkol di hatinya.
Tujuan gue lewat depan ruangan pak Handi biar cepat! Eehh malah di suruh-suruh,yang ada makin lama dong! Batin Lia.
Lia sampai di dapur dia langsung merebus air untuk buat kopi. Ketika dia ingin menambahkan gula ke kopi susu itu agar lebih manis eeehh si setan lewat.
Hhh ada garam nih! Gue kerjain dah nih guru killer banyak mau! " Batin Lia.
Lia menuangkan 5 sendok makan garam ke dalam kopi susu milik Handi. Di aduk hingga rata biar orang nya gak curiga. Lia langsung ke ruangan Handi ingin memberikan kopi susu tersebut.
Ternyata Handi masih di kamar mandi yang ada di ruangan itu.Itu di jadikan kesempatan oleh Lia untuk kabur.
"Pak ini kopinya saya pergi dulu! " Lari.
"Ya sana pergi! " Dingin.
Setelah selesai dengan urusan pribadinya Handi menyeruput kopi yang ada di meja kerjanya. Rasa asin seperti air laut langsung menyerang indra pengecap Handi.
Byuurrrrrrr
Handi menyemburkan kopinya karena rasa asin.
"LIAAAAA" Teriak Handi.
Tapi percuma sekuat apapun dia berteriak Lia tidak akan menemui nya jika tidak di tangkap langsung. Mau balas dendam besok tapi apa daya besok adalah Minggu. Kan tidak mungkin Handi menyuruh Lia datang ke sekolah sendirian bisa-bisa dia di sangka guru mesum.
Lia yang mendengar teriakan gurunya itu tertawa terpingkal-pingkal. Tidak sadar bahwa ada singa yang sedang mengancam keselamatan nya.
"Rasain tuh guru! Gue loh suruh-suruh ya itu akibatnya! " Lia ngomel sambil nyetir.
Flashback Off
__ADS_1
***
Di telepon
"Om nanti malam Handi boleh gak main ke rumah Om? " Tanya Handi pada orang di sebrang telepon.
"Ya, boleh lah Han! Papa kamu kan udah sahabatan sama saya dari dulu" Sahut pria paru baya yang masih kekar itu. Siapa lagi selain Pak Reyhan Pratama?
"Beneran nih Om? "
"Iya lah! Prilly udah lama ya gak ketemu kamu? katanya maren dia rindu sama kamu loh! Dia masih setia nunggu kamu walaupun udah berstatus duda! " Ujar Reyhan dia dari dulu memang sering menjodoh-jodohkan Prilly dengan Handi agar bisnisnya bisa lancar. Lagian Prilly nya juga mau.
Om gue tuh! maunya ketemu anak loh yang cupu itu dan sekarang jadi galak! Bukan nya si bebek kampus mending bebek goreng bisa gue makan! Batin Handi.
"Hmmm! Sebenarnya Handi kesana itu! ada urusan sama anak Om yang galak itu! " Tutur Handi.
"Anak Om ada yang galak apa? " Reyhan terkejut.
"Cupu Om cupu, Jadi galak Om nakal juga! Intinya Cupu jadi bad girls! " Jelas Handi.
"Iya! tuh anak sering pulang malam banget! Kamu kan gurunya di sekolah! Tolong ya didik dia Om gak sempet! " Ucap Reyhan.
"InsyaAllah Om! Soalnya misi belum selesai! " Jawab Handi.
"Pulang tuh kayak nya anak! " Reyhan mendengar perempuan bernyanyi lagu K-pop.
Yeogijeogi sondeureo da da yeogi
Waseo heundeoreo
Uri gachi chum chuja jaja ije neodo
heundeureo
Yeogiseo da naeryeonwa nwa nwa eolleun
Yeogi da son heundeureo dada jigeum buteo
heundeureo
chum chuja
Eottae igeon eottae chum chuja
Up dwae igeon up dwae up dwae chum chuja
Neukkimi eopseumyeon byeollo
Neukkimi omyeon baro
Sumgilge naneun eopseo
Deo isang ppael geotdo eopseo
Na dareun saenggageun an hae
Jigeum i sungani jungyohae
Nan wonrae wonnae naega irae
Gatjan heun pyeongyeon soge
Nal majchuji ma jaemieopseo
__ADS_1
Geoji gateun ne gijune nal gaduji ma heung mi eopseo
Neon neon neon neon jaemieopseo
Bok japhan gyesan ane neol meom chujjima
Imma do like this
Yeogijeogi sondeureo da da yeogi waseo
heundeureo
Uri gachi chum chuja ja ja ije neodo
heundeureo
Yeogiseo da naeryeonwa nwa nwa eolleun
waseo ttara hae
Yeogi dason heundeureo da da jigeum buteo
heundeureo
chum chuja
Eottae igeon eottae eottae chum chuja
Up dwae igeon up dwae chum chuja
Ttok gateun neukkimi jeongmal
Summak hijanha uimi eopseo
Gyesok neukkimi eoptneun
Chumman chugo itjanha feel i eopseo
Neon neon neon neon jaemieopseo
Nal jom deo jaemitge hal su itjanha
Imma do like this
Siapa lagi kalau bukan Lia Orchid? Reyhan sudah mengetahui semua yang di lakukan putri kecilnya itu selama ini. Karena itu lah dia mulai menunjukkan kasih sayang pada putri nya.
"Hobi banget tuh anak nyanyi! sampai kedengeran ! " Celetuk Handi.
"Bye! Om samperin dulu ya! " Menutup sambungan telepon.
Belum selesai Lia bernyanyi suara bariton memanggil namanya.
"Lila" Panggil Reyhan tentu yang di panggil tidak nyaut dong.
Oh ya lupa gue! nih bocah kan udah ganti nama! izin enggak apa enggak udah ganti aja nama! Sidik jari gue di colong! " Batin Reyhan.
"Lia! dari mana kamu? " Tanya Reyhan.
"Dari sekolah dong! Masak dari Bar! " Celetuk Lia membalikkan badan.
"Ngapain aja di sekolah? " Tanya Reyhan lagi.
"Sewott amatt nih bokap! " Lia kesal dan pergi meninggalkan Papa nya.
__ADS_1
"Astaga! sabar rey ini salah loh juga! " Reyhan mengingat kesalahannya.
Lia masih mengingat apa yang terjadi di sekolah tadi dan membayangkan wajah Handi. Andai saja dia bisa melihat nya pasti lucu. Tapi jika bisa melihat kejadian itu pasti dia sudah kena ceramah agama.