Di Nikahi Guru Olahraga

Di Nikahi Guru Olahraga
Hamil


__ADS_3

Dasar guru sialan pakai bilang ke bokap cerewet nih! Handi awas loh ya besok gue bikin darah tinggi loh besok! " Batin Lia.


"Dari mana aja boleh! " Sinis sambil jalan.


"Atau jangan-jangan kamu habis jual diri? seperti yang ibu kamu lakukan dulu! " Rey menunjuk wajah putri nya.


Deg..... deg...... deg..... jantung Melisa berdetak kencang bak tersambar petir di bawah terik matahari. Air mata nya jatuh begitu saja andai dulu dia tidak terbuai dengan janji-janji manis sang suami maka ujung nya tak akan begini.


Ingin sekali rasanya Melisa menampar wajah suaminya tapi apa daya? Dia disini juga tak pernah di anggap. Dia berpura-pura benci terhadap Lia agar masih di izinkan tinggal dan bisa menepati janjinya dulu. Jika di tanya menyesal? Melisa sangat menyesal!


"Pak Reyhan Pratama yang terhormat sebelum nya saya minta maaf! Tanpa kehadiran anda di kehidupan ibu saya! Kemungkinan besar saya tidak akan lahir kedunia ini Pak! Ibu saya memang ****** tapi anda penikmat jasa ibu saya jadi anda tidak beda jauh dengan ibu saya! Sudah punya istri masih keluyuran gak jelas! " Sinis Lia.


Plakkkk.............


Sebuah tamparan mendarat di pipi kanan Lia. Melisa langsung bangkit dari tak keberdayaannya dan membelah putri kecil yang sangat dia cintai dan sayangi itu walaupun dia tidak pernah menunjukkan bukti cinta dan sayang nya selama ini. Tapi sekarang dia menunjukkan bukti itu.


"Sudah cukup kamu menyakiti anak saya Reyhan! Ayah macam apa kamu? Selama ini saya diam saja! Tapi tidak untuk hari ini saya sudah tak bisa lagi tinggal diam! " Melisa melindungi anaknya.


"Ajari anakmu itu sopan santun Melisa! Jika dia tidak bersikap seperti itu maka ini tidak akan terjadi!Lagi pula siapa yang mengatakan dia anakku?Bukan kah kau itu seorang ******?! " Bentak Reyhan.


"Aku memang seorang pekerja malam dulu! Tapi bukankah kau yang mengambil mahkota ku?! " Melisa tak mau kalah.


Lia bangkit karena harga diri ibu nya sedang di pertanyakan oleh seseorang yang telah merebutnya.


"Berani Bapak menghina saya dan ibu saya! Maka saya akan lakukan hal yang sama Pak Rey! " Sinis Lia lagi.


Plakkkkk........


"Apa maksud mu! Anak biadap? " Reyhan menampar pipi Lia di sebelah Kiri. Tidak nya menyerah tapi Lia menyeringai puas.

__ADS_1


"Hh yang ku tunggu-tunggu ! Selamat sebentar lagi anda akan menjadi Kakek Pak Rey! Dan untuk Dion,Nixon, dan Fiko selamat anda akan jadi Paman! Untuk Prilly dan Almaira selamat kalian akan menjadi single parent! " Celetuk Lia.


"Dasarr anak sialan! " Reyhan ingin menampar Pipi Lia yang ketiga kalinya tapi di tangkis terlebih dahulu oleh Fiko.


" Sudahh Pa tidak baik ribut malam-malam begini! " Cegah Fiko.


"Minggir (mengusir Fiko)! Baca ini baik-baik! Jangan sampai terlewat ya Pak Rey nanti anda menyesal! " Lia memberikan surat check Up dan tespek milik kedua saudara kembar itu yang dia temukan dua hari yang lalu.


Flashback on :


Hari saptu pagi-pagi sekali dia sudah sarapan sebelum berangkat ke sekolah. Lia mengambil sebuah jeruk lalu mengupas nya. Ternyata ketika dia membuang sampah di kotak sampah yang ada di dapur kotak sampahnya penuh.


"Heummm mungkin bibik lupa buang sampah? Ehh aku buang aja deh! Soalnya kan masih jam 05:10 ! Masih lama masuk sekolah nya! " Gumam Lia.


Lia membawa kotak sampah kedepan untuk di buang ke kotak sampah yang lebih besar. Ehh ternyata ketika di tuang ada dua buah plastik berisikan kertas menarik dan alat tes kehamilan. Lantas dia ambil dan baca setelah selesai baca dia langsung menyeringai puas.


"Heumm..... boleh nih! Untuk bikin Reyhan jantungan entar malam! " Gumam Lia lagi.


Flashback off


"Prilly!!!! Almaira!!!! Katakan ini tidak benar! " Beteriak ke arah putri kesayangannya.


"Itu tidak benar Pa! " Prilly gugup.


"Iya.... mungkin itu hanya akal-akalan Lia aja! biar hubungan kita renggang! " Almaira gugup.


"Apa kalian bilang? Saya fitnah? Tidak sudih tahu fitnah kalian? Owww atau jangan-jangan ini milik ibu? Kalau ini milik Mama kabar bagus buat ku? Karena aku akan punya saudara kandung! Tapi kalau punya Mama surat nya kenapa di buang, Ma? " Permainan Lia baru di mulai.


"Itu bukan punya Mama sayang" Jawab Melisa.

__ADS_1


"Gini aja dari pada banyak cincong! Lebih baik kita tes aja! " Sahut Lia lagi.


"Iya besok kita akan check up! " Elak Prilly karena dia pikir besok dia akan gugurin dulu kandungan nya.


"Kenapa harus besok? Malam ini juga bisa! " Tegas Pak Rey.


"Pa mungkin jam segini klinik udah tutup! " Elak Almaira.


"Kakak sahabat ku punya klinik buka 48 jam perhari (tidak pernah tutup)! Biar aku telepon dia dulu! " Lia mengambil Handphone nya dan menekan sebuah nomor yang tak lain milik Charles kakak kembar Charlie.


Omong\-omong mbak Charlie sekarang sedang galau karena Lia sudah tiga hari tidak menemuinya. Lia adalah orang satu\-satunya yang peduli terhadap dirinya selain saudara kembarnya. Orang tuanya? Sama seperti orang tua Lia tidak mencintai anaknya.


"Bang! Gue galau banget nih! " Rengek Charlie pada Charles.


"Kenapa lagi Lie? adik abang satu-satunya! " Jawab Charles malas karena masih banyak kerjaan.


"Udah tiga hari Lia gak temuin gue! Gak kasih kabar pula! " Mengeluh lagi.


"Mungkin dia lupa kasih kabar atau terlalu sibuk gitu? " Jawab Charles.


"Tapi biasanya kalau sibuk! Dia masih kasih kabar gue? " Gelisah.


Tuttt..... tutttt.........


Suara telepon Charles menghentikan rengekan Charlie yang gak pakel berhenti-henti dari tadi. Charles memberi tahu jika itu adalah telepon dari Lia Orchid dan sih penelpon akan datang kesana bersama keluarga besar nya.


Alasan Keluarga Lia kesana adalah ingin memastikan kehamilan Prilly dan Alamaira. Apakah Lia yang berbohong? Atau keduan saudara kembar itu? Jelas saudara kembar itu mengumpat Lia dalam hati mereka sepanjang masa hingga sampai tes akan di laksanakan. Prilly dan Almaira sudah memasuki ruang periksa mereka masing-masing dan di tangani oleh dua dokter yang berbeda. Hasil tes nya adalah mereka positif hamil 4 bulan.


Alamaira mencoba untuk menyogok sang dokter tapi dia lagi kena sial nya. Dokter yang bekerja di sana bukan kemampuan saja yang teruji tapi juga kejujuran nya jadi anti sogok and suap.

__ADS_1


Saudara kembar itu di marahi habis-habisan oleh Papa yang sangat menyayangi mereka selama ini tapi mereka permalukan. Lia hanya asyik ngobrol dengan Charlie karena sudah tiga hari tidak bertemu. Yang paling gak ketinggalan adalah saling curhat.


__ADS_2