Di Nikahi Guru Olahraga

Di Nikahi Guru Olahraga
Part 3 : Semakin Penasaran


__ADS_3

Pov Alika


Aku yang penasaran dengan senyuman sumringah yang menghiasi wajah sahabat ku pun melontarkan sebuah pertanyaan kepada dirinya dengan nada dingin. Namun Aliyah tidak mau mengaku padaku. Bahkan saat aku menatap matanya tajam dia juga tidak mau mengaku padaku.


Namun aku tidak menyerah begitu saja. Aku menanyai nya sekali lagi dan belum mendapatkan jawaban yang aku inginkan. Dan aku mencobanya sekali lagi dan terakhirnya kalinya.


Dan boom jawabannya berhasil membuat diriku naik darah dan kesal setengah mati. Bagaimana tidak aku naik darah? Aksa sih tua bangka itu merubah jadwal ujian praktek nya begitu saja tanpa meminta pendapat kami terlebih dahulu.

__ADS_1


Jika ujian praktek nya tidak memerlukan uang tentu saja aku tidak akan keberatan. Tapi ini setidaknya aku harus mempunyai uang 10 ribu rupiah agar bisa mengikuti ujian praktek tersebut.


"Aliyah... ayo katakan kenapa kamu sangat bahagia? Apa kamu tidak ingin berbagi kebahagiaan dengan diriku? " Tanyaku sambil merangkul lengannya manja. Karena jujur saja aku sangat kelelahan hari ini.


Hari ini adalah mata pelajaran pembuatan busana industri. Kami di wajibkan sebuah gamis hari ini. Dan sahabatku ini tidak mengerti apa-apa walaupun hanya sekedar membuat pola. Jadi aku juga yang harus mengerjakan tugasnya. Aku hanya terheran-heran saja kenapa dia mau masuk ke sekolah kecil nan sederhana ini. Padahal dia seorang anak konglomerat di daerah tempat aku tinggal. Apalagi dia tidak memiliki bakat sedikit pun di bidang menjahit. Kenapa dia tidak bergabung dengan kelas perhotelan saja? jika dia memang ingin bersekolah di sekolahan kecil ini.


"Ujian Praktek renang nya di majuin jadi besok " Jawab Aliyah santai.

__ADS_1


"Shutt... berhenti marah-marah " Membekap mulutku karena beberapa murid lainnya sedang mengamati kami berdua.


"Kamu tenang saja ka, Pak Aksa udah nge booking seluruh kolam renang besok. Jadi kamu gak usah khawatir dengan biaya masuk nya dan satu lagi pak Aksa juga udah nyediain makanan dan minuman gratis besok " jelas Aliyah semangat berhasil membuat murid kelas tiga lainnya berteriak bahagia mendengar nya. Aku pun turut bahagia karena bisa ikut ujian besok.


Saat itu aku langsung diam seribu bahasa dan tidak mengeluarkan komentar apa pun. Hanya saja aku semakin penasaran sebenar nya siapa pak Aksa itu. Apakah dia memang hanya seorang guru honorer yg hobi merampok atau mencuri seperti dugaan awal ku.


Atau sebenarnya Pak Aksa itu seorang pembisnis kelas atas dari daerah lain yang sedang menyamar untuk mencari cinta sejatinya atau semacamnya. Atau jangan- jangan dia seorang intel. Semakin aku penasaran dengan nya maka semakin absurd saja isi kepalaku.

__ADS_1


Aku pun memutuskan untuk segera memesan jasjus dengan tambahan es batu dan seporsi 5 ribu *** (pempek kuah bakso) sebelum kantin bertambah ramai.


Setelah aku dan aliyah mendapatkan apa yg kami inginkan. Kami pun kembali ke kelas untuk menikmati makanan yang barusan kami beli. Awalnya kami menikmati makanan kami penuh kenikmatan dan keheningan. Prosesi makan kami mulai terganggu ketika Pak Aksa masuk ke kelas kami untuk sekedar memberi pengumuman. Bahwa ujian praktek renang di percepat menjadi besok dan dia sudah membooking seluruh kolam renang. Sehingga kami tidak perlu lagi membayar tiket masuk nya.


__ADS_2