Di Nikahi Guru Olahraga

Di Nikahi Guru Olahraga
Part 2 : Handbag lebih penting?


__ADS_3

Pov Aliyah


Betapa senangnya hati ini ketika mendengar perkataan pamanku tersayang. Dia pamanku Aksa Mahendra akan membelikan aku handbag lady diana yg terbaru jika aku berhasil membantunya.


Awalnya aku tidak mau membantu pamanku tersebut. Karena aku kasihan pada sahabat ku jika ia harus menikah muda akibat perbuatan yang pamanku rencanakan. Namun karena bujukan nya yang membuai kan aku pun setuju melakukan nya bersama pamanku Aksa.


Lagi pula Alika tidak akan menderita jika menikah dengan pamanku yang notabene nya seorang elit global. Hartanya tidak akan pernah habis hingga 100 keturunan mungkin hingga kiamat pun tidak akan habis.Pamanku


Aksa selalu menyembunyikan identitas nya agar tidak membahayakan keluarga nya.


Alika pasti akan hidup bahagia bersama nya jika tidak bersikap seperti mantan bibiku Angelina dulu. Tapi aku yakin Alika tidak akan melakukan perbuatan tidak terpuji tersebut. Aku tahu betul bagaimana sifatnya.

__ADS_1


Palingan di awal-awal pernikahannya nanti dia akan sering bertengkar dengan paman. Pertengkaran kecil antara pasangan adalah hal yang normal bukan?


Pamanku sudah sejak lama jatuh cinta kepada sahabat ku itu. Bahkan sebelum aku mengenal Alika. Dia sudah mengetahui banyak hal tentang Alika. Pamanku benar-benar tergila-gila kepada sahabat ku tersebut.


Sebenarnya aku tidak pernah ingin masuk ke sekolah ku saat ini. Dan bersahabat dengan Alika namun lagi-lagi karena bujuk rayu yang di lakukan pamanku meluluhkan hatiku. Lagi pula gadis mana yang bisa menolak Handbag Clasic Chanel dengan cuma-cuma. Aku pun mau bersekolah di SMK S3 IDHATA CURUP dan melupakan untuk pindah ke Jakarta bersekolah di sekolahan elit di Jakarta.


Aku tidak pernah menyalahkan pamanku jatuh cinta kepada gadis sederhana tersebut. Alika adalah sesosok gadis pintar sederhana yang apa adanya dan tidak banyak tingkah seperti gadis kebanyakan. Hanya saja akhir-akhir ini ucapannya bertambah pedas karena paman semakin intens mengganggu nya.


"Kenapa kamu tersenyum seperti itu al? " tanya nya dingin kepadaku. Aku tahu dia sedang khawatir padaku tapi malu mengungkapkan nya.


"Tidak" Aku menggelengkan kepalaku karena bingung harus menjawab apa pada Alika.

__ADS_1


Mana mungkin aku menceritakan bahwa pak Aksa adalah pamanku dan akan membelikan tas dior jika melakukan apa yang dia minta. Alika pasti akan marah-marah dan menginterogasi diriku. Karena merasa aku telah membohongi dirinya . Namun untuk sementara waktu aku akan terus merahasiakan nya agar tidak gagal mendapatkan tas lady dior.


"jika tidak ada kenapa senyum-senyum sendiri seperti itu dan aku tidak di ajak?! Atau jangan-jangan kamu pacaran sama Pak Aksa pedofil itu? " Tanya Alika menatap manik mataku tajam.


" tidak, tentu saja tidak " Jawabku gugup karena terkejut dia tiba-tiba saja menatap manik mataku dengan sangat tajam .


"Kenapa kamu gugup ?" Tanya dia lagi belum puas dengan jawaban ku.


"Bagaimana aku tidak gugup jika kamu menatap ku seperti itu? Orang lain pasti akan gugup jika di tatap seperti itu " Kilahku.


...****************...

__ADS_1


__ADS_2