
"Haishhh... nasib dah! Harus ngemis-ngemis kalau kek gini " Batin Lily pasrah pada keadaan nya.
"Bapak.... Ayolah ambilkan aku mangga itu " Lily menarik-menarik tangan Handi.
"Cium sekali lagi " Memanfaatkan keadaan.
"Baiklah.. Cup... " Lily mencium pipi kiri Handi sambil berjinjit karena Handi terlalu tinggi.
Handi pun langsung memanjat pohon mangga tersebut demi istrinya yang cantik dan mungil. Tak butuh waktu lama Handi berhasil memetik buah mangga yang di inginkan Lily dan membawanya turun dengan baik. Untung saja celana Handi tidak robek, jika robek apa jadinya? Lily akan berteriak-teriak histeris.
Tentu saja dua orang satpam yang melihat Handi memanjat pohon mangga demi istrinya menahan tawa. Mereka tidak berani tertawa karena jika Handi mendengar nya mereka berdua bisa saja di pejat.
Jarang-Jarang bukan dapat majikan yang baik . Gaji 5 juta per bulan dan masih dapat uang ongkos setiap hari 50.000 ribu dan dapat jatah makan 3 kali sehari dengan lauk pauk. Serta juga jika ada makanan sisa mereka akan kebagian jatah pulang. Terkadang memang Handi yang meminta pembantu memasak secara lebih agar bisa di bawa pulang oleh para pembantunya. Untuk pembantu yang menginap mereka punya fasilitas paviliun khusus serta wfi gratis dan gaji mereka sama saja dan juga tetap dapat uang ongkos. Itulah enaknya jadi Pembantu di rumah Handi. Tapi jangan main-main jika berani melanggar aturan di rumah tersebut siap-siap saja di pecat.
****
Kembali ke cerita
"Bapak sini mangga nya! " Lily meminta mangga yang di bawa oleh Handi.
"Cium kening bapak " Mendekatkan keningnya.
"Cup.... " Lily mencium kening Handi demi buah mangga yang segar.
__ADS_1
****
Lily masuk ke dalam rumah mengikuti Handi yang sedang membawa barang-barangnya. Lily tidak mempedulikan lingkungan sekitar nya yg penting baginya adalah segera memakan buah mangga nya.
"Cuek sekali itu Yah, menantu kamu! "Ibu Tresna (Ibu Handi) Melihat Lily sinis.
"Ya wajar lah ibu ini bagaimana? Itu anak nikah sama anak kita secara terpaksa! Ibu juga dulu baru nikah merengut-rengut gak jelas! " Pak Ahmad (Ayah Handi) memarahi istrinya.
"Ishhh... Ayah ini! Gak usah di ungkit-ungkit tahu! " Ibu Tresna memukul-mukul lengan suaminya.
"Shuttt... ibu ini! Malu tahu di lihat sama Handi! " Pak Ahmad mendekap istrinya yang masih seperti anak kecil kadang kalah.
"Makanya Ayah itu " Ibu Tresna cemberut.
******
Lily sangat senang ketika mendapati jika kamar tidur barunya sangat luas dan mewah. Lily langsung berbaring di atas ranjang tidur yang luas setelah meletakkan mangga yang dia bawa di atas nakas.
Handi hanya tersenyum bahagia melihat tingkah laku istri kecilnya yang sangat menggemaskan. Akhirnya Handi bisa melihat Lily tersenyum karena dirinya.
Lily meloncat-loncat di atas kasur yang empuk dan lembut karena terlalu bahagia mendapatkan kamar baru yang mewah dan luas.
"Bapak apakah kamar ini untukku? " Tanya Lily semangat.
__ADS_1
"Tidak ini kamarku "
"Jika begitu, Kenapa bapak bawa aku kesini? " Tanya Lily polos.
"Karena suami istri harus tidur berdua " Jawab Handi singkat.
"Tidak! Aku tidak mau tidur sama bapak! " Ketus Lily.
"Jika tidak mau tidur di sofa sana! "Handi Menunjuk Sofa yang ada di kamar itu.
" Tidak mau , Aku ingin tidur disini? " Puppy Eyes.
"Jika ingin tidur sini tentu saja kamu harus tidur bersama bapak dong! " Handi mengedipkan matanya genit.
"Hufff.... " Langsung menarik selimut dan tidur di tengah-tengah ranjang.
"Kamu pikir kamu siapa heumm? Berani-berani nya mengusir saya dari sini " Handi langsung mendekap Lily yang mungil.
"Bapak lepaskan! " Memberontak.
"Iya " Langsung melepaskan dekapannya karena takut Lily merasa tertekan karena dirinya yang terlalu memaksa.
*****
__ADS_1