
Pov Aksa Mahendra
Benar-benar wanita tidak tahu di untung. Di hari itu aku menceraikan wanita ****** itu dan tidak memberikan sepeser uang pun. Setelah proses perceraian selesai aku pergi ke tempat kakak ku dan istrinya menetap, Rejang Lebong.
Niat hatiku adalah untuk curhat kepada kakak ku satu-satunya. Tapi apa aku malah menuai kekecewaan yang mendalam akibat nasehat tidak bergunanya itu.
"Yang sabar yah sa, hidup itu memang kejam. Kamu pasti kuat kok " Nasehat kakakku Aska.
Memang kakak sialan. Bukannya mendukung adiknya yang sedang dalam kekecewaan dan keputusasaan malah menasehati nya. Aku yang bertambah kesal pun memilih untuk berjalan-jalan di sekitaran tempat tinggal kakak ku menggunakan mobil Audi r8.
__ADS_1
Entah mengapa ketika aku melewati sebuah jembatan. Terbesit di hatiku niat untuk bunuh diri. Namun aku berusaha untuk meyakinkan diriku jika bunuh diri bukanlah pilihan yang terbaik. Akan tetapi rasa sakit hati dan kekecewaan yang mendalam pada diriku berhasil membuat ku terpancing untuk melakukan perbuatan yang zolim itu.
Ku parkirkan mobil ku di tepi jalan agar tidak menghalangi kendaraan lain. Ku langkahkan kaki ku menuju jalan setapak yang ada di dekat jembatan untuk menjauh dari jalan raya. Agar tidak ada warga yang mencoba menghentikan aksi ku.
Jujur saja setelah kejadian buruk itu aku jadi putus asa dan bosan hidup. Jadi aku pikir lebih baik mengakhiri hidupku saja dari pada hidup dalam kekecewaan.
Ku mantapkan niatku untuk mengakhiri hidup ku. Ku langkahkan kaki ku menuju tepi sungai yang airnya dalam dan deras. Lalu ku condongkan tubuh kekar ku ke arah aliran air sungai yang deras.
"Tuaannnn.... Apaa... yang kamu lakukan.. Apa kamu sudah bosan hidup hah?! " Teriak bocah perempuan itu sambil menarik ku agar tidak terjatuh ke aliran sungai yang deras.
__ADS_1
Brukkk... kami terjatuh ke rerumputan bersama. Tampak bocah perempuan itu mengeluh kesakitan karena terjatuh menyelamatkan diriku dari maut yang tidak aesthetic sama sekali.
"Apa yang kamu lakukan di sini bocah kecil dan mengapa menyelematkan diriku ? " Ku layangkan sebuah pertanyaan dengan nada dingin.
Seorang elit global seperti ku ini paling anti di sentuh oleh orang desa kampungan dan kotor seperti dia. Jadi aku ingin balas dendam kepada nya karena dia telah menyentuh diri ku.
Namun siapa sangka pikiran ku berubah setelah mendengar jawaban nya. Entah mengapa aku tiba-tiba tertarik mengobrol dengan bocah perempuan berseragam SMP tersebut.
"Ayah dan Ibu tidak bisa membeli beras hari ini jadi aku akan mencari ikan agar kami bisa makan hari ini. Aku melihat anda ingin menjatuhkan diri ke sungai tadi. Jadi aku menarik anda agar aku tidak berdosa karena melihat orang bunuh diri di hadapan ku" Jawab bocah perempuan itu dengan cepat lalu meninggal kan diriku seorang diri dan pergi menuju tepi sungai yang arus nya tidak terlalu deras.
__ADS_1
Ku lihat gadis itu memasang senar dan kail dengan cepat ke sebuah bambu berukuran kecil yang dia temukan di sungai. Dan memasang umpan di kail yang dia pasang lalu mengarahkan alat pancing sederhana tersebut ke air yang tenang.
...****************...