
Mungkin hari ini adalah hari sial bagi Lia. Hari ini dia telat datang ke sekolah karena kesiangan dan di hukum hormat kepada bendera merah putih selama 45 menit.
Siapa lagi yang menghukum Lia selain Handi? Guru lain? Ogah berurusan dengan sih siswi badas dan nyenyes itu! Kalau Handi? Lanjut aja biar gue bikin kapok nih bocah bandel.
Lia merasakan badannya yang mulai ke kurangan air. Matahari semakin terik menyengat kulit putihnya. Andai saja pak Handi tidak menunggu di sana? Lia pasti sudah kabur atau bolos! Tapi Handi tahu apa yang akan di lakukan Lia jadi dia tungguin sampai hukuman yang dia berikan selesai.
"Pak udah ya" Pintah Lia.
"25 menit lagi! " Bentak Handi. Padahal dia tidak tegah menghukum Lia tanpa adanya kesalahan yang besar. Tapi hati nya terbakar cemburu ke jadian beberapa waktu lalu. Dia ingin Lia setelah itu tidak akan dekat-dekat lagi dengan Mike. Sedangkan Mike saat ini sengaja memanfaatkan Lia agar Handi terlena dan dia bisa menyelundupkan barang ilegalnya itu ke luar negeri.
"Gimana dia Rafa? " Tanya Mike pada pria di seberang telepon yang tak lain Rafa ketua Osis di sekolah Lia.
"Dia masih mengurus pujaan hatinya! Seperti yang terjadi tahun lalu Bang Mike! " Jawab Rafa.
"Bagus kalau begitu biarkan drama ini terus berlangsung! Dan kita urus pekerjaan yang tertunda 2 minggu Raf! " Perintah Mike dan menutup telepon.
Sebenarnya hati Rafa sungguh benar-benar sakit melihat Lia dekat dengan Pak Handi. Tapi dia tidak punya pilihan lain. Jika dia tidak menurut pada Mike dia tidak akan pernah bisa melihat lagi Lia wanita pujaan hatinya atau juga dia tidak akan pernah lagi melihat musuh nya Handi. Rafa segara meninggalkan tempat dia mengintip tadi dan melakukan tugas nya.
Baru kali ini Lia merasa lemas ketika di hukum oleh guru nya. Mungkin karena udah terlalu jijik sama guru tersebut? Alasan yang tepat buat Lia tapi tidak dengan kita. Jawaban kita merasa lemas jika di jemur adalah lelah dan dehidrasi.
"Pak Udah ya! Lemass banget pak! " Pintah Lia.
"Halla palingan juga pura-pura! Biasanya saja kuat kok! " Handi Egois.
"Pak beneran nih lemas banget! " Pintah Lia lagi. Handi sangat ingin membebaskan Lia tapi dia terlalu egois dia ingin mendengar ucapan permohonan yang ke tiga dari Lia.
"Gak! Tunggu 5 menit lagi ! " Bentak Handi lagi.
Lima menit telah berlalu Lia langsung kabur menuju kelasnya agar tidak bertemu dengan Handi. Ternyata Lia lupa jika hari itu ada mapelnya Handi olaraga. Begitu senang Hati ini jika tidak bertemu guru killer. Semua murid 11 ipa f sangat senang karena selama satu jam pelajaran penuh dia tidak hadir. Setidaknya itu mengurangi siksaan batin, jiwa dan raga. Mereka ngobrol asyik ngalur ngidul gak jelas.
"Woyyy senang ya loh pada gue di hukum! " Lia masuk dengan kesal karena temannya lagi asyik nongki-nongki.
__ADS_1
"Napa loh kek gitu? " Tanya Rengga.
"Gak kenapa-napa kepo! " Bentak Handi yang baru datang. Lia tengah asyik memainkan Handphone nya tanpa sadar Handi masuk kelas.
"Di kelas saya di larang main Handphone! " Handi menarik Handphone Lia.
"Bapak" Gugup Lia.
****** gue! Hp gue di sita! Minta bantuan Bang Mike iya kalau mau? Kan gak ada adik yang ngebangkang sama kakak nya? Dasar hari sialan! " Batin Lia.
"Pak kembalikan Handphone saya ya, please? " Pintahnya memelas.
"Pulang sekolah datang ke ruangan saya! Jika mau Handphone saya kembalikan! " Handi dingin. Padahal itu hanya alasan biar dia bisa dekat-dekat sama Lia.
Benar ini adalah hari sial bagi Lia karena udah di hukum, HP disita, disuruh nyatat banyak. Yang jelas catatan nya dua kali lipat dari teman-temannya. Handi kejam? Iya dia kejam jika cinta nya bertepuk sebelah tangan.
Bell jam pulang sekolah berbunyi dia langsung keruangan Handi. Lia mengetuk pintu ruangan Handi sekali saja langsung di suruh masuk.
"Masuk" Handi dari dalam ruangan.
"Handphone saya pak" Ucap Lia dingin.
"Jangan terburu-buru gitu dong! duduk dulu sini! " Mempersilahkan Lia duduk.
"Saya gak ada waktu Pak! " Duduk di kursi.
"Saya mau kamu temenin saya jalan-jalan dulu baru saya kembalikan Handphone kamu bahkan jika kamu mau saya bisa belikan yang lebih mahal dari itu! " Ucap Handi tegas.
"Tapi? "
"Mau Handphone mu kembali atau gak? " Tanya Handi serius.
__ADS_1
"Iya deh sebentar aja! " Ucap Lia.
Mereka pun pergi bersama mobil baru Lia di tinggal nya di parkiran sekolah. Sepanjang jalan menuju tempat tujuan Lia selalu bergumam dalam hati.
Dasar guru sialan! Gue mau nyoba balapan pakai mobil baru gue malah di ajak jalan-jalan! Kalau gak demi Handphone gue gak mau gue! Pak Handi Resek! Udah duda juga masih mau target anak gadis orang! " Gumam Lia.
"Kalau ada yang mau di bicarakan langsung ke saya saja jangan di pendam di hati sendirian! " Ujar Handi tiba-tiba.
"Gak ada tuh" Lia dingin.
Akhirnya mereka sampai di sebuah restoran mewah. Jujur saja Lia tak terkejut dengan tempat itu karena yang penting baginya Handphone kesayangannya harus balik lagi. Setelah makan siang Handi membawa Lia ke sebuah taman lantas hal tersebut membuat Lia semak kesal.
"Pak Handphone saya mana? " Pintah Lia yang sedang duduk di sebelah Handi.
"Nanti dulu dong! Urusan yang hari saptu belum selesai ya! " Ketus Handi.
"Pak Handi" Teriak Lia. Lantas teriakan itu membuat mereka di pandangi oleh pengunjung taman lainnya.
"Iya iya ini! " Memberikan Handphone Lia karena dia tidak ingin di bilang bejat atau stigma masyarakat yang lain.
Lia langsung meninggalkan Handi dan pergi ke sekolah untuk mengambil mobilnya. Mungkin ini benar-benar hari sial Lia ketika dia baru sampai di rumah udah kena omel sama Papa Rey yang sok peduli.
"Dari mana kamu jam 20:30 baru pulang? " Bentak Rey ketika putri kecilnya baru masul rumah. Memang ketika Lia mengambil mobilnya di sekolah dia jalan-jalan dulu nongki-nongki cantik di cafe.
"Gak kemana-mana! " Jawab Lia santai.
"Berani ya kamu membangkang sama saya! Katakan kamu ke mana saja setelah pulang sekolah! " Teriak Rey di depan wajah anaknya itu. Yang lainnya hanya bisa diam membeku melihat kejadian tersebut.
"Ooo tadi saya di paksa sama Pak Handi menemani dia makan siang dan jalan-jalan di taman! " Sinis Lia.
"Setelah itu kamu kemana? Handi bilang jam 16:00 kamu sudah tak bersamanya! " Teriak Rey Lagi.
__ADS_1
Dasar guru sialan pakai bilang ke bokap cerewet nih! Handi awas loh ya besok gue bikin darah tinggi loh besok! " Batin Lia.