
Hari menjelang sore sang surya mulai kembali keperaduannya di ufuk barat. Burung-burung mulai kembali ke sarangnya. Tapi manusia masih saja berkeliaran di luar rumah nya. Apakah mereka tak sadar mereka mempunyai kelebihan untuk berpikir? Atau mereka juga sudah meluk keberadaan yang maha kuasa? Mungkin beberapa dari mereka begitu dan separoh nya lagi tidak begitu.
"Ayo kita pulang! sudah sore ini! " Ajak Handi.
"okey" Sahut yang lainnya karena merasa sudah letih.
Mereka harus berjalan kira-kira 10 menit sebelum ke mobil milik Handi. Ya Handi pasti memiliki satu mobil di setiap daerah di Indonesia. Dia meletakkan mobil tersebut di parkiran bawah tanah yang ada di hotel milik nya atau juga di letakan di garasi villa nya.
Mereka hanya saling diam ketika di dalam perjalanan hingga Lia memecahkan keheningan tersebut. Spontan saja Lia minta makan kepada guru yang dia benci itu.
" Om Lia lapar " Ucap Lia tanpa ragu.
"Terus Om harus ngapain? " Handi Pura-pura tidak tahu maksud Lia.
"Om makan dulu ya! Lia lapar banget dari tadi pagi belum makan Om! " Ucap Lia malu-malu.
" Boleh Om juga laper! kamu mau makan dimana? " Tanya Handi.
"Di pinggir jalan aja Om" Jawab Lia ragu-ragu.
"Eghhh... maksudnya gimana ya? " Handi agak bingung.
" Di Warteg gitu Om! Masak gak tahu? " Jawab Lia.
"Ohhh! Kita makan disana saja ya! " Menunjuk sebuah warteg.
" Iya "
Mereka turun dari mobil walaupun harus berjuang membangun kan Aldi dan Charlie. Kedua orang itu tampaknya benar-benar kelelahan. Akhirnya mereka masuk juga kedalam Warteg dan duduk di lesehan. Mereka melihat-lihat menu terlebih dahulu. Handi menjadi orang yang paling lama melihat menu karena baginya tidak yang menyelerakan. Sebenarnya dia ingin makan di restoran berkelas tapi Lia mengajak makan di warteg apa boleh buat.
"Mbak aku mau ini ini! " Lia menunjuk beberapa menu di buku menu itu yang rata-rata makanan tradisional.
Pampis Tongkol
Cara membuat :
Bahan-bahan :
1 ekor ikan tongkol
air jeruk nipis
2 batang serai, memarkan
5 lembar daun jeruk
1 lembar daun pandan, ikat simpul
2 lembar daun kunyit, iris halus
1 Rantang daun kemangi petik
2 Batang daun bawang iris
Garam dan Gula secukupnya
Bumbu halus :
20 butir bawang merah
8 siung bawang putih
20 buah cabai rawit
25 buah cabai rawit merah
Seruas kunyit
seruas jahe
Cara memasak :
__ADS_1
Bersihkan ikan tongkol, beri garam dan air jeruk nipis. Diamkan sebentar. Kukus sampai matang. Suwir-suwir daging nya. Sisihkan.
Tumis bumbu halus bersama bumbu daun kecuali kemangi sampai harum. Beri garam dan gula secukupnya.
Masukkan ikan tongkol suwir. aduk rata sampai bumbu meresap.
Sebelum diangkat masukkan kemangi aduk sebentar. Sajikan.
Tenggiri Woku
Cumi Bakar Bumbu Rica-rica Khas Manado
Ayam Woku
" Banyak sekali?! " Aldi terkejut melihat porsi makan gadis belia di depannya ini.
"Kamu beneran sanggup makan sebanyak itu? " Tanya Handi ragu. Bukannya takut uang nya habis atau kisit. Dia hanya takut makanan yang di pesan Lia akan mubazir saja.
"Ada-ada saja kamu ini! Makan gabungan? makan macam apa itu? " Gelak tawa Aldi pecah tapi segera berhenti ketika di jelid Handi.
"Ya sudah jika kamu bisa menghabiskan nya! " Ucap Handi santai.
Bukan hanya Lia saja yang makan banyak hari ini Handi, Aldi, dan Charlie juga memesan makanan yang sama dengan Lia. Untuk ketiga laki-laki itu wajar mereka bisa menghabiskan nya tapi Lia diakan perempuan asli dari orok.
Sejatinya Charlie itu tetap laki-laki walaupun segala aset yang ada di tubuh nya telah di rubah menjadi sama persis seperti perempuan tulen.
"Malam ini kamu tidur dengan saya! " Ucap Handi ketika dia sudah mengetahui Charlie itu sebenarnya Laki-laki. Handi mengetahui itu dari salah satu anggota polisi di kantor pusat.
"Haaaa? " Lia terbengong.
"Iya kamu tidur dengan saya di kamar yang waktu malam pertama kamu menginap disini! " Jelas Handi. Memang setelah malam itu Lia pindah ke kamar Charlie dan di izinkan oleh Handi demi mencegah hal buruk terjadi. Tapi ternyata hal yang lebih buruk sekarang ada di depan mata.
"Tapi.... Om" Bantah Lia.
"Tidak ada tapi-tapi kamu ingat apa yang saya katakan waktu itu! " Ucap Handi dengan dingin karena dia merasa jika berbicara lembut terus akan ada perlawanan yang lebih menantang dari Lia.
"Baiklah! Aku beresin barang-barang aku dulu! " Lia lesuh.
Lily maaf aku harus melakukan ini demi kebaikan mu! Mungkin hari ini dia terlihat sangat baik! Tapi entah kedepan nya? " Batin Handi mulai tersayat.
Chat Lia Charlie :
*Lia :
Mbak aku tidur sama Pak Handi! "
Charlie :
Iya deh! Gak apa-apa soal nya pacar aku mau nginap bareng aku! " Jawab Charlie semangat.
Lia :
__ADS_1
Haha punya pacar baru! Awas hati-hati nanti kena tipu! " Wejangan Lia.
Charlie :
Iya Lia sayang! adek ku yang terbaik*! "
Chat berakhir
"Ayo Om" Ajak Lia agak bersemangat memang dia sangat merindukan kamar khusus milik Handi. Walaupun dia tidur di kamar VVIP juga tapi lain rasanya tidur di kamar Handi.
"Sini Om yang bawa" Handi membawa barang-barang Lia.
Dikamar Handi
Lia mengambil Handphone nya dan mengupload beberapa foto yang dia ambil tadi. Tentunya menutupi wajah Handi dengan stiker lucu jika di foto tersebut ada Handi.
Tampaknya usaha Lia menutupi bahwa dia sedang pergi dengan Handi itu sia-sia karena Charlie sudah mengupload foto Real tersebut sedari tadi siang di akun instagram nya dan mendapatkan 1 juta followers baru. Siapa sih yang tidak ingin bisa berfoto dengan Handi. Lia juga heran kenapa tiba-tiba akun instagram nya memiliki banyak sekali followers baru dalam sehari. Dia juga bingung kenapa ada tanda conteng biru di ujung nama akun instagram nya tapi masah bodoh lah.
Tapi keheranan Lia tidak sampai di situ saja dia juga terkejut foto yang dia posting langsung mendapat banyak Like dan comment. Lia hanya membalas satu comment dari teman sekelasnya yaitu Rengga.
Comment :
*Rengga :
Woyy!! Bangke deh loh! Kita capek-capek buat pr penjas! Loh enakan jalan-jalan!! "
Lia :
Iri loh?"
Rengga :
Sorry lah yau! Seharusnya loh yang iri sama gue! Karena hari senin loh bakal di hukum sama pak Handi keliling sekolah 20 kali karena loh gak buat tugas yang dia kasih! "
Lia :
Emangnya Pak Handi kemana kok ngasih tugas? " Pura-pura ******.
Rengga :
Pak Handi cuti satu minggu! Dia suruh kita nyatat dari halaman 123-163 ! "
Lia :
What banyak banget? " Kaget.
Rengga :
Tapi Loh kan calon Nyonya muda Angkasa gak mungkin kena hukum! " Ledek Rengga dengan senangnya.
Lia :
Apaan sih maksud Loh? " Bingung.
Rengga :
Emangnya gue gak tahu kalau loh lagi liburan sama Pak Handi! Asal loh tahu ya semua orang di Indonesia itu udah tahu kalau loh punya hubungan spesial sama Pak Handi guru Killer itu! "
Lia :
Rengga maksud loh apa sih gue gak ngerti? "
Rengga :
Asal loh tahu aja ya! Foto kebersamaan kamu sama Pak Handi itu sudah tersebar di akun instagram salah satu selebgram Indonesia! Entar gue kasih linknya! Sekarang loh bujuk Pak Handi buat batalin tugasnya gitu atau hukuman yang berat itu! Jangan lupa nonton tv sekarang! "
Lia :
Kok loh tahu gue sama Pak Handi? "
Rengga :
Ya tahu lah Lia! Gue dengar-dengar loh satu hotel sama Pak Handi! Menurut firasat gue kalian itu bukan hanya satu hotel tapi satu kamar! Bye Bye! Urusan gue masih banyak! "
Lia :
__ADS_1
Bye bye! See you later! "
Chat berakhir