
Pov Author
Brugghhh..........
Alika yang lari terburu-buru tidak sadar jika tangan kirinya menabrak guru olahraga nya yg sedang berdiri di pintu kelas. Alika terus berlari menuju wastafel di teras kelasnya guna memuntahkan tape dan ketan yang ada di mulut nya.
Sahabat nya Aliyah memang benar-benar keterlaluan. Berani-berani nya dia memasukkan makanan ke mulut Alika begitu saja tanpa bertanya terlebih dahulu. Jujur saja dari ia kecil Alika tidak menyukai kedua makanan tersebut. Entah karena rasanya yang aneh atau memang Alika yang alergi terhadap kedua nya. Karena ketika salah satu jenis makanan tersebut masuk ke dalam mulutnya rasa mual dan enek mulai menyelimuti dirinya. Oleh karena itu Alika tidak pernah lagi membeli es doger setelah mencobanya sekali dan mengetahui salah satu bahan campuran yang di gunakan di dalam es tersebut adalah tape dan ketan.
__ADS_1
Aksa pun tersadar dari lamunan nya ketika Alika menabrak tubuh nya sedikit. Aksa yang menyadari penyebab pujaan hati nya berlari dengan terburu-buru pun langsung menatap tajam keponakannya. Aliyah yang ketakutan pun hanya menunjukkan cengiran cantiknya untuk meminta maaf kepada pamannya tersebut. Berharap pamannya memberikan maaf begitu saja untuk dirinya.
" Jangan menyentuh ku tahu " Ketus Alika ketika ada seseorang yang mengurut lehernya dari belakang saat dia sedang membersihkan mulut mungilnya.
" Kamu tahu bapak hanya ingin menolong mu " Jawab Aksa apa adanya, Jujur saja Aksa merasa kasihan ketika melihat Alika tampak mual-mual dan pucat.
" Kamu tidak ingat saya?! " Sentak Aksa yang sudah tidak tahan lagi dengan tingkah laku Alika yang tidak ada sopan-sopan nya kepada Aksa yang sudah banyak berjasa kepada keluarga kecil Candra.
__ADS_1
" Emang nya bapak siapa sih?! Sok kenal banget deh! Dasar pria tua gatel " Maki Alika yang memang benar-benar sudah kehilangan memori nya tentang Aksa selama bertahun -tahun.
" Kamu benar-benar melupakan saya Bali ? " Tanya Aksa berusaha bersabar.
" Dari mana bapak tahu panggilan istimewa itu? Hanya orang tuaku yang memanggil ku seperti itu " Spontan.
" Dia benar-benar tidak ingat tentang aku sama sekali? Dasar Calvin kurang ngajar berani- berani nya dia bilang, hanya memori tidak penting saja yang hilang. Memori utama /penting nya masih tersusun rapih di otaknya. Apa aku ini bukan orang penting dalam hidup nya? " Batin Aksa kesal setengah mati .
__ADS_1
Sudah bertahun-tahun Aksa berusaha mendekati Alika kembali namun gagal . Gadis itu bersikap acuh dan cuek. Bahkan terkesan memusuhi nya padahal sebelum tragedi buruk 5 tahun yang lalu terjadi. Alika sangat dekat dengan Aksa. Beberapa orang menganggap mereka memang berpacaran karena Aksa yang awet muda. Namun setelah Alika terpeleset di sungai dan kepalanya terbentur batu saat dia pergi ke sungai sendirian. Alika mulai melupakan kenangan baiknya bersama Aksa. Karena memang setelah Aksa membayar seluruh biaya pengobatan Alika, Aksa langsung terbang ke Washington DC untuk mengurus bisnisnya dan tidak kembali selama satu tahun. Di karena kan bisnisnya yang berada di Amerika kurang stabil akibat patah hati yang tak berkesudahan.