
Tiga bulan sudah berlalu dari kejadian panjang malam itu.Lia kini sedang bersenandung sangking bahagianya mendapat kabar guru killer tidak akan Hadir sampai 10 hari kedepan. Setidaknya ada libur untuk dirinya dari bertengkar dengan Handi yang extra killer.
Seperti biasa Lia selalu sarapan sebelum berangkat sekolah. Dan kebetulan hari ini dia kesiangan mau tidak mau dia ketemu dengan Papa dan keempat Kakak tiri dan satu kakak ipar.
Setelah kejadian itu Almaira yang depresi karena kekasih nya tidak bertanggung jawab dengan bayi yang dia kandung. Almaira bunuh diri karena sudah tak kuat menanggung omelan Keluarga dan netizen.
"Ini buat kamu" Rey memberi sebuah kartu ATM kepada Lia.
Heummm
Lia mengambilnya lalu membaca kartu tersebut dan mengeceknya di Handphone nya. Setelah itu Lia langsung melemparkan kartu itu kepada Papa nya.
"Tidak butuh! Hanya dua ratus juta saja! Penghasilan ku sehari di cafe Flower a! " Jawab Lia santai dan lanjut memakan apel yang dia genggam.
"Sombong sekali baru begitu saja! Kamu tahu kami akan bekerja sama dengan Hotel Gardent Flower (Hotel bintang 6 milik Lia yang baru berdiri 4 bulan) ! " Ucap Nixon dengan sombongnya karena tidak tahu sang pemilik adalah adik tirinya.
"Kamu tahu pemilik hotel itu baru berusia 17 tahun! Hotel nya sangat berkembang loh padahal baru didirikan! Pasti pemiliknya orang jenius enggak kayak kamu! " Hina Dion.
dasar orang-orang sini songong semua ya! Biar gue minta mbak Charlie batalin kerja sama dengan mereka bisa-bisa perusahaan gue hancur di tangan mereka! " Batin Lia.
Tut tut tut tut
Napa nih anak telepon gue pagi-pagi gini! Baru juga gue nyampek! Awas kalau bilang ada meeting lagi! meeting sama kakak beradik songong aja males banget gue! " Batin Charlie.
Tapi dugaan Charlie salah hari ini dia bebas dari meeting walaupun harus memeriksa berkas setumpuk.
Sudah dua bulan ini Charlie jadi tangan kanan Lia alias asisten pribadi.
"Mbak kerja sama dengan perusahaan Pratama kita batalkan saja! " Lia to the point tanpa bertele-tele.
"Really? " Charlie kaget bukan main karena kemarin Lia ngotot banget mau kerja sama dengan perusahaan tersebut.
"Of Course" Lia sambil berjalan menaiki tangga sekolah.
__ADS_1
"Loh kesambet apa deh Lia? " Charlie masih kaget.
"Tadi pagi gue di hina tahu! " Bentak Lia.
"Woyy jangan teriak-teriak kali! " Charlie marah.
"Iss jangan marah ya mbak! nanti pas balik aku ceritain! pumpung hari gini gak ada guru killer! " Senyum -senyum sendiri.
"Seneng banget guru gak hadir! " Ledek Charlie.
"Iya dong! bosan gua ngeladenin dia mulu! Bye! Sampai nanti! " Menutup telepon sepihak.
Lia pergi ke hotel Gardent flower dab langsung nyelonong ke ruangan manager. Siapa lagi penunggu ruangan itu selain Mbak Charlie sama Lia.
Mereka ngobrol sejenak dan mengumpat Papa Lia dan Kakaknya yang tidak tahu malu.
Setelah itu mereka lanjut kerja memeriksa dokumen dan berkas-berkas penting. Tentu saja mereka tidak ingin kehilangan kekayaan mereka karena kelalaian mereka satu detik saja. Orang kaya memang benar-benar menghitung waktu dan kerja mereka.
Sementara itu di gedung Pratama group tiga kakak adik sedang mengumpat tidak karuan karena kerja sama mereka di batalkan secara sepihak dan mencari jalan agar bisa bertemu langsung dengan pemilik Hotel Gardent flower secara langsung.
"Gak tahu dia siapa kita?! " Dion mulai frustasi.
"Haa bagaimana kita bertemu langsung dengan cewek sialan itu!? " Keluh Fiko.
Di tengah kekalutan mereka seorang cleaning service datang dengan membawa sebuah undangan pesta ulang tahun.
"Maaf! Permisi tuan! " Menunduk hormat.
"Untuk apa kamu kesini? Bukankah ruangan ini sudah di bersihkan? " Tanya Dion.
"Saya ingin memberikan ini tuan" Menyerahkan undangan.
"Sudah pergi sana" Fiko mengusir cleaning service tersebut dan membaca undangan senyuman nya langsung terpancar.
__ADS_1
Nixon dan Dion yang melihat gelagat aneh adiknya setelah membaca undangan tersebut langsung menarik undangan itu dan membacanya.
"Heumm ternyata 15 hari lagi kamu ulang tahun ya! Baiklah akan aku buat kamu bertekuk lutut dengan ku! " Gumam Dion.
Handi tengah sibuk menyiapkan rencana untuk menangkap ketua mafia yang selama ini jadi buronan tanpa dia ketahui kalau itu adalah Mike adiknya sendiri.
"Aldi sini dulu! " Memanggil Aldi orang yang juga akan ikut melaksanakan penangkapan. Tepatnya tugas dia adalah menjaga sih sahabat bawel
"Ada apa Pak? " Aldi berjalan mendekati Handi.
"Gak usah panggil bapak kenapa? Gue juga belum tua-tua amat! Yang seharusnya di panggil Bapak itu kamu udah punya dua anak! " Celetuk Handi.
"Atau mau di panggil kakek aja! Biar pas kamu kan sudah duda! Biasanya kalau duda di tinggal mati itu dipanggil Kakek! " Ledek Aldi.
Pletaakkk
Handi menyentil kening Aldi dengan keras sehingga sang empunya menjerit keras.
"HANDIII" Teriak Aldi.
Lantas semua anggota tim yang berjumlah 100 orang dan sudah terlatih langsung datang ke arah sumber suara. Karena mereka pikir orang yang berani tidak sopan dengan Handi mau cari mati. So mereka kepo dengan siapa orang nya? Ternyata Handi sengaja membuat Aldi mengumpat seperti itu agar tim nya datang tanpa payah dia berusaha sana-sini atau telepon gitu kan?
"Bapak kenapa? " Tanya salah satu dari mereka dengan bodohnya.
"Bagus deh! Kalian kesini! Cepatan sini biar gue bagi tugas dan strategi biar gak gagal! " Bentak Handi.
"Makasih suaranya Aldi" Membisik ke arah telinga Aldi.
Heumm ternyata gue di manfaatkan sama nih orang! Dasar gila dah! Untung loh sahabat plus atasan gue kalau gak udah gue injak-injak kali! " Batin Aldi.
"Woyy sini Di! Bukan mereka aja yang harus gue ajari loh juga peak! Tugas loh tuh lebih berat dari mereka! " Teriak Handi rela tak rela dia harus teriak deh kartu yang bengongkan tukang teriak-teriak! Jadi siapa yang mau gantikan posisi Aldi kalau bukan Handi?
Aldi menurut saja pada sahabat dan atasannya itu dari pada kena timpuk. Lagi di pula dia tidak ingin kehilangan sahabat Satu-satunya.
__ADS_1
Sekitar 5 jam mereka berbagi ide dan strategi. Mereka memang seperti itu jika akan melakukan aksi bukan Handi saja yang berpikir dan mengatur. Mereka juga di boleh kan memberi ide. Karena menurut Handi setiap orang itu punya bakat dan kelebihan masing-masing.
Setelah acara diskusi selesai mereka pergi makan dan istirahat. Tentu saja mereka masak bersama walaupun rasa masakan mereka tidak menentu tapi bisa di jadikan ganjal perut untuk sementara waktu. Jika mereka beli makanan di luar dengan jumlah banyak sekaligus akan di curigai oleh orang luar. Kemungkinan orang itu adalah anggota mafia.