
Lalu Ariel pun keluar dengan gaun yang dikenakan nya.
Fandi yang melihat pun hanya tertegun karena melihat Ariel nampak seperti nona muda yang cantik.
Tanpa sadar Fandi pun mendekatinya dan memegang dagunya.
"Kau cantik ril.....sangat cantik."ucap Fandi yang tak Sadar dengan kelakuannya.
Ariel yang terkejut pun memberanikan diri untuk memandang Fandi, dan betapa terpukaunya dia saat melihat Fandi memakai pakaian yang senada dengan nya.
"Kau terlihat tampan."puji Ariel malu-malu.
Lalu Fandi pun mengandeng tangan Ariel dan menuntunnya menuju ke mobil.
Lima belas menit kemudian sampailah mereka di rumah mewah yang ditinggalin orang tua mereka.
Lalu mereka pun masuk ke dalam rumah dan bergabung bersama keluarga mereka.
"Ma...Pa... Fandi datang."ucap Fandi memanggil orang tua mereka.
"Kami datang."jawab Mama nya.
Lalu mereka pun turun kebawah.
orang tua mereka pun turun begitu pula dengan Pandi dan Sasha.
Pandi pun terkejut melihat keberadaan Ariel.
"Ariel..."ucap Pandi.
Fandi yang melihat Sasha pun langsung memalingkan wajahnya dari Sasha.
"Apakah itu kekasih ya Fandi?"batin Sasha.
"Ma....Pa,Kenali pacar ku Ariel."ucap Fandi sambil memperkenalkan Ariel.
"Kamu bukannya mantannya Pandi ya?"tanya Mama nya sambil mengingat-ingat.
Ariel pun hanya mengangguk.
"Dia seperti anak nya kurang mampu tapi mengapa dia mempunyai nama belakang Bratmajaya?"batin Papa nya.
Lalu mereka pun pergi ke dapur dan makan malam bersama.
"Nak Ariel.....kamu sangat cantik malam ini."puji mamanya Pandi
"Terima kasih Bu."ucap Ariel sambil menunduk.
Mereka pun makan malam bersama dan tak sadar Pandi pun sedari tadi memandang Ariel yang makan.
"Semenjak dia kutinggalkan dia sangat berubah,Dia makin cantik dan seksi.apalagi malam ini dia sangat elegan."batin Pandi.
Fandi yang sedari tadi menyadari Pandi menatap Ariel pun langsung berdehem.
"Ehemmmm..."dehem Fandi.
__ADS_1
Pandi yang menyadari itupun langsung memalingkan wajahnya ke arah Sasha.
Fandi yang ingin meluapkan kecemburuan nya pun langsung menatap Ariel.
"Sayang,Aku suapin ya."ucap Fandi sambil mengedipkan matanya.
Lalu Fandi pun menyuapkan makanan ke mulut Ariel dengan penuh perhatian.
Orang tua mereka pun yang melihatnya menjadi tersenyum karena keromantisan mereka berdua.
"Oh ya Ariel, Fandi jadi kapan kalian akan melanjutkan ke jenjang yang lebih serius?"tanya mamanya.
Ariel yang masih minum pun tiba-tiba keselek karena ucapan mamanya.
Lain lagi dengan Pandi yang langsung tiba-tiba menatap ke arah Ariel dan Sasha yang memandang Fandi.
"Eh...gini ma, kami kan bentar lagi mau lulus dan pasti kami akan sangat sibuk untuk mengurus kelulusan kami jadi setelah kami lulus kami akan omongin ini kembali."jelas Fandi.
orang tua mereka pun hanya mengangguk tanda mereka mengerti.
Lalu mereka pun menyiapkan makan malam mereka dan berpamitan agar pulang.
"Nak Ariel....tunggu bentar."tahan mamanya Fandi.
"Ada apa ibu?"tanya Ariel.
"Jangan tinggalkan Fandi ya nak,Ibu harap kamu yang terakhir buatnya."pesan mama nya Fandi.
Ariel pun hanya mengangguk dan tersenyum.
Mereka pun pamit untuk pulang.
Di dalam mobil hanya ada keheningan dan suara mesin mobil.
"Tidak,tidak masalah sama sekali."ucapnya santai.
"Kau menganggap nya serius?"tanya Fandi.
"Tidak."ucap Ariel ketus.
Lalu mereka pun sampai ke rumah Ariel.
"Makasih loh Uda bantu gue."ucapnya dingin.
Ariel pun meninggalkan Fandi tanpa menjawab nya.
Lalu Fandi pun melajukan mobilnya dengan kecepatan tinggi dan menuju apartemen pribadinya.
"Kenapa anak itu berubah ya?Apakah karena ia melihat Pandi jadi ia mengingat masa lalunya?"batin Fandi.
Sementara itu di rumah Ariel.....
Tok...tok...tok...
Ariel mengetuk pintu.
"Ya sebentar...."jawab Tika Sambil membukakan pintu.
"Kak aku pulang."ucap Ariel.
__ADS_1
"Ini beneran kamu Ariel.?"tanya Tika.
"Iya kak,Ini aku."jawab Ariel malas.
"Loh baru habis darimana?"tanya Tika.
"Gue habis dari rumah nya fandi.gue dikenalin Fandi ke orang tua nya dan gue benci kali karena gue Uda datang ke situ."ucapnya dengan penuh emosi.
"Kenapa loh ngomong gitu?"tanya Tika heran.
"Kakak tau ngak kalau Fandi itu saudara kembar nya Pandi?"ketus Ariel.
"Ya....Gue memang tau."ucap Tika jujur.
Ariel yang heran itupun langsung menyipitkan matanya.
"Trus kenapa kakak ngak ngasih tau aku?"tanya Ariel.
"Gue aja baru tau sekarang."ketus Tika.
Mendengar itu Ariel pun langsung naik ke kamar,Ia ingin sekali meluapkan perasaannya sekarang.
"Gue benci lihat loh Fandi, Ngak kakak ngak adek sama aja, Sama sama suka nyakitin.
Loh kira perasaan gue itu mainan loh apa, seenaknya loh mainin seenaknya loh campakkin."ucap Ariel.
Tapi semakin ia melepaskan dirinya dari Fandi, Maka semakin terbayang pula kenangan yang diberikan Fandi padanya walaupun itu tidak penting bagi Fandi sendiri.
Lalu ia mengambil sebuah kotak yang diberikan mamanya tadi di rumah secara diam-diam.
"Kotak ini apa ya?"tanya nya.
Lalu ia membuka kotak itu dan melihat buku harian milik Fandi.
"Ini buka hariannya anak gunung es itu?"tanya Ariel.
Lalu ia membuka buku diary ya fandi.betapa kagetnya Ariel saat melihat sebuah Poto yang isinya tidak lain adalah pertunangan antara Fandi dan Sasha yang ternyata harus berakhir.
Lalu ia pun membaca seluruh buku diary Fandi dan tanpa tersadar air matanya juga terjatuh.
"Ternyata ia juga melihat kejadian itu."ucap Ariel.
Ternyata Fandi selama ini selalu berusaha bunuh diri karena kisah percintaan nya yang selalu kandas.
"Apa gue bisa mengobati loh?"tanya Ariel.
Lalu ia pun memasukkan buku tersebut ke dalam laci meja belajarnya.
Di rumah Fandi,ia tengah sibuk mencari buku diary nya yang entah kemana hilang.
"Kemana tuh buku ya?"
Lalu ia pun memutuskan untuk tidur,tetapi ia sama sekali tidak bisa tidur malahan ia membayangkan betapa indahnya mata Ariel yang sangat menarik itu
"Apakah gue betulan mulai mencintai nya?kenapa gue kayak sebel lihat dia terus sama Dino."ucap Fandi.
Lalu ia pun mengambil handphone ya,Selama ini Ariel tak pernah Sadar bahwa Fandi sering memfoto dirinya diam-diam.
Dia memang mengesankan, Bagaimana tidak Ariel yang membuat semuanya berubah dalam sekejap mata.
__ADS_1
Ariel memang terkenal anak yang dingin dan cuek dan ngak pernah lihat Materi seseorang.
"Gue bisa ngerasain loh sayang sama gue tulus.tapi gue harus lawan masa lalu gue dulu ril,Gue ngak mau loh nantinya terluka saat kita nanti sudah bersama,Jadi aku mohon loh sabar sebentar lagi."batin Fandi.