
Saat mereka selesai menjenguk Mamanya Fandi, mereka pun pamit untuk pulang.
"Tante, Ariel pamit pulang dulu ya."ucap Ariel.
"Ya,Kami pulang duluan ya."ucap Papanya Ariel.
"Ril,besok aku jemput ya."tawar Fandi.
Ariel Hanya mengangguk, Lalu mereka pulang.
"Papa,kita pesan taksi online aja ya."ucap Ariel sambil melihat aplikasi di handphone ya.
"Nggak perlu Ariel,Kita naik mobil aja."potong Mamanya Ariel.
Tak berapa lama mobil mereka pun datang.
"Pa ini mobil kita?"tanya Ariel dengan mulut masih tergangga.
Orang tua Ariel hanya geleng-geleng kepala melihat Ariel.
"Ayo masuk."ucap Mama.
Lalu mereka masuk dan pulang menuju ke rumah Tika.
Dirumahnya Tika serta keluarga nya hadir karena William dan keluarga ya datang untuk menentukan tanggal pernikahan mereka secara pasti.
"Bagaimana Nyonya Andine apa kah kalian sudah mantap dengan pilihan tanggal tersebut."tanya Papanya William.
"Kami berdua sangat setuju."ucap ayah Tika.
Lalu mereka bersalaman tanda mereka akan segera melangsungkan pernikahan Tika dan William.
Tiba-tiba Ariel dan orang tua nya sampai.
"Wah,Ada apa nih?"tanya ayahnya Ariel.
"Pamannn."teriak Tika sambil memeluk Ayah dan Mamanya Ariel.
"Apa benar kamu mau menikah sayang?"tanya Mamanya Ariel.
"Iya Tante."ucap Tika malu-malu.
"Oh ya kapan acara pernikahannya?"tanya Mamanya Ariel.
"Awal bulan depan."ucap Mama Andine.
Lalu ayah dan ibu Tika berdiri dan menyalaminya orang tua Ariel.
"Kapan kalian sampai teman?"tanya ayahnya Tika.
"Barusan tadi kawan lamaku Andhika."ucap ayahnya Tika.
Lalu mereka saling pelukan karena sudah lama tidak bertemu.
"Jeng,Apa kabar?"tanya Mama Andine.
"Baik kok jeng."jawab Mama Ariel.
Lalu mereka sekeluarga pun ngobrol panjang kali lebar hingga membuat Ariel tak di hiraukan.
"Aku mau ke atas dulu."pamit Ariel kesel.
Lalu Ariel pergi ke kamar dan membaringkan tubuhnya ke tempat tidur.
"Mimpi apa aku hingga aku bisa jadi menikah dengan Fandi?"batin Ariel.
Lalu ia mendapatkan sebuah pesan dari Syela.
__ADS_1
"Ril besok gue ikut ngebeng Ama loh y."ucap Syela.
Dengan cepat Ariel hanya membalas Oke.
Lalu ia membuang handphone ya ke atas bantal.
"Nggak mimpi kan aku bentar lagi aku akan menikah?"tanya Ariel.
Lalu ia mengambil sesuatu di laci nya dan itu adalah fotonya dirinya bersama Pandi.
"Maafin gue Pandi,Gue ngak bisa bohongi perasaan gue ke elo,Sesakit apa pun yang elo buat gue masih mencintai loh"ucap Ariel.
Lalu ia menyelipkan foto tersebut ke dalam buku hariannya.
Lalu ia pergi ke kamar mandi untuk membersihkan dirinya.
"Ariel,Makan nanti makanan dingin."teriak Tika yang bisa-bisa teriakannya membuat gendang telinga pecah.
"Iya loh,Uda dibilangin jangan teriak-teriak."protes Ariel sambil menutup telinganya.
Lalu mereka pun makan bersama dan sesekali membicarakan pesta pernikahan Tika.
"Ariel kamu kenapa bengong sayang?"tanya mama Andine.
"Iya jangan-jangan lagi mikirin Fandi ya."tebak Tika.
"Ih apaan sih?"sangkal Ariel.
"Ariel siapa?orang mana?"tanya Mama Andine.
"Ituloh jeng anak nya Bram Daniel Axele Erixxa."jelas Mama Ariel.
Orang tua Tika pun langsung kaget.
"Apa?"teriak orang tua Tika serentak.
"Keluarga mereka kan terkenal dengan sikap dinginnya,Kamu bisa nembus sampai calon menantunya itu Uda luar biasa."puji Mama Andine.
"Ah Tante kirain ada apa,Buat aku kaget aja."protes Ariel.
"Lalu kalian Uda gimana?"tanya Tika.
"Mereka akan menikah secepatnya."potong Mamanya Ariel.
Ariel sontak jadi salah tingkah karena pernikahannya telah di ungkit.
Lalu tiba-tiba Ariel mendapatkan sebuah pesan singkat.
"Kamu lagi apa?"pesan Fandi.
"Tumben banget nih anak nanya gue?"heran Ariel.
Ia hanya membacanya tanpa membalas.
Sementara Fandi sudah menunggu jawaban dari Ariel.
"Ah tuh anak ngak balas lagi."kesel Fandi.
Lalu ia pun membaringkan tubuhnya secara paksa.
"Loh bisa-bisa buat gue gila."batin Fandi.
Tiba-tiba pintu kamar Fandi di ketok.
Tok...tok...tok...
"Fandi ini mama,boleh buka pintunya?"tanya Mama Fandi.
Fandi langsung membuka pintunya.
__ADS_1
"Ada apa ma?"tanya Fandi.
"Mama mau ngasih ini."jelas Mama Fandi sambil mengeluarkan sebuah file.
Lalu Fandi menerima dan membuka file tersebut.
"Apa maksudnya Mama mau aku yang urus semua perusahaan?"tanya Fandi.
"Bukan.itu Mama berikan untuk kamu."ucap Mama Fandi.
"Mama serius?inikah perusahaan terbesar punya kita?"tanya Fandi.
"Iya sayang, Mama dan papa kamu Uda yakin kok."ucap Mama Fandi.
Fandi pun langsung memeluk Mamanya.
"Mama kamu aja nih yang dipeluk?"goda papa Fandi yang tiba-tiba muncul.
Fandi pun langsung memeluk Papanya.
Tapi mereka tak sadar bahwa Pandi mendengar ucapan mereka.
"Awas aja loh ya Fandi,Gue bakal buat loh hilang dari dunia ini."ucap Pandi sambil pergi meninggalkan kamar Fandi.
"Ya Uda kamu istirahat sana."ucap Mama Fandi sambil meninggalkan Fandi.
Fandi langsung menutup pintunya dan menyembunyikan file tersebut.
"Akhirnya perusahaan itu jatuh ke tangan gue."ucap Fandi.
Lalu ia pun kembali tertidur pulas di kasurnya dengan perasaan senang.
Sementara itu di rumah Ariel ia sedang bingung mau membalas pesan yang dikirim oleh Fandi tersebut.
"Tuh anak blom tidur ngak ya?"tanya Ariel sambil megang HP mondar-mandir.
Lalu ia menghubungi Fandi kembali tetapi Fandi sama sekali tidak mengangkat telepon dari Ariel.
"Dasar tuh anak."kesel Ariel sambil melempar handphone ya.
Lalu ia membaringkan tubuhnya di atas kasur dan tertidur pulas.
***Besoknya
"Kenapa dia menelpon?"tanya Fandi yang melihat HP nya panggilan tak terjawab sebanyak 30 kali dari Ariel.
Lalu Fandi pergi ke kamar mandi untuk membersihkan tubuh nya.
Sesampainya di sekolah Fandi tidak melihat keberadaan Ariel lalu ia memutuskan untuk menelpon Ariel.
Saat ia hendak menelpon Ariel,Ia melihat Ariel yang tengah terburu-buru sampai ia tak sengaja menyenggol seseorang dan membuat badannya menjadi tak seimbang.
Dengan sigap Fandi menangkap Ariel dan ternyata badannya juga tak seimbang sehingga mereka berdua terjatuh dengan keadaan Ariel berada di atas.
"Kamu kenapa?"tanya Fandi sambil mengeratkan pelukannya.
Beberapa orang nampak iri,ada yang sinis sampai-sampai ad yang mendoakan agar hubungan mereka cepet berakhir.
"Kamu kenapa peluk aku."berontak Ariel.
Namun semakin Ariel berontak maka Fandi Akan mempererat pelukannya.
"Kamu kenapa telpon aku semalam? tanya Fandi.
"Em Gue khawatir Ama loh."ucap Ariel gugup.
Fandi hanya tersenyum dan tanpa aba-aba langsung mendaratkan ciuman di bibir Ariel.
Ariel hanya diam dan langsung berdiri dan meninggalkan Fandi yang sudah senyum-senyum Karena kelakuan Ariel yang seperti anak-anak.
__ADS_1