Dia Luka Yang Ku Rindu

Dia Luka Yang Ku Rindu
Tinggalkan aku sendiri


__ADS_3

Selesai ia mengadakan rapat OSIS, Fandi langsung pergi ke UKS.


"Gimana,Dia Uda sadar?"tanya Fandi.


Lalu tanpa menunggu jawaban, Fandi langsung masuk melihat keadaan Ariel.


"Loh kapan sadarnya sih?"ucap Fandi.


Tiba-tiba tangan Ariel bergerak dan membuka matanya.


"Gue dimana Fandi?"tanya Ariel.


"Loh di UKS,Tadi loh pingsan jadi gue antar aja ke sini."ucap Fandi dingin.


Lalu ia bergerak dan perlahan-lahan duduk.


"Loh mau pulang atau tetap masuk?"tanya Tania.


"Gue masih sanggup kok."ucap Ariel.


Ariel pun mencoba berdiri dan meskipun langkahnya masih linglung karena kepalanya yang masih pusing, Fandi tetap berada di samping nya untuk membantu.


"Lebih baik loh pulang de,Gue antarin ya."tawar Fandi.


Ariel pun hanya diam dan meninggalkan Fandi.


Sesampainya di kelas Ariel sama sekali tidak melirik ke arah Fandi dan ia tidak sama sekali bicara apa pun kepada siapapun dan tentang apa pun itu.


Seharian Ariel diam membuat Fandi heran tapi ia masih memasang wajah dinginya.


"Loh kenapa ril?"tanya Cello.


"Gue ngak papa cello.gue bisa minta bantuan ngak?"tanya Cello.


Cello pun hanya mengangguk.


"Tolong loh kasih buku ini sama Fandi ya." ucap Ariel sembari memberikan sebuah buku.


"Ini apa?"tanya Cello.


"Kasih aja buku itu sama Fandi."suruh Ariel.


"Gue ngak berani ah ril, nanti dikiranya gue lagi yang ngambil bukunya."tolak Cello.


Ariel pun menghembuskan nafasnya kasar dan memasukkan kembali buku tersebut.


"Loh ngak kembalikan ke Fandi."tanya Cello.


Ariel pun hanya menggelengkan kepalanya.


Lalu Cello kembali ke tempat duduknya dan menunggu sampai bel berbunyi.


Seharian Ariel sama sekali tidak melirik ke arah Fandi entah karena alasan apa,Ia merasakan sesak jika ada di samping Fandi walaupun di samping itu juga ia merasakan kenyamanan.


Saat selesai pelajaran, Fandi langsung buru-buru menghampiri Ariel.


"Gue mau bicara sama loh?"ucap Fandi dingin sambil memegang tangan Ariel.


"Gue mau pulang."ucap Ariel tanpa memandang Fandi.


"Loh kenapa?"tanya Fandi hati-hati.


Ariel hanya terdiam dan melepaskan tangan Fandi secara kasar.

__ADS_1


Tiba-tiba Ariel berhenti.


"Tolong tinggalkan aku sendiri."ucapnya lirih.


Fandi yang diperlakukan seperti itu hanya terdiam bingung.


Lalu Ariel pun meninggalkan sekolah sebelum Fandi mengejar ya kembali.


Ditengah perjalanan Ariel dihadang oleh sebuah mobil biru sport.


Saat pintu dibuka ia melihat Sasha turun dan ia langsung memutar bola matanya.


"Gue mau bicara sama loh."ucap Sasha sambil menatap Ariel.


"Gue nggak punya waktu bicara sama loh."ketus Ariel.


"Loh jangan bermimpi kalau loh bisa dapatin Fandi ya dari Gue.Fandi itu cuma milik gue bukan punya loh."teriak Sasha.


Tiba-tiba Ariel berhenti.


"Mana mungkin Fandi anak yang seleranya kelas atas suka sama cewek miskin kayak loh.uda cupu dan ngak menarik lagi.


Loh itu datang ke rumah kami hari itu pakai uangnya Fandi bukan?"tuduh Sasha.


Ariel hanya membalikkan badannya dan melipat tangannya.


Tanpa mereka sadari Fandi sudah melihat mereka berdua.


"Loh ngapain pakai nyandang nama Bratmajaya ha?biar di bilang orang loh itu anak orang kaya apa?"teriak Sasha.


Tiba-tiba Ariel datang dengan mengepalkan tangannya dan saat Sasha sudah ada di depan ya, Ariel menampar pipi Sasha hingga meninggalkan bekas.


"Kurang ajar loh."bentak Sasha sambil memegang pipinya.


"Kenapa?sakit?atau kurang?"tanya Ariel sambil senyum sinis.


"Loh apain istri Gue?"bentak Pandi sambil memeluk Sasha.


Melihat Pandi yang memeluk Sasha,Ariel pun hanya terdiam.


Sasha pun mempererat pelukannya dan tanpa sadar air matanya jatuh.


"Hah....Loh kenapa nangis?"ucap Sasha.


Ariel hanya terdiam, Tiba-tiba Sasha mendorong Ariel ke belakang dan seseorang berhasil menangkap Ariel.


"Loh ngapain dorong pacar gue?"tanya Fandi sambil menatap tajam ke arah mereka.


"Pacar loh yang duluan mulai cari gara-gara sama istri gue."bela Fandi.


"Gue ngak minta penjelasan dari loh,Jadi loh diam."ucap Fandi dingin.


Ariel berusaha melerai mereka.


"Udah....udah.... ngak usah diperpanjang."jelas Ariel.


Lalu Fandi mengengam tangan Sasha dengan kuat sehingga Sasha kesakitan.


"Lepasin gue fan....tangan gue sakit...."ucap Sasha.


"Gue ngak akan segan-segan lukai loh kalau loh lukain pacar gue."


"Gue minta lepasin tangan istri Gue."bentak Pandi.

__ADS_1


Lalu Fandi mendorong Sasha ke pelukannya Pandi.


"Tuh istri Lo jaga.jangan buat seenaknya,Jangan mentang-mentang gue kakak iparnya dia bisa seenaknya sama pacar gue."ancam Fandi sambil menggenggam tangan Ariel dan membawanya pergi.


Ariel hanya tunduk mulai pergi dari hadapan mereka tadi.


Tiba-tiba Fandi memeluk Ariel dan tangis Ariel pecah.


"Nangis lah.Gue tau perasaan loh Sangat sakit,Gue juga ngerasain ya."ucap Fandi sambil memeluk Ariel erat.


Ariel hanya diam dan tetap menangis di pelukan Fandi tanpa tersadar Ariel tidur dalam pelukan Fandi.


"Ariel ayo pulang."ucap Fandi lembut.


Tapi karena melihat Ariel yang cukup kelelahan Fandi tidak tega membangunkannya dan ia menggendong gadis cantik tersebut ke dalam mobil.


Sesampainya di sebuah tempat tidak lain adalah apartemen pribadinya Fandi,Ia pun membawa Ariel masuk ke dalam kamar.


Ia meletakkan Ariel dengan hati-hati agar tidak membangunkannya.


Hari mulai menunjukkan hampir jam 6 sore lalu Ariel terbangun dan melihat bahwa ia berasal di tempat tidur tetapi bukan tempat tidurnya, Tetapi ia melihat Fandi yang tertidur pulas di sampingnya tanpa baju hingga membuat Ariel terpana akan ketampanan Fandi.


"Gue cinta sama loh Fandi Axele Erixxa."ucap Ariel sambil mengelus pipi Fandi.


Tiba-tiba mata Fandi terbuka dan menangkap tangan Ariel hingga Ariel sekarang berada di atas badan Fandi.


"Gue juga cinta sama loh."ucap Fandi.


Tiba-tiba Fandi berguling hingga ia sekarang berada di atas dan Ariel di bawah.


"Loh....loh mau ngapain Gue?"tanya Ariel gugup.


"Gue cuma mau ciuman loh."jawab Fandi sambil mengedipkan matanya.


"Gue ngak mau."ketus Ariel.


Fandi hanya terdiam.


"Kenapa?"tanya Fandi.


"Gue belum siap sama loh."ucapnya jujur dengan kepala tertunduk.


Lalu Fandi membaringkan tubuhnya ke samping dan mengajak Ariel duduk.


"Gue tau, Gue ngak mungkin bisa sama loh.


Loh anak orang kaya sedangkan gue miskin.orang selalu beranggapan bahwa gue hanya ngambil hartanya loh."ucap Ariel.


Fandi hanya tersenyum,Ia mengecup bibir Ariel dengan lembut dan ******* bibirnya dengan lembut.


Awalnya Ariel Mencoba melepaskan ciumannya tersebut tetapi Fandi terus saja menciumnya.


"Gue percaya sama loh,Loh cinta sama gue bukan karena harta tapi memang karena cinta."tatap Fandi.


"Gue bisa meminta sesuatu ngak?"goda Fandi.


"Apa?"tanya Ariel.


"Gue minta loh jadi pendamping hidup gue?"ucap Fandi.


Ariel hanya terdiam dan tidak menjawab.


"Loh ngak usah khawatir tentang semua orang,Gue akan selalu ada buat loh."ucap Fandi sambil menatap Ariel.

__ADS_1


Ariel hanya mengangguk dan Fandi memberikan sebuah kalung permata merah kepada Ariel.


Setelah Ariel memakai kalung itu,Ia langsung memeluk Fandi erat dan Fandi pun membalas pelukan hangat Ariel.


__ADS_2