
sesampainya di rumah Ariel berberes beres dan merapikan kamar ya,setelah itu dia membersihkan dirinya lalu membaringkan tubuh nya di kasur.
"Uhhh...lelahnya, akhirnya aku bisa tidur juga."ucap batin Ariel.
"Oh ya aku lupa mengabarkan kepada ayah dan ibu aku Uda sampai."
Ariel pun mengambil handphone nya dari tas kecilnya dan menelepon orang tua nya.
"Ayah,aku sudah sampai."ucap ariel.
"Baiklah."ucap aja nya dan mematikan handphone ya.
Ariel pun turun ke bawah dan menuju dapur.
"Kamu nyari apa?"tanya kak Tika yang tiba tiba entah darimna muncul.
"Ah...kakak ngangetin aku aja."jawab Ariel sambil menutup kulkas yang tadi di buka oleh Ariel.
"Kamu lapar ya? mau ku buat kan makanan?"tanya Tika.
"Boleh tuh kak soalnya aku lagi mager ni.."sahut Ariel.
"Mager apa ngak tau masak!!!!"sambar Tika sambil mangejek Ariel.
"Dua duanya pun bisala"jawab Ariel.
"Oh ya dek,kakak Uda daftarin kamu ke sekolah yang terdekat dengan tempat kerjaan kakak,ngak papa kan biar sekalian kita bisa berangkat sama gitu...."jelas tika.
"Ya kak,ngak papa kok asalkan jangan terlalu kemahalan sekolah nya kasihan kakak.."jawab Ariel.
"Ngak papa Ariel kamu kan Uda aku anggap sebagai adem kakak lagian pula mama Andin tidak melarang aku menyekolahkan kan kamu kan."jelas Tika kepada Ariel.
"Baiklah kak"ucap Ariel
"Nih makanan nya sudah siap"ucap kak Tika sambil meletakkan makanan tersebut di atas meja.
"Makasih kakak ku tersayang. kakak ngak makan?."tanya Ariel yang sudah melahap makanannya duluan.
"Aku sudah makan tadi,kamu aja yang makan.aku mau berangkat kerja dulu nanti kalau kamu ada bantuan panggil saja pembantu ku yang ada di sini namanya bibi ningsi.
Tika pun meninggalkan Ariel di rumah sedangkan Ariel membersihkan piring kotor nya di dapur
"Uda non...biar bibi aja yang ngerjain"kata bi ningsi.
"Oh bibi,ngak papa BI tinggal dikit lagi kok ini."balas Ariel mencegah bi ningsi yang mengambil piring kotor dari tangannya.
"Baiklah non...saya kembali kerja dulu.eh,tapi maaf non"si bibi berbalik badan.
"Kalau boleh tau nama non cantik siapa ya"tanya bibi.
"Nama saya Ariel Amira putri bratmajaya bi"jawab Ariel sambil tersenyum.
"Nama yang bagus ya non"ucap bibi sembari meninggalkan Ariel.
Kemudian Ariel pun beristirahat di kamarnya untuk mempersiapkan dirinya besok masuk ke sekolah barunya.
__ADS_1
###Besoknya##
Pagi pagi Ariel menyiapkan sarapan pagi untuk nya dan Tika.
"Bagaimana sudah selesai,biar kita berangkat?"tanya tika.
"Sudah kak,ayo berangkat nanti kita terlambat."ucap Ariel.
Mereka pun berangkat.sesampainya di sekolah Ariel di buat tergangga akan sekolah barunya. sekolah itu terdiri dari beberapa anak orang kaya dan terpandang dan seketika ia menjadi takut jika teman temannya tau dia bukan anak kaya maka dia akan di bully habis habisan.
"Tunggu apa lagi?"tanya Tika.
"Kakak yakin aku akan bisa sekolah di sini?"tanya Ariel ragu.
"Kakak yakin sayang."ucap Tika sambil membelai rambut nya.
"Baiklah kak aku akan sekolah di sini"jawab Ariel penuh percaya diri
Ariel pun memasuki sekolah barunya tersebut.seaampainya di kelas Ariel di perkenalkan kepada teman barunya
"Nah Ariel, perkenalkan dirimu..."pintah ibu sari
"Hai nama saya Ariel Amira putri bratmajaya,saya berasal dari kota D dan saya di sini tinggal bersama kakak saya."ucap Ariel yang masih canggung.
Lalu mereka pun menjawab serentak kepada Ariel. "Hai."
"Nah Ariel kamu boleh duduk di bangku kosong itu"pintah ibu sari sambil menunjuk bangku yang dimaksud.
Ariel pun berjalan ke belakang dan tanpa sengaja seseorang wanita menendang kaki Ariel hingga terjatuh,sontak Ariel pun kaget,tiba tiba da sesosok laki laki menolong dirinya dan lelaki itu pun segera memeluk badan ariel.mata mereka saling bertatapan walaupun hanya sesaat.
Laki laki itu pun melepaskan pelukannya dari Ariel.
"Terima kasih"ucap Ariel
tapi laki laki itu tidak menggubris Ariel.
Ariel pun duduk di bangku kosong.
"hai nama ku rasyela panggil aku syela aja"sambil menjabat tangan.
"Ariel,namaku Ariel mulai sekarang kita berteman oke.."senyum Ariel pun mengembang.
"Baiklah"ucap syela.
lalu mereka pun fokus untuk belajar di hari pertama bersekolah.tetapi Ariel tak sengaja memandang ke arah laki laki yang sudah menolongnya tadi.
"Kamu lihat apa ril?"tanya syela.
"Oh ..emmm...ngak aku cuma lihat..."jawab Ariel terbata bata.
"loh Mandang muka Fandi kan?"tebak syela
"Muka siapa?"tanya Ariel untuk memastikan.
"Nama orang yang loh pelototi dari tadi itu Fandi alexe Erixxa,Ariel"jelas syela.
__ADS_1
"Oh itu namanya ya.."batin Ariel.
"Tau ngak, Fandi itu orang ya gimana gitu"jelas syela lain lagi dengan Ariel yang bingung dengan ucapan ya syela
"Maksudnya?"tanya Ariel.
"Iya loh dia itu ya ngak pernah senyum sama siapa pun.dia itu ketos di sekolah kita. banyak cewek yang suka Sama dia dan banyak juga di tolaknya mentah mentah."ucap syela.
"Mungkin dah punya pacar kali?"ucap Ariel menebak nebak.
"Ngak tau juga sih"ucap syela
"Ya Uda kita fokus aja dulu ke pelajaran nanti kita ngak tau loh"ucap syela yang sudah menulis jauh dari Ariel.
"Apa dia mungkin????..ah aku tak percaya dia itu Fandi"batin Ariel.
Ariel pun memutuskan untuk fokus dan tidak memikirkan Fandi Krena suatu hal.
Setelah selesai belajar,Ia tidak sengaja menatap ke arah Fandi yang semula dari tadi membuat ia ingin tahu siapa dirinya.
"Eh Syela gue mau nanya nih?"tanya Ariel sambil berbisik.
"Loh kan Uda kenal lama Ama Fandi,Dia tuh anak baru ya?"tanya Ariel.
"Nggak kok.mang kenapa?"ucap Syela.
"Ngak ada."ucap Ariel.
Tanpa Ariel sadari Cello memperhatikan Ariel dengan diam-diam.
Lalu Cello pun berbisik kepada Fandi.
"Fan... Fandi....tuh cewek kayaknya perhatikan loh dari tadi deh."aduh Cello.
Fandi hanya diam dan tak menggubris teman sebangkunya tersebut.
Setelah itu Cello dan Fandi pun keluar dari ruangan itu menuju ke kantin.
"Loh sering perhatiin tuh cewek ya kalau Mandang gue."tanya Fandi.
"Nggak juga sih."bela Cello.
Tiba-tiba tanpa sadar Fandi melihat Ariel dan Syela yang lagi di tahan sama Tasya, Tiba-tiba Fandi langsung mengangkat wajahnya.
Tiba-tiba saja Tasya entah ada masalah dan persoalan apa ia ingin menampar pipi Ariel, Tiba-tiba saja ada tangan yang mencegahnya.
"Fan... Fandi."ucap Tasya gugup.
"Apa-apaan loh?"ucap Fandi.
Tasya pun menjadi gugup.
"Jangan sekali-kali gue lihat loh nyakitin dia,Kalau ngak loh berurusan sama gue."ancam Fandi.
Lalu Fandi pun meninggalkan mereka.
__ADS_1