Dia Luka Yang Ku Rindu

Dia Luka Yang Ku Rindu
lamaran William


__ADS_3

Di hari Minggu yang cerah, Tika yang sudah bangun pun bersiap untuk lari pagi di sekitar rumah nya.


Saat ia ingin keluar ia melihat Ariel yang sedang duduk di ayunan, Tika pun mendekati Ariel.


"Tumben loh jam segini dah bangun? bukan biasanya loh masih ngorok ya."tawa Tika.


"Kalau gue masih ngorok ngapain gue ada di sini."ketus Ariel.


"Mau ikut ngak jalan pagi?"tanya Tika.


"Nggak mau, Kakak pergi aja."tolak Ariel.


Ariel pun masuk ke dalam rumah dan tiba-tiba saja datang sebuah mobil masuk ke halaman rumahnya.


"Tikaaa...."teriak seorang pria dari dalam mobil tersebut.


Tika yang bingung pun sontak kaget dan berteriak, "Willy...."sahut Tika.


Ariel yang mendengar teriak kan mereka langsung melihat dari lantai dua rumah.


Ia pun melihat Tika dengan seorang pria.


"Itu siapa?"batin Ariel.


Lalu Tika pun menyambut tamunya itu ke dalam rumah.


"Ariel... Ariel."teriak Tika.


Ariel yang mendengar teriakkan Tika pun langsung turun dari kamarnya.


"Ngapain teriak sih?Gue itu ngak budek kali kak."ucapnya penuh protes.


"Sini,Kakak mau kenalin kamu sama pacar kakak, namanya William.William ini adekku Ariel, Ariel ini William pacar gue."sambil memperkenalkan.


Mereka berdua pun berjabat tangan.


"William Pratama Ahdinugroho."ucap William.


"Ariel Amira Putri Bratmajaya."sahut Ariel.


"Bratmajaya?"bagaimana mungkin dia bisa menggandeng nama belakang Bratmajaya?itukan perusahaan ternama di negara ini?"batin William.


"Oh ya,Aku ingin izin membawa Kakak mu pergi jalan-jalan,Bolehkan?"tanya William.


"Aku sih setuju aja asalkan loh jaga Kakak gue dengan baik-baik."ucap Ariel ketus.


William pun mengangguk dan berpamitan untuk pergi bersama Tika.


Hari mulai menjelang malam, tetapi Tika dan kekasihnya pun tak kunjung datang.


"Anak ini kemana ya?ngak tau apa gue Uda khawatir banget."ucap Ariel.


Tak berapa lama datanglah sebuah mobil yang tadi dinaiki oleh Tika.


Ariel pun langsung turun dan membuka pintunya.

__ADS_1


"Loh kemana aja si?Gue panik tau pulang Uda jam segini?"tanya Ariel dengan pertanyaan yang bertubi-tubi.


"Khawatir amat loh sama gue?Gue barusan dari rumah Mama.William tadi datang ke rumah dan melamar aku."ucapnya dengan penuh kegembiraan.


"Lah, Uda mau serius toh,Loh sih ngak bilang kalau loh mau ke rumah Tante Dita gue kan ngak nyerocos."protes Ariel.


"Ya Uda gue minta maaf,Gue ngak ngasih tau loh.ya udah gue mau mandi dulu."ucap Tika sambil meninggalkan Ariel.


Lalu Ariel pun masuk ke kamarnya dan tertidur.


****Besok paginya....


kringggggg..... kringggggg...


bunyi jam Beker di samping tempat tidur ya Ariel dengan mata yang masih tertutup,Ia berusaha mematikan jam tersebut.


"Ribut amat sih nih jam Beker rang masih pagi juga."ucap Ariel sambil mengucek kucek matanya.


Tika yang membuka pintu pun langsung menyahut.


"Pagi darimana?Loh itu dah telat."ucap Tika.


Ariel yang tak percaya pun langsung melihat jam Beker ya kaget dan lari pontang-panting ke kamar mandi.


"Tuh anak ya ngak ada aja beda ya."ucap Tika sambil meninggalkan kamar Ariel.


Setelah buru-buru mandi, Ariel pun langsung bergegas pergi ke kampus nya. Ia menunggu bis atau pun taksi online tidak satu pun yang datang, akhirnya ia memutuskan untuk lari sekuat mungkin.


Sesampainya di kampus ia melihat banyak orang-orang sedang berkumpul.


"Nggak tau?Gue aja baru sampai."ucap Syela.


"Ya Uda kita masuk yok."ucap Ariel sambil ngos-ngosan.


"Lehhh....loh pasti telat bangun kan."tebak Syela.


Ariel pun hanya mengangguk.


Lalu mereka pun pergi ke kelas dan meninggalkan sekelompok kerumunan yang entah apa yang sedang mereka rebutkan Tersebut.


Ia pun datang ke kelas nya dan memulai pembelajaran.


Sadari tadi Syela melihat bahwa Ariel tidak seperti biasanya.ia memegang kepala Ariel dan merasakan badannya Ariel panas semua.


"Loh ngak papa kan ril"tanya Syela khawatir.


"Gue ngak papa."Jawab Ariel.


Ariel memang merasa badannya sakit semua,jiwa nya jelas meronta-ronta karena kepedihan yang ia rasakan di ungkit kembali ke masa depannya.


Iya terus berusaha menahan sakit nya sampai pelajaran selesai.


Saat jam pelajaran hampir selesai Fandi sama sekali tak memandang ke arah Ariel begitu juga sebaliknya.


Cello yang bingung pun langsung bertanya

__ADS_1


"Loh ngak cakapan tuh Ama cewek loh?"tanya Cello.


Fandi hanya diam tanpa mempedulikan kata Cello.


Saat jam pelajaran selesai semua orang pergi ke kantin karena Uda laper semua.


"Ariel ayo ke kantin"ajak Syela.


"Nggak deh, Loh aja ya."tolak Ariel.


Lalu Syela meninggalkan sahabatnya, Sementara itu Ariel tertidur di kursinya dan tanpa sadar saat Fandi ingin meninggalkan ruangan tersebut, badan Ariel tak seimbang dan akhirnya dia jatuh tetapi dengan sigap Fandi menangkap tubuh Ariel.


"Aril....ril... bangun loh."ucap Fandi.


Ariel yang sedari tadi di panggil Fandi tidak merespon lalu ia melihat wajah Ariel yang pucat.


"Badan loh pucat dan panas semua."ucap Fandi.


Lalu Fandi pun membawa Ariel ke UKS banyak orang yang melihat kejadian tersebut bagaimana tidak Fandi yang di kenal cowok yang masa bodo dan ngak pernah mau tau tetapi sekarang nampak sekali khawatir dengan kondisi Ariel.


"Tania tolongin gue."teriak Fandi.


Tania pun datang dan memeriksa keadaan Ariel.


"Bagaimana keadaan pacar gue."tanya Fandi.


"Dia pacar loh?"tanya Tania bingung.


Fandi pun hanya menatap tajam.


Tania adalah sahabat Fandi jadi ia sudah ngerti tatapan mata itu.


"Baiklah gue ngak akan ikut campur.cewek loh ngak papa,Ia cuma kecapean aja untung aja dia ngak sampai depresi."jelas Tania.


"Gue bisa masuk sekarang?"tanya Fandi dingin,Ia tidak ingin Tania menyadari bahwa ia sangat khawatir dengan kondisi Ariel.


Tania pun hanya mengangguk dan menyuruh Fandi agar tidak membangunkannya.


Fandi pun menatap Ariel yang sekarang sedang terbaring sakit dan menjaga Ariel.


Tiba-tiba saja ia mendapatkan sebuah surat untuk pertemuan antara para guru dan pengurus OSIS.


"Tania,Gue minta tolong loh jagain Ariel ya,Gue mau rapat dulu."pesan Fandi.


Lalu Fandi pun meninggalkan Ariel dan Tania di ruangan UKS.


Lalu Tania pun mendekati Ariel.


"Loh beruntung bisa dapatin Fandi."ucap Tania sambil tersenyum.


Bagaimana mana tidak mustahil sekali bagi para kaum hawa bisa mendapatkan cinta Fandi.


Bayangkan saja Fandi dan Sasha pacaran saat SMP di kota London dan berakhir saat di kuliah semester 2.


"Apa pun caranya, Gue akan jagain loh buat sahabat gue."ucap Tania.

__ADS_1


__ADS_2