Dia Luka Yang Ku Rindu

Dia Luka Yang Ku Rindu
Siapa dia....


__ADS_3

Setelah Ciko membantu Ariel memasukan barang belanjaan nya ia pun pergi meninggalkan Ariel di parkiran.


Fandi yang sedari tadi mencari Ariel tiba-tiba melihat Ariel sudah berada di parkiran.


"Siapa dia?"tanya Fandi tiba-tiba.


"Dia tadi yang bantuin aku pas kamu pergi gitu aja."ketus Ariel.


"Uda loh yang lama, Gue lagi yang disalahin."tuduh Fandi.


"Lah kan memang loh yang salah."tuduh Ariel tak mau kalah.


"Udahlah,Loh mau pulang ngak?"tanya Fandi.


Lalu mereka pun masuk dan pulang ke rumah.


Sesampainya di rumah...


Tok...tok...tok..


"Pa, Ariel pulang."teriak Ariel.


Lalu pintu pun terbuka.


"Ha?kok ngak ada orang?"tanya Ariel.


"Ya Uda gue cabut dulu."ucap Fandi.


Sebelum Fandi pergi tiba-tiba ada yang melempar kaca rumah Ariel dengan batu.


"Ahhhhhh."teriak Ariel.


"Ariel."teriak Fandi panik.


"Fandi gue takut."ucap Ariel sambil memeluk Fandi.


"Loh ngak papa kan?kepala loh berdarah."panik Fandi.


Lalu Fandi membawa Ariel ke kamar untuk mengobati lukanya.


"Ril, Lepasin pelukan loh.gimana gue mau ngobatin loh."kesel Fandi.


"Gue takut Fandi, Pokonya loh jangan tinggalin gue."bentak Ariel.


"Loh ya Uda minta maksa lagi."kesel Fandi.


Fandi pun meninggalkan Ariel sendirian di rumah.


"Lah semua orang kok belum pulang sih?"tanya Ariel yang takut.


Sampai jam 11 malam keluarga ya juga belum pulang.ternyata keluarga nya pergi ke luar kota tanpa memberi tahu Ariel.


"Lah masa iya gue sendiri?mana gelap lagi"ucap Ariel.


Sedangkan di rumah Fandi....


"Tuh anak lagi apa ya?"tanya Fandi.


"Lah Fandi kamu ngak bawa si Ariel nginap di sini?"tanya Mamanya Fandi.


"Memang keluarga nya kemana ma?"tanya Fandi.


"Keluarga nya sama ayah kamu tadi pergi ke luar kota."jelas Mamanya Fandi.


"Astaga."panik Fandi.


Lalu ia mengambil kunci mobil ya dan menuju ke rumah Ariel.


Sementara di rumah Ariel.....


"Papa, Mama kalian dimana aku takut."teriak Ariel.


Tiba-tiba ia mendengar bunyi dari dapur.

__ADS_1


"Siapa disana?"tanya Ariel gugup.


Ia mendekati ke arah sumber suara.ternyata rumahnya kemasukan maling.


"Ahhhhhh,Siapa kamu?"kaget Ariel melihat 3 orang yang memakai topeng hitam.


Lalu Ariel lari ke atas kamarnya untuk bersembunyi.


"Papa, Mama tolongggggg."teriak Ariel.


Tiba-tiba saja pintu Ariel di dobrak oleh maling tersebut.


"Hahahaha kayaknya kita dapat bonus nih cewek cantik."ucap pencuri pertama.


"Iya , Cantik pula itu bos."ucap pencuri lainnya.


"Kalian mau apa?"tanya Ariel ketakutan.


"Hahahaha bawa dia."suruh salah satu pencuri.


Lalu pencuri itu membawa ia ke dalam gudang dan mengikatnya.


"Lepasin gue."teriak Ariel.


"Diam,Loh diam aja disini,Biar kami sikat habis harta loh dulu baru kamu selanjutnya."ancam pencuri itu.


Sesampainya Fandi di rumah Ariel ia melihat pintu yang terbuka lalu ia masuk ke dalam.


"Ariel....Ariel... Dimana loh Ariel?"teriak Fandi.


Tak mendengar jawaban, Fandi mencari Ariel ke seluruh ruangan.


"Tolong....Tolong...."teriak Ariel.


"Itu suaranya Ariel."ucap Fandi.


Lalu ia mendobrak sebuah pintu dan melihat Ariel sedang di ikat oleh ketiga pencuri tersebut.


"Lepasin dia."bentak Fandi.


Lalu pencuri itu melawan fandi.tak sampai 15 menit mereka semua kalah ditangan Fandi.


Tiba-tiba salah'satu pencuri mengarahkan pisaunya ke leher Ariel.


"Loh jangan pernah sedikitpun buat dia terluka kalau ngak.."henti Fandi.


"Hahahaha,Kenapa? kau takut?"tanya pencuri tersebut.


"Fandi tolongin gue."tangis Ariel.


2 pencuri itu langsung sigap memegang tangan Fandi.


"Ha,Tertipu kan loh!"ejek pencuri tersebut.


"Sekarang loh lihat ini sayang."ucap pencuri tersebut ke Ariel.


Kedua orang yang memegang Fandi tadi langsung mendekatkan Fandi ke bos mereka dan tanpa segan-segan mereka memukul Fandi secara berulang-ulang.


Dan Fandi pun tersungkur lemas.


"Ha sekarang giliran loh."ucap pencuri tersebut.


Lalu pencuri tersebut melepaskan ikatan tali Ariel dan membawanya ke dekat dinding.


"Loh rasain ini."ucap pencuri tersebut.


Lalu ia membenturkan kepala Ariel ke dinding dan mendorong nya kuat ke arah barang-barang yang berkaca hingga kepala dan bibir nya berdarah.


"Loh puas?"ucap pencuri tersebut sambil menjambak rambut Ariel.


"Tolong lepasin gue."ucap Ariel.


Fandi yang lemas pun tiba-tiba mengepalkan tangannya dan menghajar kedua pencuri yang memegangnya sampai pingsan.

__ADS_1


Lalu ia mengajar bos pencuri tersebut hingga membuat pencuri tersebut pingsan di lantai.


"Ariel,Loh ngak papa?"tanya Fandi sambil menghampiri Ariel.


Tiba-tiba Ariel terjatuh dan pingsan dengan sigap Fandi menangkap tubuh Ariel dan membawanya ke kamar.


"Ariel aku mohon bangun."ucap Fandi khawatir.


Lalu Fandi mengobati kepala Ariel yang terluka dan membersihkan badan Ariel.


Setelah ia membersihkan semua badan Ariel dari luka ia pun membaringkan Ariel ke tempat tidur nya.


Fandi pun tidur di samping Ariel dan memandang wajah dinginya Ariel sambil mengelus pipi Ariel.


"Maafin gue Ril, Gue seharusnya ngak ninggalin loh tadi."ucap Fandi.


"Makanya jangan tinggalin gue lagi."ucap Ariel tiba-tiba yang terbangun.


"Loh dah bangun?"tanya Fandi.


Ariel hanya mengangguk.


"Ya Uda loh tidur."ketus Fandi.


"Ngak mau ah nanti yang ada loh ninggalin gue lagi."ucap Ariel.


"Ngak gue ngak akan ninggalin loh."bujuk Fandi.


"Fan,Tangan kamu berdarah?"tanya Ariel.


"Ngak papa kok,Itu mah luka kecil."ucap Fandi.


"Ngak papa gimana?nanti kenak infeksi loh!Sini biar aku obatin."ucap Ariel sambil membawa kotak P3K.


"Loh mau ngapain?"tanya Fandi.


"Yah obati luka kamu lah!"teriak Ariel.


"Ngak usah."tolak Fandi.


Ariel mengambil paksa tangan Fandi yang berisi luka semua.Ia membersihkan dan mengobati luka tersebut secara perlahan agar tidak membuat Fandi merasa kesakitan.


"Nih Uda gue obatin."ucap Ariel dengan penuh semangat.


Fandi hanya diam dan memilih untuk berbaring kembali.


"Eh,Loh mau ngapain?"tanya Ariel tiba-tiba.


"Ya mau matiin lampu la!"jawab Fandi.


"Loh mau ngapain matiin lampu?jangan macam-macam ya gue teriak nih."ancam Ariel.


"Gue ngak bisa tidur kalau lampu ngak dimatiin."protes Fandi.


Lalu Fandi mematikan lampu dan tertidur sedangkan Ariel hanya membalikkan tubuhnya.


"Gelap sekali."ucap Ariel.


"Loh belum tidur?"tanya Fandi.


Ariel hanya menggelengkan kepalanya dan tiba-tiba dari belakang Fandi memeluk Ariel.


"Loh ngapain meluk gue?"protes Ariel.


"Loh katanya takut!"tegas Fandi.


"Ya ngak usah pake meluk segala ngak bisa apa?"protes Ariel sambil melepaskan pelukan Fandi.


Tiba-tiba kilat datang dengan sangat terang beserta suara petir yang kuat.


"Ahhhhhh,Fandi aku takut."ucap Ariel sambil memeluk Fandi erat.


"Katanya loh ngak bisa dipeluk?"goda Fandi.

__ADS_1


"Ya Uda deh peluk gue aja,gue takut."ucap Ariel.


Lalu Fandi memeluk Ariel sampai Ariel tertidur.


__ADS_2