
Besoknya....
"Kenapa anak ini bisa ada disini?"tanya Ariel.
Lalu ia melihat tangan Fandi mengengam tangannya.
"Fandi bangun."ucap Ariel membangunkan Fandi.
Fandi akhirnya terbangun.
"Oh kamu Uda bangun?"tanya Fandi dengan suara khas bangun tidur.
"Kamu kenapa ada disini?"tanya Ariel.
"Kemarin aku mau jemput kamu tapi aku lupa ngabarin ternyata kamu Uda pulang duluan dan pas aku sampai di kamar mu kukira kamu tertidur pulas ternyata kamu demam tinggi semalam."jelas Fandi sambil mengucek matanya.
"Jadi semalam aku sakit?"tanya Ariel.
Fandi hanya mengangguk.
"Fandi kamu tidur di atas sini."suruh Ariel.
"Buat apa?"tanya Fandi.
"Naik aja."jawab Ariel.
Lalu Fandi tidur di samping Ariel dan memeluk bantal guling punya Ariel.
"Makasih banyak Fandi,Loh istirahat dulu ya."ucap Ariel sambil mengelus kepala Fandi.
Lalu Ariel turun dan pergi ke dapur.
"Pagi non Ariel."sapa bibi ningsi.
"Ya bi.oh ya hari ini saya yang masak ya Bi."ucap Ariel.
"Tapi kan non ini tugas bibi."ucap bi ningsi.
Ariel tersenyum dan mengucirkan rambutnya ke atas dan mulai mengambil ahli bagian dapur.
Bibi ningsi yang melihat itu langsung pergi dan membersihkan ruangan lain.
45 menit kemudian makanan sudah selesai semua.Ariel naik ke atas dan membangunkan Fandi.
"Fandi ayo sarapan dulu."ucap Ariel.
Lalu Fandi bangun dari tidurnya dan membersihkan mukanya dan turun kebawah.
"Banyak amat makanannya?"tanya Fandi.
Tingtong......
"Aku yang buka."cegah Fandi.
Lalu Fandi membuka pintu.
"Mama,Papa kalian kok ada disini?"tanya Fandi.
"Kami ngak di bolehin masuk nih?"goda Mamanya Fandi.
Lalu mereka masuk ke dalam rumah.
"Makanannya banyak amat."kaget Mamanya Ariel.
"Iya kan kata Mama semalam Mama mau kesini ya sekalian sarapan pagi aja kita semua."ucap Ariel.
Lalu mereka duduk bersama dan menyantap hidangan yang disajikan.
"Oh ya Ariel, Fandi kalian Uda pesan semuanya untuk acara pernikahan kalian?"tanya Mamanya Ariel.
"Nih nanti kami mau lihat dulu ma."balas Ariel.
"Oh ya kalau di hotel Mama gimana?"tanya Mamanya Ariel.
__ADS_1
"Hotel Mama?"tanya Ariel bingung.
"Yops disitu aja jeng lebih strategis."usul Mamanya Fandi.
"Kalau Papa?"tanya Mamanya Ariel.
"Papa mah terserah aja mi."Jawab Papanya Ariel.
"Nanti kami kabarin Ma,Pa,Tante, Om.sekarang kita sarapan dulu."ucap Fandi.
Mereka pun makan bersama,Selesai makan para orang tua pergi ke ruang tengah untuk mengobrol sedangkan Ariel mencuci piring.
"Sini aku bantu."ucap Fandi tiba-tiba.
"Ngak usah aku aja."cegah Ariel.
"Eh ngak boleh gitu loh."goda Fandi sambil mengoleskan busa ke hidungnya Ariel.
"Ih Fandi....."kesel Ariel.
Mereka pun saling mencolek bisa ke wajah dan setelah becanda mereka membersihkan piring kotor itu.
"Sayang kami pamit pulang dulu ya."Ucap Mamanya Fandi.
"Iya ma kami juga mau siap-siap berangkat."ucap Fandi.
Mereka pun pamit pulang dan Ariel pun pergi ke kamar untuk mandi.
"Ril,Cepat mandinya ya....."teriak Fandi.
"Ah Fandi kan ada kamar mandi bawah."teriak Ariel kesel.
"Ah atau enggak kita mandi berdua."teriak Fandi.
"Ngak mau ah....."tolak Ariel.
Karena Ariel tak mendengar jawaban dari Fandi,Ia membukakan pintu dan memeriksanya.
"Ah Fandi......"teriak Ariel karena kaget melihat Fandi yang tiba-tiba ada di dalam kamar mandi.
"Keluar ngak sekarang...."teriak Ariel.
"Ngak."ketus Fandi.
"Kan gimana mau cepat coba,Kamu juga mandi di situ?"tanya Ariel kesal.
"Ariel awas ada kecoaaa..."teriak Fandi.
Sontak Ariel ketakutan dan langsung lompat ke arah Fandi dan memeluknya erat.
"Akhirnya....."ucap Fandi penuh senyuman.
"Apa?"tanya Ariel.
Fandi hanya mengedipkan matanya sebelah dan sontak Ariel tersadar.
"Fandiiii,Loh tuh ngambil kesempatan banget sih."kesel Ariel.
"Kesempatan tapi loh masih meluk gue?"goda Fandi.
Sebelum Ariel melepaskan pelukannya dengan sigap Fandi mendaratkan ciuman manis di bibirnya.
Ia ******* bibir Ariel dengan lembut dan memainkan dengan perlahan.Ariel yang awalnya menolak jadi mengikuti permainan bibirnya Fandi.
Dengan nakalnya,Tangan Fandi membuka handuk yang menutupi tubuh Ariel tadi dan mencampakkan ke lantai dan mulai meraba badan Ariel.
Ariel melepaskan ciumannya dan menggelengkan kepalanya.
"Tenang aku akan lakukan pelan-pelan."ucap Fandi.
Fandi memainkan kembali permainan bibirnya dan mulai meraba kedua buah kembar di dadanya Ariel.
Sementara itu ia mulai melancarkan permainannya.
__ADS_1
Ia mencium lehernya dan meninggalkan beberapa bekas biru di lehernya.
"Kita mulai sekarang,Aku sudah tidak sanggup menahannya."ucap Fandi.
"Aku takut."gugup Ariel.
"Kenapa?"tanya Fandi.
"Aku kan akan menjadi calon suami kamu"goda Fandi.
"Ngak Fandi,Aku blom siap."ucap Ariel menunduk.
Lalu Fandi keluar dari bak mandinya dan meninggalkan Ariel di dalam.
Fandi pun keluar dan memakaikan bajunya sedangkan Ariel hanya terdiam.
"Pakai bajumu biar kita berangkat."suruh Fandi ketus.
Lalu Ariel memakai bajunya dan mereka berangkat.
"Siapa yang suruh kamu duduk di depan?"ketus Fandi.
"Lah aku duduk di belakang maksudnya?"protes Ariel.
"Iya."ketus Fandi kembali.
Lalu Ariel pindah duduk ke belakang dan memasang wajah cemberut.
Fandi sesekali hanya bisa meliriknya diam-diam.ia melihat Ariel yang duduk diam sambil melipat tangannya sambil memandang ke luar jendela.
"Kita ke hotel Mama kamu dulu."ucap Fandi.
Ariel hanya diam dan tidak menggubris.
Lalu Fandi menancapkan gasnya ke hotel kepunyaan Mamanya Ariel.
Sesampainya di hotel Ariel masih memasang wajah cemberut ya.
Lalu Fandi menarik tangan Ariel dan mereka masuk ke dalam aula hotel.
"Ini hotel punya Mama?"tanya Ariel tak percaya.
"Ya ini tempat kita melaksanakan pernikahan kita nanti."ucap Fandi.
Ariel memandang dan berkeliling ke hotel Mamanya.
"Jadi apa kamu Uda setuju kita melaksanakan disini?"tanya Fandi memastikan.
Fandi hanya mengangguk.
"Ya Uda ayo kita pergi ke tempat butik!"ucap Fandi.
"Buat apa?"tanya Ariel polos.
"Beli baju pernikahan kita Ariel."ucap Fandi.
Lalu mereka pergi ke butik dan membeli pakaian yang mereka maksudkan.
Tiba-tiba Ariel bertemu dengan Sasha dan Wanda.
"Kalian disini?"tanya Ariel kaget.
"Hahahaha mang nih butik punya bokap nyokap loh apa?"ucap Sasha.
"Kak, Emang dia punya uang apa bisa beli barang disini?"tanya Wanda.
Ariel tidak menjawab dan pergi meninggalkan mereka berdua.kesal karena tidak diacuhkan Wanda menjambak rambut Ariel hingga Ariel merasa kesakitan.
"Lepasin rambut gue."teriak Ariel.
Tiba-tiba seseorang melepaskan tangan Wanda dari rambut Ariel.
__ADS_1
"Pandi?"kaget Sasha.
Sasha dan Wanda pun hanya terdiam ketakutan melihat Pandi yang sudah mengepalkan tangannya.