
Setelah jam pelajaran selesai, Ariel langsung menemui Fandi
"Fan betulan nyokap loh sakit?"tanya Ariel.
Fandi hanya mengangguk.
"Ril,Loh jadi kan ikut?"tanya Fandi.
Ariel hanya mengangguk.
"Nih,Loh sarapan dulu."suruh Ariel sambil memberikan sebuah bekal kepada Fandi.
"Apa nih?"tanya Fandi.
"Loh belum sarapan kan? jadi loh mesti makan kalau ngak, Gue ngak mau ikut loh!"ancam Ariel.
Fandi hanya tersenyum tipis ke arah ariel.banyak orang yang heran mengapa dengan mudahnya Ariel mendapatkan cinta Fandi.
Senyuman tipis Fandi tidak hanya dilihat oleh Ariel tetapi sebagian kamu hawa di kelasnya dan salah satunya Tasya.
Ada yang sampai salah tingkah,ada yang terpesona,ada yang terus menatap,bahkan ada yang iri.
"Kenapa?"tanya Fandi.
"Gue ngak suka."Rajuk Ariel.
"Nggak suka kenapa?"tanya Fandi.
"Mereka pada tergila-gila sama loh"ketus Ariel.
Melihat Ariel yang merajuk, Fandi langsung tersenyum tipis dan mengambil dagu Ariel dan mencium bibir ya.
Sontak semua orang yang dikelas menjerit histeris dan beberapa pria jadi ngak berani lagi mendekati Ariel.
Takut di apa-apain sama Fandi.
"Loh ngapain cium gue?"tanya Ariel dan melepaskan ciumannya.
"Biar loh percaya kalau cuma loh yang ku cinta sekarang."ucap Fandi,hingga membuat semua wanita di kelas 100% ingin menyingkirkan Ariel demi mendapatkan Fandi.
"Sekarang loh suapin gue!"suruh Fandi.
Lalu Ariel menyuapi Fandi makan sampai selesai.
"Makanannya enak,Siapa yang buat?"tanya Fandi,sambil membersihkan sisa makanan di mulutnya.
"Gue."ucap Ariel.
"Oh ya? berarti loh Uda cocok banget dong nikah Ama gue"ucap Fandi.
Ariel hanya diam dan menganggap itu sebagai bahan candaan.
"Nanti kita beli buah ya!"suruh Ariel.
Fandi hanya mengangguk.
Setelah pelajaran selesai mereka langsung pergi ke toko buah untuk di bawa ke rumah sakit.
Setelah mereka mendapatkan yang
__ADS_1
mereka ingin beli mereka langsung menuju ke rumah sakit.
Tok...tok..tok...
"Silahkan masuk."ucap ayah Fandi.
Lalu mereka pun masuk ke dalam kamar.
"Selamat siang Tante."ucap Ariel.
"Eh,Nak Ariel kamu kok bisa tau Tante di rumah sakit?"tanya Mamanya Fandi.
"Iya Tante, Fandi yang beri tahu."ucap Ariel sambil meletakkan buah tersebut diatas meja.
Lalu Ariel pun menjaga dan menemani Mamanya Fandi sampai sore,Lain halnya dengan menantunya sendiri yang sekarang entah kemana melayap.
"Pandi,Istri kamu mana?"tanya Ayah.
Pandi hanya menggeleng kepala.
Mamanya Pandi menghembuskan nafasnya kasar.lalu menatap ke arah Ariel dan tersenyum.
"Ariel apakah kamu Uda membicarakan hubungan kalian dengan Fandi?"tanya Mamanya Fandi tiba-tiba.
"Ma, Apaan sih nanya gituan?"sambar Fandi.
"Maksud Tante?"tanya Ariel.
"Apa kalian akan melanjutkan hubungan kalian ke jenjang yang lebih serius?"tanya Mamanya Fandi.
Fandi nampak cemas dan bimbang karena ia takut kalau ariel akan menolak pernikahan itu karena ia takut itu akan terlalu cepat buat Ariel.
"Jika Fandi sudah siap maka Ariel lebih siap Tante."ucap Ariel tiba-tiba.
"Baguslah jika itu pilihannya,Karena mama lihat hubungan kalian semakin erat saja."ucap Mama.
Bagaimana tidak semenjak mereka jadian mereka bagaikan sudah di lem sama sekali tak bisa dipisahkan.jika Fandi ada rapat OSIS maka Ariel akan setia menunggu Fandi begitu pula dengan Ariel jika ia ada urusan penting Fandi akan setia menemani dan menunggu ya.
Tiba-tiba saja pintu terbuka dan mereka melihat ke arah pintu tersebut.
"Ayah....Ibu...."teriak Ariel sambil memeluk Ariel.
"Sayang mama......"teriak Mamanya Ariel sambil memeluknya.
"Darma?Loh Uda sampe?"tanya Ayahnya Fandi sambil memeluk ayahnya Ariel.
"Sudah dong."balas Ayahnya Ariel dan mereka pun berpelukan.
"Om Darma,Apa kabar?"tanya Fandi sambil menjabat tangan Ayahnya Ariel.
"Baik nak."sapa ayahnya Ariel.
"Tunggu dulu,Jadi kalian semua Uda kenal?"tanya Ariel bingung.
Mereka semua pun mengangguk.
"Kenapa ayah ngak bilang kalau ayah mau ke sini?"tanya Ariel.
"Ayah cuma mau buat kejutan saja."ucap Ayah.
__ADS_1
"Ayah, Aku pamit mau pulang dulu."ucap Pandi.
Saat Pandi melewati Ayahnya Ariel,Ayah nya menatap tajam ke arah Pandi bagaimana tidak, Semenjak ia mengetahui bahwa Pandi menyakiti hati anaknya,Ia berusaha untuk membuat anaknya lupa dengan Fandi.
"Bagaimana keadaan mu teman lama ku?"tanya ayah nya Ariel kepada Mamanya Fandi.
"Aku baik-baik saja."ucap Mamanya Fandi.
"Bagaimana dengan urusan anak kita jeng?"tanya Mamanya Ariel.
Ariel pun langsung bingung dan bertanya-tanya.
"Urusan apa ma?"tanya Ariel.
"Urusan pernikahan kita sayang."sambar Fandi sambil mengelus rambut Ariel.
"Aduh lihat masih pacaran aja Uda romantis banget, Apalagi kalau Uda nikah ya pi."ucap Mamanya Ariel.
"Jadi Ibu dan Ayah Uda tau kalau aku dilamar oleh Fandi?"tanya Ariel.
Orang tua Ariel hanya mengangguk.
"Tapi Ma,Kita kan orang miskin mana mungkin aku bisa menikah dengan orang kaya."ucap Ariel karena ia takut kalau semata-mata mereka hanya memandang dari harta.
"Sayang sebenarnya ada sesuatu yang belum kamu tau tentang keluarga kita."jelas ibunya Ariel.
"Mulai sekarang kamu panggil kami Papa dan Mama,Oke!"ucap Papanya Ariel.
"Sebenarnya kamu itu anak orang kaya sayang,Tapi Papa dan Mama merahasiakan hal ini dari kamu?"jelas Papanya Ariel.
"Kenapa pa?"tanya Ariel.
"Karena Papa tau banyak yang akan melukai kamu dan banyak orang yang akan membuat nyawa kamu jadi terancam."jelas Papanya lagi.
Tapi Ariel hanya diam dan bingung dengan alasan Papanya tersebut.
"Intinya kamu akan tau kalau Papa merahasiakan kamu dari siapa pun itu orangnya.makanya Papa ngak pernah ajak kamu ke luar ataupun Apa pun itu agar tidak ada orang yang akan melukai kamu."jelas Mamanya Fandi.
Ariel pun hanya terdiam dan menuruti perintah orang tua nya.
"Sekolah yang kamu dan Fandi tempati sekarang adalah sekolah milik Papa pribadi."ucap Papa Ariel.
"Pantesan Papa suruh aku sekolah di situ."batin Ariel.
"Kalau rumah,Rumah asli kalian ada di London sama seperti rumah asli kami"jelas Ayah nya Fandi.
"Jadi mulai sekarang semua aset perusahaan dan apa pun itu akan jatuh ke tangan kamu nanti ya."ucap Papanya Ariel.
"Tapi setelah kalian menikah dulu."potong Mamanya Fandi.
Lalu mereka pun tertawa dan berbagi cerita, Fandi dan Ariel hanya diam menyaksikan pertemuan antara sahabat lama tersebut.
"Senang ya bisa buat mereka berkumpul."ucap Fandi sambil tersenyum.
"Maksudnya?"tanya Ariel.
"Sebenarnya gue yang nyuruh bokap Ama nyokap loh kemari.saat gue tau loh anak dari Om Darma gue langsung otw ke rumah kalian."jujur Fandi.
"Lah kok loh ngak bilang?"kesal Ariel.
__ADS_1
"Ya ngak papa kan yang penting kita Uda di restuin."goda Fandi.
Lalu mereka pun di situ sampai malam menyambut.