Dia Luka Yang Ku Rindu

Dia Luka Yang Ku Rindu
Kami jadian....


__ADS_3

"Akhirnya sampai juga."lega Ariel.


"Ya Uda yuk masuk."ajak Dino buru-buru.


Dino menarik tangan Ariel dan lari menuju ruangannya di tengah jalan Dino berhenti karena ada seseorang di depan mereka.


"Wanda."kaget Ariel.


"Hai maaf ganggu adegan romantis kalian."ucap Wanda sambil tersenyum.


"Loh mau ngapain?minggir."suruh Dino.


Lalu Dino mengambil kembali tangan Ariel dan menuju ruangannya.


"Ah makasih ya Dino loh dah banyak bantu gue."ucap Ariel.


"Santai aja kali lagian kita kan sama-sama ada ulangan sekarang."ucap Dino.


"Oh ya ulangan maaf ya Din gue masuk dulu mau belajar."pintah Ariel.


Ariel pun masuk dan Dino kembali ke ruangan ya.


"Sayang kamu lagi apa?"tanya Wanda yang tiba-tiba sudah duduk di sebelah Dino.


"Wanda?loh ngapai duduk di sini?kursi loh di sana."tunjuk Dino sambil memalingkan wajahnya.


"Aku cemburu tau lihat kamu sama Ariel tadi."goda Wanda.


"Ngapain juga loh cemburu?"bentak Dino.


"nih kalau ngak karna gue mau hartanya si Dino ,Gue juga ogah mohon-mohon ama nih anak."batin Wanda.


Lalu Dino mengeluarkan sesuatu dari dalam tas nya.


"Ini buat aku?"tanya Wanda sambil merebut barang tersebut.


"Apaan sih ha."bentak Dino sambil merebut kembali barang itu.


Lalu Dino pergi meninggalkan Wanda serta membawa sebuah kotak tersebut ke kelasnya Ariel.


"Dino?"tanya Syela memastikan.


"Eh Syela loh ada disini?"tanya Dino gugup.


"Iya nih gue baru siap rapat.loh mau Kemana?"tanya Syela.


"Eh gue...gue..."ucap Dino sambil gugup.


"Dino?kamu sakit?"tanya Syela.


"Bukan Syela,Aku hanya ingin memberikan ini untuk mu."ucap Dino sambil memberikan kotak tersebut.


"Ini apa?"tanya Syela.


Syela pun membuka isi kotak tersebut.


"Dino ini semua kan Poto gambar aku!kamu...."tanya Syela.


"Yah Syela maaf.selama ini aku diam-diam memendam perasaan sama kamu.


Jujur aku suka sama kamu mulai beberapa hari yang lalu tapi...."henti Dino.


"Tapi apa Dino?"tanya Syela kepo.


"Tapi gue takut loh ngak akan mau terima gue."ucap Dino.


"Dino Fadli Abraham,Aku juga selama ini suka sama kamu."ucap Syela.


"Tapi kamu mau kan bantuin aku?"tanya Dino.


"Bantuin aku untuk menghapuskan segala perasaan ku ke Ariel agar aku bisa mencintaimu seutuhnya."jujur Dino.


"Baiklah Dino Fadli Abraham ku tersayang."ucap Syela gembira.

__ADS_1


Lalu Dino memeluk Syela.


Sementara itu Wanda melihat Syela dan Dino berpelukan panas lah hatinya.


"Awas kau ya Syela, Gue akan hancurkan hidup loh sesudah gue hancurkan hidupnya Ariel."ucap Wanda sambil mengepalkan tangannya dan pergi.


"Ya Uda aku masuk dulu ya sayang."pamit Syela.


Dino hanya mengangguk dan tersenyum.


Sesampainya di kelas....


"Aduh Ariel ku sayang akhirnya kami bisa jadiannnnn."teriak Syela menggelegar dan memeluk Ariel hingga hampir kehabisan nafasnya.


"Sye.....Syela gue ngak bisa nafas."ucap Ariel sambil memukul punggung Syela.


Syela langsung melepaskan pelukannya dari Ariel.


"Loh kenapa sih? untung nafas gue masih nyangkut."protes Ariel.


"Tau nggak Ril?gue jadian sama Dino."ucap Syela.


"Oh ya? kapan? tanya Ariel bahagia.


"Barusan Ril!!!!"ucap Syela.


"Selamat ya Syela akhirnya loh ngk jomblo lagi wkwkwk."ejek Ariel.


"Dasar loh ya."kesel Syela.


Lalu mereka melanjutkan pembahasan mereka.


"Ril si Fandi mana?"tanya Syela.


"Gue ngak tau."ketus Ariel.


"Lah loh kan calon tunangannya?"teriak Syela yang membuat seisi kelas heran.


"Tunangan?siapa yang tunangan?"tanya Tasya.


"Apa?"kaget seluruh kaum hawa di kelas hingga membuat para pria kaget.


"Dih ngeri...."ucap Syela.


"Loh juga ngapai bilang gue mau tunangan sih "protes Ariel.


"Ril... Ril loh sembunyikan juga semua orang akan tau kan." sadar Syela.


Tiba-tiba HP Ariel berdering.


"HP loh ril bunyi."ucap Syela.


"Uda biarin aja."ketus Ariel.


"Kalian berantam?"tanya Syela.


"Ngak lah,Kita kan mau ujian jadi aku mau fokus aja dulu."jawab Ariel.


Lalu Ariel mematikan handphone ya.


Sementara itu.....


"Tuh anak kenapa ngak jawab telpon ku ya?"tanya Fandi.


Lalu ia mencoba menghubungi Cello, Sayangnya HP Cello pun mati.


"Lah nih semua orang pada mati apa?ngak ada satu yang jawab?"tanya Fandi heran.


Tiba-tiba sekretaris Fandi datang ke ruangan Fandi.


"Maaf pak Fandi kita harus segera mengadakan meeting ini."ucap Alex.


"Baiklah,Saya akan kesana."ucap Fandi.

__ADS_1


Lalu Alex dan Fandi pergi meeting.


Sorenya......


"Hai sayang,Hai Ariel."sapa Dino sambil menghampiri mereka.


"Sayang mau pulang?"tanya Syela.


"Belum nih,Ayo jalan-jalan?"tawar Dino.


"Boleh tuh.eh Ariel gue pamit Luan ya mau jalan-jalan dulu."pamit Syela.


Ariel hanya mengangguk dan pergi.


"Mungkin Ariel Uda pulang.lebih baik aku jemput aja kan sekalian jalan searah ke rumah."batin Fandi.


Lalu ia mengambil kunci mobil ya dan melajukan mobilnya dengan kecepatan tinggi.


Sesampainya di kampus....


"Permisi Bu apakah Ariel Uda pulang?"tanya Fandi kepada ibu sari.


"Mungkin Uda nak."jawab ibu itu.


Lalu ibu Sari pamit dan meninggalkan Fandi.


"Eh...eh itu bukannya Fandi ya??? Ahhhh ganteng banget!!"teriak Tasya yang membuat seluruh kaum hawa menggelegar berteriak.


Dengan cepat Fandi masuk ke dalam mobil sebelum para harimau betina itu mangsanya.


"Loh dimana Ariel?"tanya Fandi.


Fandi terus melajukan mobilnya ke segala arah dan sudut kota tapi tidak juga bisa menemukannya.


"Apa dia Uda sampai rumah ya?"tanya Fandi.


Lalu ia melajukan mobilnya ke arah rumahnya.


Sesampainya di rumah.....


"Ariel...Ariel?"teriak Fandi.


"Oh tuan muda.silahkan masuk."ucap bibi ningsi.


"Ariel ada di sini bi?"tanya Fandi.


"Iya tuan.non Ariel ada di atas."ucap bibi ningsi.


Lalu Fandi berlari ke atas dan menghampiri Ariel.


Ceklekkkkk


"Ariel...."panggil Fandi.


Fandi membuka pintunya lebar dan melihat Ariel sedang tertidur pulas.


"Tidur rupanya."ucap Fandi.


Ia pun menghampiri Ariel dan duduk di samping Ariel.


"Aku kira kamu kenapa-kenapa."ucap Fandi sambil mengelus rambut Ariel.


"Ril,Badan kamu panas!!"ucap Fandi khawatir.


Fandi memegang jidatnya Ariel dan mengengam tangan Ariel yang basah.


"Ya ampun Ariel badan kamu Panas."panik Fandi.


Lalu Fandi memanggil ni ningsi menyuruhnya untuk membawa kompres.


Lalu Fandi membetulkan posisi Ariel dan mengompresnya.


"Kamu kok bisa sakit sih?"ucap Fandi khawatir sambil memeras kain kompresanya.

__ADS_1


Lalu ia merawat Ariel dan menjaga Ariel yang sedang terbaring sakit.


__ADS_2