Diam-diam Akad

Diam-diam Akad
Prolog


__ADS_3

Yana kamila adalah seorang guru TK di sebuah sekolah bertaraf internasional, dia memiliki saudara kembar yang bernama Yuna Kemala. kembaran nya seorang model, dia anak dari pasangan pengusaha Adrian Kusuma dan Irene indah Kusuma, siapa yang tidak mengenal mereka. Nama mereka cukup dikenal dikalangan pembisnis. Dari kecil ia selalu di tuntut untuk mengalah dari saudari kembarnya, meskipun mereka kembar tapi ternyata Yuna memiliki tubuh yang lebih lemah dibandingkan Yana. orang tuanya selalu memanjakan Yuna dengan memberikan semua yang di inginkannya.


"Yana, bagaimana dengan kerjaan mu?" tanya Irene ketika mereka berkumpul dimeja makanan untuk sarapan.


"Alhamdulillah baik-baik saja mom." jawab Yana dengan muka datar.


selang beberapa lama, Yuna pun turun menghampiri kedua orang tuanya dan saudari kembarnya, dia memang selalu terlambat turun untuk sarapan dikarenakan jadwalnya yang akhir-akhir ini sangat padat dan mengharuskan nya pulang larut malam.


"Pagi mom, dad and my sister." ucap Yuna sembari mencium pipi mereka satu persatu.


"Pagi sayang." sang ibu mencium kembali sang putri.

__ADS_1


"Pagi nak, gimana kabar kerjaan mu. daddy liat beberapa hari ini sangat padat, kamu baik-baik saja kan. tidak ada keluhan sakit apapun kan?" sang ayah sangat mengkhawatirkan putrinya karna keadaan tubuh putrinya itu sangat lemah di bandingkan putrinya yang satu lagi.


"Dad, i'm ok. jangan khawatir, Yuna selalu meminum vitamin yang diberikan sama Yuna." dia berusaha menenangkan kekhawatiran sang ayah. Memang jika menyangkut kesehatannya orang tuanya memang sedikit bawel tapi dia tau kalau itu untuk kebaikannya.


Yana berdiri, dan menyalim sang ayah dan ibunya untuk berpamitan. Tanpa mengucapkan apapun dia melangkah pergi, sementara orang tua dan saudarinya menatap bingung melihat kepergian Yana yang tanpa kata itu. sang ibu merasa kalau putrinya itu sangat jauh dari mereka dan dia merasa gagal menjadi seorang ibu, dia bahkan tidak tau apapun tentang putrinya. sedangkan sang ayah hanya melihat kepergian putrinya kemudian menghembuskan nafasnya. sedangkan Yuna menatap bingung melihat kembaran nya yang seperti nya menghindari dirinya, ia merasa meskipun mereka kembar tapi tidak akrab layak nya saudara.


...****************...


"Bagaimana ton, sudah dapat apa yang saya inginkan?" tanya Diaz kepada Toni asistennya.


"Belum pak, kami masih berusaha mencarinya." ujar Toni dengan suara yang sedikit pelan, soalnya ia tau kalo ia bakalan kena amuk bosnya itu.

__ADS_1


"Brakkkkkk, kalian itu bisa kerja gak sih. masa' nyari satu orang aja gak bisa," diaz menggebrak meja kerjanya dan menumpahkan emosinya kepada sang asisten.


Toni hanya diam dan menunduk, karna ia tau kalau bosnya itu sedang marah jangan pernah ada yang menyelanya, jika ada yang menyela maka sudah dapat dipastikan kalo amarah sang bos tidak akan pernah padam.


"Pergi sana, kerahkan semua orangmu untuk mencarinya, dan aku tidak ingin mendengar ini lagi ketika nanti aku bertanya tentang ini, mengerti?" mengusir sang asisten dari ruangannya.


"Baik bos, saya pastikan ketika bos menanyakannya lagi, saya akan memberikan jawaban yang bos inginkan." ucap Toni dengan mantap.


"oke, aku kasih waktu sebulan, dan jika dalam waktu sebulan kau tidak mendapatkan jawaban yang aku inginkan, maka bersiaplah lah untuk pergi dari kantorku dan mencari pekerjaan baru." ucap Diaz dengan tegas.


"Baik bos, kalau begitu saya permisi." ujar Toni.

__ADS_1


__ADS_2