Diam-diam Akad

Diam-diam Akad
episode 1


__ADS_3

Hai perkenalkan namaku Yana kamila, anak dari Adrian Kusuma dan Irene indah Kusuma. Ayahku memiliki sebuah perusahaan yang bergerak di bidang teknologi, sedangkan ibuku memiliki beberapa butik. Aku juga memiliki seorang abang dan saudari kembar. Abangku Yusuf Fahrezi, dia seorang dokter di sebuah rumah sakit yang bertaraf internasional RS Medika Utama sedangkan saudari kembarku Yuna Kemala, dia seorang model yang saat ini sedang naik daun.


oke itu adalah sekilas tentang keluargaku..


......................


"Hei, kenapa pagi-pagi sudah melamun aja." sekarang wanita menepuk pundak Yana.


"Astaghfirullah, Diana. kamu membuatku kaget tau." Yana tersentak, lalu membuang nafas kesal melihat kelakuan rekan kerja nya.


"Hei jangan salahkan aku, lagian kamu juga ngapain pagi-pagi udah melamun. Orang kalau pagi itu harusnya disambut dengan semangat, lah ini apa?" omel Diana.


"huh.." mendengus mendengar ceramah yang diucapkan Diana, kemudian dia berlalu tanpa mengucapkan apapun. Dia berjalan menelusuri lorong sekolah dengan wajah datarnya.


"terus aku ditinggali gitu? yang benar saja. kok aku lama-lama gemes deh liat kelakuan itu anak satu." Diana mengomel sepanjang jalan dari parkiran menuju ruang guru.


"morning miss Diana" ucap beberapa murid yang sedang berpapasan dengan Diana.


"morning too" ucap Diana sembari tersenyum manis, hilang sudah kekesalannya terhadap teman kerjanya tadi.


......................

__ADS_1


Sementara di sebuah rumah megah dan mewah, terlihat sepi yang ada hanya beberapa orang yang sedang mengerjakan tugas mereka sebagai asisten rumah tangga.


"kapan ya mbok, rumah ini seperti dulu lagi, Titi kangen sama suasana ketika nyonya masih hidup." ucap Titi kepada kepala asisten rumah tangga dirumah itu, mbok niem.


"iya nduk, mbok juga kangen masa-masa itu. ketika nyonya masih hidup, rumah ini terasa hidup dan hangat. Tidak seperti sekarang yang dingin dan sunyi. Belum lagi tuan muda yang jarang berada di rumah, tuan muda lebih memilih tinggal di apartemennya dibanding di rumah. Dan tuan besar yang masih seperti sebelumnya selalu sibuk mengurus perusahaan yang di luar negeri." keluh mbok niem sembari mengenang kenangan mereka ketika semuanya masih baik-baik saja.


"kasihan tuan muda mbok, dari kecil dia tidak mendapatkan kasih sayang seorang ayah. Tuan besar sibuk dengan dunianya ketika nyonya meninggal dunia, tuan besar sampai lupa kalau beliau memiliki seorang anak yang harus mendapatkan perhatian dan kasih sayangnya. Dan itu berimbas sampai sekarang, tuan muda menjadi orang yang tertutup dan sangat dingin kepada siapapun." Titi mengungkapkan perasaan yang selama ini dipendam sendiri. Dia merasa majikannya telah melakukan kesalahan dengan membiarkan anak semata wayangnya sendirian tanpa memberikan perhatian dan kasih sayang.


"Mbok bisa merasakan kesedihan tuan besar ti, mungkin beliau melakukan semua itu untuk mengalihkan kesedihannya karena sang istri yang ia cintai telah meninggal dunia. Tapi kamu memang ada benarnya juga, Tuan besar harusnya tidak mengabaikan tuan muda. Karena tuan muda pasti ikut merasakan kesedihan juga karena ibunya tidak akan ada menemaninya lagi, dan kesedihan tuan muda menjadi berlipat ganda, karena ia juga harus menerima bahwa ayahnya mengabaikannya." ucap mbok niem dengan mata yang berkaca-kaca memikirkan tuan mudanya yang telah mengalami kehidupan yang berat itu.


flashback on


"Dad, kenapa mommy ditutupi dengan kain?" tanya Diaz ketika pulang sekolah. Diaz melihat sang ibu ditutupi kain, kemudian ia melihat ke sekeliling dan keningnya berkerut melihat begitu banyak orang yang sedang berada di rumahnya. ia heran melihat beberapa orang sampai meneteskan air mata mereka.


"tapi dad.."


"jangan pernah membantah Diaz, pergi dari sini dan ganti dulu bajumu itu, kamu mengerti kan. kamu mengerti bahasa manusia kan." emosi Dimas akhirnya meledak. Dimas membentak Diaz.


Diaz sampai terlonjak kaget mendengar bentakan sang ayah, ia tidak pernah di bentak dan baru kali ini ia dibentak oleh ayahnya. Semua orang melihat kearah Dimas dan Diaz, mereka semua juga terkejut mendengar suara bentakan tersebut. Diaz hanya melihat sang ayah dengan air mata yang tergenang di matanya, Diaz tidak berani mengeluarkan suaranya lagi, dia pun berlari meninggalkan tempat itu menuju kamarnya. Sementara Dimas, mengusap mukanya menandakan kalau ia merasa merasa bersalah karena sudah membentak putra semata wayangnya itu.


Diaz hanya termenung didalam kamar, tanpa ia sadari kalau saat ini dia tidak sendiri dikamar itu.

__ADS_1


"Aden, aden tidak apa-apa kan? kenapa aden belum mengganti pakaian? aden, ini mbok bawain makanan, aden makan ya? nanti aden sakit kalau tidak makan." mbok niem membujuk Diaz dengan suara yang lembut, karena ia tau kalau Diaz pasti masih merasa terkejut mendengar bentakan ayahnya. Mbok niem hanya menghembuskan nafasnya melihat tidak ada respon yang ia terima dari tuan mudanya itu, Diaz tetap termenung sepertinya ia sedang memikirkan sesuatu.


Mbok niem memegang pundak Diaz, "aden, aden makan dulu ya? mbok siapin mau? tanya mbok niem masih berusaha mengambil atensi Diaz dari lamunannya.


Diaz melihat ke arah mbok niem, kemudian ia pun menangis menumpahkan apa yang sejak tadi ia pendam. Mbok niem yang melihat itu merasa iba lalu dia langsung memeluk dan mengusap punggung tuan mudanya.


"hiks.. hiks... daddy tidak sayang lagi sama Diaz ya mbok? apa karena Diaz nakal makanya Daddy tidak sayang Diaz lagi." Diaz mengadu dengan suara yang tersendat bercampur tangisan.


"siapa yang bilang kalau tuan besar tidak menyayangi aden, coba sini bilang sama si mbok, biar mbok getuk kepalanya. Aden kan tau seberapa sayangnya Daddy dan mommynya aden sama aden?" ucap mbok niem berusaha menenangkan Diaz.


"tapi tadi Daddy marahi Diaz mbok, padahal Diaz kan cuma bertanya kenapa mommy tubuhnya ditutupi kain." ujar Diaz dengan masih terisak-isak.


"Daddynya aden tadi lagi banyak pikiran, jadi Daddynya aden gak sengaja marahi aden. Aden gak boleh ya marah sama Daddynya aden." ucap mbok niem sambil melepaskan pelukannya dan menghapus air mata Diaz.


"oke Diaz gak bakal marah sama Daddy, tapi mbok niem harus menjawab pertanyaan Diaz ya? mau kan?" Diaz berusaha untuk mengetahui apa yang terjadi saat ini dirumahnya. kenapa rumahnya tampak begitu ramai dan kenapa juga sang ibu, tubuhnya harus ditutupi kain.


"Wah, aden udah kayak Daddynya aden ya, pandai mencari peluang. baiklah aden mau bertanya apa?" tanya mbok niem gemas.


"Apa yang saat ini sedang terjadi mbok, kenapa rumah kita sangat ramai dan kenapa mereka menangis? apa yang mereka tangisi? dan satu lagi, kenapa tubuh mommy ditutupi oleh kain bahkan wajah mommy pun ditutupi kain juga. coba jawab mbok, apa yang sebenarnya sedang terjadi." tanya Diaz karena ia merasa kalau telah terjadi sesuatu dan tidak ada yang memberitahukan kepadanya.


Mbok niem tersentak mendengar pertanyaan tuan mudanya itu, dia tidak pernah berpikir kalau tuan mudanya bakal bertanya seperti itu. Dia bingung harus menjawab apa, karena ia tidak mau kalau tuan mudanya merasa sedih tapi ia pun tidak bisa menyembunyikannya, karena cepat atau lambat pasti bakal ketahuan juga.

__ADS_1


"Aden makan dulu ya, ini mbok bawain makanan." ucap mbok niem mencoba mengalihkan pembicaraan.


__ADS_2