Diam-diam Akad

Diam-diam Akad
episode 4


__ADS_3

"bos sudah saatnya kita berangkat," Toni mengingatkan jadwal Diaz.


"baik siap kan semuanya jangan ada yang tertinggal." ucap Diaz.


"semua sudah siap bos," ucap Toni.


"baik, ayo kita pergi, Oia Celine jika nanti ada yang mencari saya ketika saya tidak berada di tempat katakan padanya untuk menemui ku di lain waktu." pesan Diaz kepada sekretarisnya.


"baik pak, nanti akan saya katakan jika ada yang mencari bapak, bapak tenang saja dan tidak perlu khawatir dengan semua yang disini. seperti biasa saya akan menanganinya dengan baik." ucap Celine dengan tegas.


Memang selama ini, ketika Diaz melakukan perjalanan bisnis ke luar kota, dia selalu bisa mengandalkan sekretarisnya untuk menghandle semua kerjaan yang ia tinggalkan.


Diperjalanan Diaz bertanya, "bagaimana, apa sudah ada kabar baik dari apa yang ku minta?"


"masih dalam pencarian bos tapi bos tenang saja, saya sudah mengerahkan semua orang saya bahkan say juga menyewa detektif untuk mencari keberadaan orang tersebut." jelas Toni dengan mantap.


"baik lah, waktunya hanya sebulan dan jika dalam sebulan belum mendapatkan apa yang ku minta maka kamu sudah tau kan apa konsekuensinya." ucap Diaz dengan penekanan di bagian terakhir katanya.


"saya tau apa konsekuensinya bos jadi saya tidak akan mengecewakan anda." ucap Toni tegas.


"kamu saat ini ada di mana Queen, aku udah nyari kamu selama beberapa tahun tapi gak ketemu. apa yang telah kamu lakukan padaku sehingga aku selalu terbayang akan dirimu walaupun saat itu aku melihat wajahmu dengan samar. apa yang harus aku lakukan Queen." batin Diaz menerawang kembali pada kejadian ketika ia mengalami kecelakaan mobil.


Flashback on


"cepatlah terbuka, cepat.. haduh bagaimana ini, mobilnya sepertinya akan terbakar, aku harus mengeluarkan orang yang berada di dalam mobil." seorang gadis berusaha membuka pintu mobil yang sedang terbalik itu untuk mengeluarkan orang yang ada di dalam, sesekali ia melihat ke sana kemari berharap ada orang yang melintas untuk ia mintai tolong. Padahal ia tau bahwa itu adalah hal mustahil, karena ini pukul 03.00 dini hari. Ia pun mengerahkan seluruh tenaga nya untuk membuka pintu karena ia melihat mobilnya sudah berasap. dia tau kalo mobil itu akan meledak dan terbakar, dia tidak ingin orang yang di dalam ikut terbakar.


"cepatlah terbuka, ku mohon.." ucap gadis itu kemudian ia akhirnya tersenyum karena pintu mobil itu terbuka juga. ia bergegas menarik orang yang terjebak di dalam mobil sebelum mobilnya meledak. setelah mereka menjauh beberapa langkah, akhirnya mobil itu pun meledak membuat mereka berdua terpental. kemudian gadis itu menelpon ambulance agar orang yang ia selamatkan bisa dibawa kerumah sakit.

__ADS_1


"bersabarlah sebentar saja, bentar lagi ambulance akan datang dan kamu akan di obati di rumah sakit ya, bersabar sebentar ya." ucap gadis itu meletakkan kepala cowok itu ke pahanya..


selang berapa lama ambulance itu pun sampai dan petugas mengangkat cowok itu masuk ke dalam mobil.


"Anda tidak ikut nona," tanya salah satu petugas ambulance.


"tidak pak, saya hanya orang yang kebetulan lewat tadi, saya juga bukan keluarga nya." ucap gadis itu berlalu pergi dari sana.


"tunggu..tunggu dulu." cowok itu melihat kepergian orang yang telah menyelamatkan menjauh. "tunggu.. akhhhhh.." ucap cowok itu berusaha untuk bergerak kemudian ia berteriak kesakitan.


"sudah pak, jangan banyak bergerak dulu. sebentar lagi kita sampe di rumah sakit." kata petugas ambulance itu. tapi melihat pasien tidak mendengarkan apa yang ia bilang terpaksa ia membiusnya agar tidak banyak bergerak.


flashback off


"bos, bos.." tegur Toni melihat bosnya itu seperti melamun. Dia tidak tau apa yang saat ini sedang ada dipikiran bosnya.


Diaz tersentak kemudian wajah kembali datar dan menatap tajam Toni. Toni yang di tatap seperti itu hanya bisa menelan ludahnya sendiri, dia merasa telah membangunkan singa yang sedang tertidur..


"ya sudah kita kembali ke kantor kalau begitu. dan minta Celine untuk mengatur kembali jadwal pertemuan dengan pak Andreas." ucap Diaz dingin.


......................


"Yan, setelah ini kamu mau kemana? langsung pulang?" tanya Diana ketika pekerjaan mereka telah selesai.


"emangnya kenapa di, apa kamu ingin pergi ke suatu tempat?" ucap Yana sembari mengangkat alis matanya.


"iya, kita jalan-jalan dulu yuk ke mall. cuci mata lihat-lihat siapa tau ada barang yang bagus." Diana mengatakan dengan antusias dan berharap Yana akan menyetujuinya.

__ADS_1


Yana hanya melihat kemudian berjalan melewati Diana. Sedangkan Diana hanya melongo melihat ia di abaikan begitu saja.


"Yan, gimana. kamu mau gak sih kok aku di acuhkan sih." Diana selalu merasa kesal jika Yana selalu mengabaikannya, padahal ia hanya ingin menjadi orang terdekat Yana. Dia merasa kalau Yana adalah orang yang tertutup. Dia bahkan tidak pernah melihat interaksi Yana dengan teman se profesi mereka.


Yana menghentikan langkahnya dan berbalik melihat Diana kemudian, "ayo, kamu mau ke mall kan jadi jangan banyak bicara." Yana mengatakan dengan suara dingin dan wajah datarnya.


"serius, kamu mau nemenin aku ke mall, ahhhh senangnya aku. makasih banget ya." Diana langsung memeluk Yana karena ia merasa senang kalo usahanya selama ini mendekati Yana akhirnya membuahkan hasil yang tidak mengecewakan.


Mereka kemudian berjalan menuju parkiran. ketika melihat mereka bersama, ternyata banyak teman se profesi mereka yang berbisik. Banyak diantara mereka yang tidak menyukai Yana dikarenakan Yana tidak pernah bertegur sapa dengan mereka. mereka beranggapan kalau Yana adalah orang yang sombong.


mereka memasuki mobil masing-masing dan melajukannya ke mall yang ingin mereka datangi.


Sementara di sebuah rumah sakit, seorang dokter bedah yang paling di cari padahal usianya masih muda sedang melakukan operasi besar. selang beberapa menit lampu ruangan operasi pun mati menandakan kalau operasi yang telah memakan waktu 3 jam itu akhirnya selesai juga. pintu ruangan terbuka dilanjutkan keluarnya dokter dan langsung disambut oleh keluarga pasien.


"bagaimana keadaan ibu saya dok, operasi nya berjalan lancar kan. ibu saya baik-baik saja kan.'' seorang gadis langsung mengajukan banyak pertanyaan kepada dokter yang menangani operasi ibunya.


"Alhamdulillah operasi nya berjalan lancar dan ibu anda saat sedang tertidur akibat bius dan belum sadarkan diri, nanti juga bisa langsung di bawa ke ruangan pasien kalau keadaan sudah membaik." jawab dokter itu sembari tersenyum, ia memahami bagaimana perasaan gadis di depannya ini.


"Alhamdulillah, terima kasih ya Allah. aku gak tau apa yang bakalan terjadi kepada kami jika Engkau mengambil ibu kami." ucap gadis itu sangat pelan berharap tidak ada yang dengar padahal kenyataannya dokter itu mendengar semua apa yang dia katakan.


"Dokter Yusuf, anda sudah ditunggu pasien 308." seorang suster mendatangi dokter tersebut, ternyata dokter itu bernama Yusuf Fahrezi.


" iya suster Nina, saya akan segera kesana. terimakasih sudah mengingatkan ya." tutur Yusuf. kemudian ia menoleh ke arah gadis tadi dan berbalik pergi setelah melihat keadaan gadis itu..


gadis itu hanya melihat kepergian dokter yang sudah menyelamatkan nyawa ibunya, kemudian dia tersenyum.


"zizah, bagaimana apakah operasi Bu Santi berjalan lancar?" tanya seorang wanita paruh baya.

__ADS_1


"Bi Siti, Alhamdulillah lancar bi. saat ini ibu masih dalam keadaan di bius dan belum sadar. jika sudah sadar ibu akan di pindahkan keruang rawat." jawab gadis itu, Azizah Nuraini itu adalah nama lengkapnya.


"Alhamdulillah syukurlah kalo begitu. Bibi bisa bernapas lega mendengar nya." Bi Siti tersenyum seakan beban yang menghimpit pundaknya tadi telah hilang.


__ADS_2