
"zain, kamu jadi terima tawaran kerja itu nak?" ucap umi Hamidah kepada putranya.
"jadi umi, besok Zain akan ke sana untuk tanda tangan kontrak."
"wah jadi kakak serius mau jadi dosen di Universitas Darma Persada itu, itu kan universitas yang terkenal. kakak hebat." ucap Aisyah antusias sambil memeluk kakaknya.
"Ais, kamu bisa diam gak, itu kakak mu sesak napas kalau kamu peluk begitu erat." umi Hamidah geleng kepala melihat kelakuan putrinya yang tidak ada anggunnya sama sekali.
"hehehe.... maaf umi, habis Aisyah senang sekali mendengar itu." ucap Aisyah cengar-cengir.
Umi Hamidah yang melihat itu, mendelik tajam ke arah putrinya. Zain yang melihat itu hanya tersenyum senang karna sudah lama ia tidak melihat pemandangan ini, tanpa ia sadari air matanya mengalir kemudian ia menghapusnya agar umi dan adiknya tidak lihat.
"sudah lah umi, jangan ngomelin ais. dia memang seperti itu kan sejak kecil." ujar Zain tersenyum melihat sang ibu yang saat ini sedang menjewer telinga adiknya.
"aduh.. duh.. duh... kakak lihat lah telinga Ais rasanya mau putus karna jeweran umi." rengek Aisyah
"makanya jangan pecicilan. jadi gadis kok gak ada anggun-anggunnya." ucap umi Hamidah.
"Oia ini kan hari weekend, kita pergi jalan-jalan ya kak." ujar Aisyah memelas.
"kakakmu itu masih capek Ais, jangan sekarang. besok-besok kan bisa."
Aisyah cemberut mendengar apa yang ibunya bilang. padahal ia sangat ingin menghabiskan waktu dengan sang kakak.
"baik lah hari ini kita akan jalan-jalan. adikku yang manis ini mau pergi kemana." bujuk Zain sembari mencolek hidung sang adik.
"tapi zain..."
"tidak apa-apa umi, Zain tidak capek kok." ucap Zain.
"serius kak, kita benar jalan-jalan hari ini?" tanya Aisyah antusias.
"iya bersiaplah dan jangan lupa tentukan tempat tujuan kita."
__ADS_1
......................
"makan yang banyak ya nak. kamu kurus banget seperti ini." ucap Irene menambah makanan ke piring Yana.
Sedangkan Yana hanya bersikap acuh dan melanjutkan makannya. Sementara Irene merasa sedih karna di abaikan oleh putrinya. Adrian yang melihat istrinya bersedih langsung mengusap punggung Irene.
"Oia hari ini kalian semua gak ada kegiatan apa pun kan?" tanya Adrian kepada anggota keluarganya.
Semuanya menggelengkan kepala mereka kecuali Yana. dia hanya menatap malas.
"bagus, karna hari ini kita akan pergi berlibur, bagaimana menurut kalian?" ucap Adrian memberi usul.
"iya, mommy setuju usulan dari Daddy, kalian setuju kan? kita udah lama gak pernah berlibur sekeluarga begini.." Irena antusias mendengar usul sang suami, dia tau kalo suaminya itu berusaha agar keluarga mereka menjadi dekat dan tak berjarak lagi.
"kalau Yusuf sih oke-oke aja, gak tau kalau si kembar."
"kalau Yuna juga gak masalah dad, Yuna di kasih libur 3 hari sebelum syuting film perdana Yuna."
"Yan, gimana kamu setuju kan kalo kita berlibur bersama, kita kan gak pernah melakukannya, jadi ayo sesekali liburan bersama." bujuk Yuna.
Mendengar bujuk Yuna, Yana meletakkan sendok dengan kasar, dan itu membuat semua orang yang ada di sana tersentak kemudian melihat ke arah Yana yang sedang menyeringai lalu dia berdiri dan pergi tanpa mengucapkan sepatah kata pun.
"hiks...hiks... ini semua salah mommy, sehingga Yana menjadi seperti itu sekarang, mommy yang salah dad, mommy yang.."
"mom, mommy." jawab mereka serentak ketika melihat Irene yang pingsan
Yusuf bergegas mengambil peralatan medisnya, kemudian dia memeriksa kondisi sang ibu. kelihatannya mereka semua sangat khawatir karena tidak biasanya Irene seperti ini.
"mom, mommy are you oke? mom.. wake up please." ucap Yuna menangis
"dad, mommy baik-baik saja kan. mommy gak apa-apa kan?" tanya Yuna kepada sang ayah yang terdiam dengan air mata yang bercucuran.
"dad."
__ADS_1
"iya sayang, mommy pasti akan baik-baik saja. mommy adalah wanita terkuat yang pernah Daddy liat." Adrian tersentak ketika merasakan tangan sang putri di pundaknya.
"Yusuf, bagaimana? mommy mu gak apa-apa kan nak?" tanya Adrian begitu melihat sang putra selesai memeriksa istrinya.
"dad tenang lah, mommy hanya kecapekan dan mommy juga stres karena banyak yang ia pikirkan." terang Yusuf.
"syukur lah," ucap Adrian menghela napas lega.
"serius kan kak, mommy gak sakit apa-apa kan? mommy memang cuma kecapekan aja kan?"
"iya, jadi biar kan mommy istirahat dulu dan jangan menganggu ya. sepertinya liburan kita, kita cancel dulu sama kondisi mommy fit dan kalau bisa mommy jangan memikirkan apapun yang berat-berat." ucap Yusuf.
Sedangkan dari atas, Yana melihat semua kejadian yang terjadi tadi, kemudian ia berlalu dari sana, " drama Queen." gumam Yana memasuki kamarnya.
POV Yana.
Hari ini adalah hari yang sebenarnya kutunggu jika itu dulu. hari dimana aku akan menghabiskan waktu bersama keluarga ku, sangat menyenangkan bukan tapi itu dulu sebelum semuanya menjadi seperti saat ini.
aku sudah berada di titik tidak menginginkan apapun lagi dari keluarga ku, terserah mereka mau bagaimana. aku juga tau kalau orang tua dan saudara-saudariku berusaha untuk memperbaiki hubungan kami tapi aku tidak menginginkannya lagi jika mereka melakukan itu sedari dulu mungkin hubungan kami masih bisa di selamatkan.
flashback on
"mom, hari ini Yana ada pertemuan orang tua murid, mommy bisa kan hadir." ucap Yana berharap karna selama ini Irene tidak pernah mau datang ke sekolah dengan sejuta alasan.
"maafkan mommy, hari ini kami mau mengantar Yuna buat cek up. selama ini juga gak apa-apa kalau mommy ataupun Daddy tidak datang kesana" ucap Irene tanpa melihat raut wajah berharap yang Yana tunjukkan.
"tapi mom, yang ngantar Yuna kan bisa Daddy aja atau mommy yang ngantar Yuna trus Daddy yang datang ke sekolah Yana."
"gak bisa Yana, kamu jangan manja bisa tidak. mommy sama Daddy juga sedang tidak main-main, ini semua untuk saudari kembarmu. jangan egois jadi orang bisa." bentak Irene.
Yana terkesiap mendengar bentakan Irene, ini pertama kalinya ia mendapat bentakan itu, padahal ia sangat berharap agar orang tuanya mau menghadiri pertemuan itu. entah itu mommynya maupun Daddynya.
Yana melihat kepergian orang tua dan saudari nya dengan mata berkaca-kaca, ia juga menginginkan perhatian dan kasih sayang, "apakah aku harus sakit juga supaya aku merasakan kasih sayang kalian mom, dad.. aku gak pernah minta banyak kok, kalian juga gak perlu meluangkan waktu yang kalian punya begitu banyak buatku, aku hanya memerlukan sedikit saja. apakah itupun tetap gak bisa. mommy bilang aku egois, mommy bilang aku manja, bagaimana dengan putri kesayangan kalian itu, apakah ia tidak egois dan juga manja, bahkan ia tidak ingin berbagi perhatian kalian sedikit pun buatku. dan ini kali pertama nya mommy bentak aku, besok-besok apa lagi mom, mommy mungkin juga akan mukul aku ya." batin Yana sendu.
__ADS_1