Diam-diam Akad

Diam-diam Akad
episode spesial Zain


__ADS_3

"semakin hari, ntah kenapa rasa ini semakin besar. bisakah aku memilikimu? bisakah aku menyimpan dirimu hanya untukku seorang? tapi aku cukup sadar diri, siapa aku dan siapa kamu." batin Zain sembari memandang foto seorang gadis, cinta pertamanya dari zaman putih abu-abu.


flashback on


"Zain, apa sih yang Lo liat dari tadi kita ngomong gak Lo dengerin."ucap teman Zain, sekretaris OSIS, Andre namanya. ya, Zain itu ketua OSIS SMA Nusantara. dan hari ini di adakan rapat untuk membahas ulang tahun sekolah mereka.


"eh.. maaf. maaf. tadi Lo bilang apa? bisa di ulang lagi gak. maaf ya gue kurang fokus tadi."


Andre menghembuskan nafas kasar, dia udah cukup emosi karna sedari tadi bicara gak di tanggapi. "sebenarnya apa yang Lo liat sih, dari tadi gak fokus gitu. gue udah jelasin panjang kali lebar malah gak di dengarin."


Zian garuk kepala meski gak gatal. Andre yang melihat itu mendengus kemudian dia mengulang lagi penjelasannya sedangkan Zian berusaha mendengarkan sembari melirik ke arah gadis yang selama ini mencuri perhatiannya. di tengah penjelasan, Zian bangkit berdiri dan berlalu meninggalkan Andre yang melongo melihat tingkah Zian, Andre merasa sangat kesal karna penjelasannya tidak di dengar dan di tinggal pula lagi. Andre menghembuskan nafas kasar serta beranjak pergi.


"tunggu."


gadis itu berhenti, " saya?" tunjuk nya pada dirinya sendiri.


"iya kamu. ini buat kamu, jangan sampai telat makan ya." ucap Zian memberi roti dan minuman yang dia bawa.


"tapi...."


"udah ambil aja, aku niatnya baik kok. gak ada maksud apapun. jangan lupa di makan ya Yuna." Zain tersenyum lembut kemudian pergi.


"aneh banget itu cowok. gak ada angin, gak ada hujan tiba-tiba ngasih makanan. bukannya kata yang lain kalo ketos kita orang nya dingin banget sama cewek tapi kok. ah bodoh amat lah. rezeki gak boleh di tolak kan?" gumam gadis yang bernama Yuna itu.


Zain yang melihat Yuna tidak membuang pemberian nya merasa senang kemudian dia menepuk keningnya, "aduh, aku meninggalkan Andre dan parahnya lagi dia lagi menjelaskan rencana tentang untuk ulang tahun sekolah. dia pasti marah banget ini apalagi tadi aku nyuruh dia ngulangin penjelasannya. Zain... kenapa setiap ada Yuna di depan matamu, kamu seperti orang yang aneh yang melupakan segalanya selain ingin segera menemui Yuna." gumam Zain menghembuskan nafas sambil mengusap mukanya.


"hei... Lo ngapain ada di sini? bukannya Lo bilang kalo Lo sibuk ngurusin ulang tahun sekolah kita." tanya seorang pria menepuk pundak Zain.


Zain tersentak, kemudian merubah ekspresi wajahnya kembali datar, "astaghfirullah Doni. bisa jangan mengagetkan orang? kalau gue punya penyakit jantung, gimana?"


"ya paling mati." jawab pria yang bernama doni itu santai.

__ADS_1


Zain memutar bola matanya, " mulutnya. santai kali kalo ngomong."


Doni cengar-cengir, " hehehe.. sorry bro. gue bercanda kok. tapi itu muka si Andre tadi pas gue sapa gak enak banget di lihat. Lo apakan dia?"


"tadi gue ninggalin dia pas lagi menjelaskan. haduh, pr lagi ini."


"lah kenapa pula Lo ninggalin dia. ya dia marah lah. apalagi di tinggalin pas lagi ngejelasin kalo itu gue, gak bakal gue maafin sebelum Lo beliin gue susu stroberi." ucap Doni.


"kak Zain, ini buat kakak. Oia kak, hari Sabtu nanti aku ultah kakak datang ya." ucap gadis yang baru datang dengan beberapa temannya.


"sorry gue gak bisa terima, nanti pacar gue marah kalau gue terima hadiah dari cewek lain." ucap Zain dingin.


semua orang yang ada di situ terkejut, karna mereka tidak pernah melihat Zain dekat dengan gadis manapun.


"kakak bercanda ya? orang selama ini kakak gak pernah dekat dengan cewek kok. terima aja ya kak. gak boleh loh nolak rezeki." bujuk gadis bernama tag Angel.


"terserah Lo mau percaya atau gak. itu bukan urusan gue dan seperti yang gue bilang gue gak mau pacar gue marah dan satu lagi gue gak bisa hadir di hari ultah Lo. gue mau kencan hari itu sama cewek gue."


"tapi kak."


"tapi kan"


sebelum Angel menyelesaikan ucapannya, temannya langsung menarik tangan Angel agar tidak terlalu lama berada di sana.


"lepasin, Lo apa-apaan sih. orang gue belum selesai ngomong sama kak Zain. Lo ngerusak semuanya tau gak." bentak Angel.


"ya maaf tapi gue lakuin itu biar Lo gak berharap lagi. lagian Lo udah dengar kan kalo kak Zain itu udah punya pacar. yaudah lah, cari yang lain aja. banyak kok cogan di sekolah kita bukan hanya kak Zain saja." ucap teman Angel.


"bodo amat kak Zain mau punya pacar kek atau punya istri kek. yang penting kak Zain itu milik gue. dan gue bakalan cari tau siapa orang yang berani ngambil kak Zain dari gue."


"tapi njel."

__ADS_1


"hustt.. udah Lo gak usah ikut campur urusan gue. mending Lo bantuin gue nyari tau siapa pacar kak Zain. mau kan Ayumi?" ucap Angel.


"tapi njel, kalo Lo udah tau, mau Lo apain?" tanya Ayumi.


Angel menyeringai licik, "itu biar jadi urusan gue yang penting Lo mau kan bantuin gue."


"oke tapi Lo gak bakalan aneh-aneh kan. kalo iya gue gak mau, gue gak mau ikut terseret urusan mu itu kalo Lo gak mau gue ikut campur urusan Lo."


"udah Lo tenang aja, Lo gak bakalan terseret kok. gue gak bakal ikutin Lo dalam urusan gue kecuali bantuan Lo untuk mencari tahu siapa pacar kak Zain." bujuk Angel.


sementara di tempat Zain dan Doni.


"Lo beneran udah punya pacar atau itu hanya akal-akalan Lo aja biar gak nerima itu hadiah dan memberi harapan pada itu cewek." ucap Doni serius.


Zain masih diam.


"Zain, Lo dengarkan. kasih tau gue lah. kan kita sahabat. masa' sama sahabat sendiri begitu."


"udah."


Doni garuk kepala merasa bingung dengan jawban Zain. " udah apanya. udah punya pacar. tolong lah Zain kalo ngomong itu yang lengkap biar gak salah paham orang mendengarnya."


Zain menatap malas, "udah punya Doni. udah punya. apa udah jelas?"


"wow... benaran. yaudah makan-makan lah kita. dan siapa adik ipar kita itu. siswi sini kah atau gimana?" ucap Doni antusias.


Zain memutar bola matanya dan beranjak pergi.


"Zain tunggu. Lo belum jawab pertanyaan gue. woi Zain. yahhh.. malah pergi dia. tapi ini sebuah kemajuan karna dia mau berhubungan dengan cewek." ucap Doni.


sementara Zain tersenyum lembut, "gak apa kan. kalo aku ngaku kalau kamu itu pacar ku. ya walau pun itu hanya halu ku aja."

__ADS_1


flashback off


"Yuna. apakah aku masih bisa berharap kalau halu ku itu menjadi kenyataan?" gumam Zain.


__ADS_2