
Pagi pukul 07:30. Yuna terbangun dari tidurnya karena cahaya matahari yang masuk melalui lubang-lubang yang ada di kamarnya, tepat mengenai matanya.
Dengan sangat terpaksa yuna membuka matanya yang terasa masih sangat berat, dengan nyawa yang baru terkumpul setengah, yuna melirik kearah jam dindingnya. Dan alangkah terkejutnya ia saat mengetahui jam yang sudah menunjukkan pukul setengah 8 pagi
" Aduh aku lupa lagi tadi malam masang alarm " Gumam yuna sambil menggaruk-garuk rambutnya yang masih berantakan.
Tanpa membuang-buang waktu lagi, yuna langsung masuk kedalam kamar mandi untuk membersihkan dirinya sebelum berangkat bekerja
Yuna bekerja menjadi pelayan disalah satu cafe yang letaknya berada tepat di tengah-tengah kota. sudah hampir 2 tahun ia bekerja, lebih tepatnya setelah ia lulus dari sekolah menengah atasnya. Sejujurnya dia masih ingin melanjutkan pendidikan nya ke perguruan tinggi, namun ia terkendala oleh biaya. Ayahnya meninggal saat usianya 4 tahun, sedangkan ibunya hanya bekerja sebagai ART.
Setelah kurang lebih 10 menit, yuna pun keluar dari kamar mandi dengan menggunakan seragam kerjanya. Sambil terburu-buru yuna hanya mengambil selembar roti tawar untuk nanti dia makan sebagai sarapan di perjalanan
Setelah semuanya sudah siap, yuna pun mulai berangkat dengan berjalan kaki menuju tempat dia bekerja, karena dia tidak mempunyai alat transportasi yang dapat dia gunakan, sedangkan untuk menggunakan angkutan umum sangat lah menguras dompet begitulah pikir yuna.
Karena terus dikejar oleh waktu yuna pun memutuskan untuk ia berlari anggap saja lari maraton di pagi hari, dan terus berharap dengan dia melakukan itu maka dia akan sampai tepat waktu dan tidak telat.
***
Brakk...Bunyi pintu didorong dengan kuat. Membuat Ayu rekan kerja sekaligus sahabat yuna terkaget mendengarnya.
" Ada apa yuna " Tanya ayu dengan wajah bingungnya.
" Aku nggak telat? " Jawab yuna dengan nafasnya yang terdengar berat, akibat sepanjang jalan ia terus berlari.
Ayu pun menunjukkan tangan nya kearah jam dinding yang menunjukkan pukul 8 kurang 5 menit. Yang akhirnya bisa membuat yuna bernafas dengan lega, karena jika 5 menit lagi ia belum juga sampai maka siap-siap gajih nya akan dipotong
__ADS_1
" Memangnya kamu kenapa nggak biasanya kamu telat begini " Tanya ayu, lalu memberikan segelas air putih untuk yuna, karena ia melihat sahabatnya itu nampak kelelahan.
" Aku lupa pasang alarm, jadi bangunnya kesiangan " Jawab yuna, lalu menerima segelas air dan meminumnya sampai habis
" Saya tidak membayar kalian untuk mengobrol disini, cepat sudah waktunya untuk buka " Ucap bu bos yang tiba-tiba saja datang, tanpa disadari oleh yuna dan ayu.
Bu bos adalah pemilik cafe sekaligus majikan ditempat yuna bekerja. kepribadiannya dikenal sangat tegas, sehingga ditakuti oleh semua karyawan yang bekerja di cafe. Setelah kepergok mengobrol oleh bu bos, yuna dan ayu sangat ketakutan, mereka sama-sama tidak berani untuk mengeluarkan sepatah kata pun lagi, dan hanya mengerjakan pekerjaan mereka masing-masing.
***
" Ningsih apa sarapan nya sudah siap " Tanya seorang perempuan paruh baya yang perawakan nya masih sangat terjaga.
" Iya nyonya. Saya akan siapkan " Jawab Ningsih
Ningsih pun segera menata makanan yang sudah dia masak keatas meja makan.
" Kamu juga belum sarapan kan, kita sarapan bareng ya " Ucap adriana mengajak Ningsih untuk sarapan bersama, karena sekarang dimeja makan hanya dia sendirian, sedangkan suaminya yaitu ferdinan sedang berada di luar kota.
" Tidak perlu nyonya, saya sarapan di belakang saja " Jawab Ningsih dengan sopan.
Mendengar jawaban Ningsih, adriana langsung menggelengkan kepalanya sambil mengerucutkan bibirnya, yang menandakan kalau dia tidak ingin mendengar penolakan dengan alasan apa pun
Ningsih yang mengerti dengan isyarat adriana tidak bisa melakukan apa pun lagi selain menurut, dengan menghembuskan nafasnya pelan terlebih dahulu, Ningsih pun duduk di salah satu kursi. Ini memang bukan kali pertama bagi Ningsih makan dimeja makan bersama dengan majikan nya, namun tetap saja Ningsih merasa gugup, karena menganggap dirinya tidak pantas untuk itu.
Di tengah-tengah suasana Ningsih dan adriana yang menikmati sarapan sambil mengobrol, tiba-tiba ponsel adriana berdering pertanda kalau ada orang yang menghubunginya. Mendengar ponselnya berdering adriana pun menoleh kesamping dimana dia meletakkan ponselnya
__ADS_1
Senyuman langsung tergambar disudut bibirnya, disaat melihat nama ' Anak ku El ' tertera di layar ponselnya. Dengan cepat adriana menerima panggilan itu.
" Halo mah " ucap seorang laki-laki dengan suara beratnya, dari seberang sana.
" Iya halo juga sayang " Jawab adriana tentu saja dengan senyuman sumringah nya.
" Bagaimana kabar mamah sama papah di sana " Tanya El
" Kabar mamah baik, kalau papah kamu sekarang lagi nggak ada di rumah, lagi keluar kota karena mengurus cabang perusahaan yang ada di sana "
" Kalau kamu bagaimana kabarnya sayang " Sambung adriana
" Aku juga baik kok mah "
" El. Terus kapan kamu baru bisa pulang, ini sudah sepekan setelah kelulusan kamu, apa masih belum selesai mengurus berkas kelulusan kamu di sana " Ucap adriana, kini wajahnya nya berubah menjadi murung, sangat berbeda dari yang sebelumnya.
" Semuanya udah selesai aku urus mah. Dan besok aku akan pulang " Jawab El.
Keenan arel mahendra atau orang tuanya bisanya memanggilnya dengan El. Adalah anak tunggal dari ferdinan dan adriana, yang otomatis akan menjadi pewaris tunggal perusahaan keluarga mereka yang dibangunin oleh Alexander mahendra yaitu kakek El
Banyak orang yang mengatakan kalau arel adalah orang yang paling beruntung, karena nantinya dia akan menjadi pemimpin perusahaan terbesar di segala bidang. Dan banyak juga orang yang iri dengan kehidupan nya, yang dari kecil tidak pernah merasakan kekurangan apa lagi sampai kesusahan, dan banyak orang yang ingin berada di posisinya.
Namun banyak orang-orang yang tidak mengetahui susah nya menjadi El. Dimana dari kecil dia selalu di tuntut untuk terus belajar dan belajar, sehingga membuat dia kehilangan masa-masa bermain seperti anak-anak pada umumnya.
Bahkan dari mulai sekolah menengah pertama dia sudah tinggal terpisah dengan orang tuanya, karena harus menginap di asrama sekolah, begitu juga dengan sekolah menengah atas nya. Belum cukup sampai disitu setelah lulus dari sekolah menengah atas ia harus pergi keluar negri untuk melanjutkan kuliah nya.
__ADS_1
Dan sekarang setelah 4 tahun berlalu. Akhirnya ia lulus dari kuliah nya dan tentunya dengan gelar sebagai mahasiswa lulusan terbaik. Sebenarnya dia sudah lulus dari sepekan yang lalu___