
Setelah sampai di taman belakang yuna pun langsung memulai pekerjaan nya. Ia memulai dengan menyapu daun-daun yang berserakan di tanah karena memang sudah memasuki pergantian musim
Untuk membersihkan daun-daun yang berserakan saja membutuhkan waktu berjam-jam bagi yuna, karena dia hanya mengerjakan nya sendiri, sedangkan taman nya begitu luas. Bahkan sekarang perut yuna sudah mulai keroncongan dari tadi, karena memang dia belum memakan apa-apa, dari tadi pagi ia hanya meminum air putih, dan sekarang sudah memasuki pukul 11 siang
" Kamu lihat yuna? " Tanya Adriana kepada pelayanan nya
Dia terus menanyakan yuna kepada pelayan nya beberapa pelayanan nya yang lain, karena dia tidak melihat yuna dari tadi pagi. Namun karena mereka tidak mengenal yuna, mereka pun tidak tau siapa yang di tanyakan oleh majikan nya itu
Dan sampai lah Adriana berjalan ke taman belakang dengan masih terus mencari keberadaan yuna, dan ternyata benar yuna ada di situ yuna terlihat tengah duduk di kursi. Dan Adriana pun langsung menyusul nya
" Tante dari tadi nyariin kamu, ternyata kamu ada di sini " Ucap adriana. Yang sontak membuat adriana kaget
" Aahh... maaf tante saya hanya istirahat sebentar, saya akan melanjutkan pekerjaan saya " Kata yuna yang langsung berdiri. Dia sangat terkejut melihat adriana yang tiba-tiba saja datang di saat dia sedang beristirahat. Dan yuna takut kalau adriana melihat nya seperti itu, maka adriana akan menganggap nya hanya bermalas-malasan
Adriana melihat itu hanya tersenyum, lalu menarik tangan yuna untuk kembali duduk di samping nya.
" Kamu temenin tante duduk di sini saja. Kamu mau kan? " Tanya Adriana
Yuna melirik ke arah Adriana yang nampak memelas kepada nya, yang tentu saja permintaan itu tidak bisa yuna tolak. Namun sebenar nya yuna khawatir kalau sampai di lihat oleh ART-ART yang lain, karena dia sangat akrab dengan keluarga yang sekarang telah menjadi majikan nya. Ia takut kalau yang lain menganggap nya hanya memanfaatkan nama ibu nya, untuk bekerja di rumah itu
__ADS_1
" Apa kamu hanya sendirian di sini? " Tanya adriana
" Iya tante. Jadi saya membutuhkan waktu yang lumayan lama untuk membersihkan taman ini, jadi harap di maklumi " Jawab yuna jujur. Karena memang dari awal dia membersihkan taman di hanya sendirian
Mendengar itu Adriana mengerutkan alis nya, ia sangat kaget saat mendengar kalau hanya hanya sendirian membersihkan taman yang begitu luas ini. Padahal setahu nya membutuhkan minimal tiga orang yang biasa nya membersihkan nya. Lalu mengapa yuna hanya sendiri?, di mana pelayan-pelayan nya yang lain, yang jumlah nya begitu banyak
Dan sudah dapat adriana simpul kan, kalau sekarang yuna pasti lah sedang dikerjai oleh pelayan-pelayan, yang bertugas untuk membersihkan taman hari ini. Dan tentu saja dia tidak bisa kalau hanya berdiam diri, kalau ada salah satu pelayan nya menindas pelayan baru seperti yuna
Namun dia tidak memberitahu yuna kalau sebenar nya dia telah dikerjai oleh pelayan yang lain. Biar nanti dia saja yang akan mengurus nya
" Apa kamu masih ingat, kalau kamu dan El dulu sangat suka duduk di kursi ini " Ucap adriana, yang mengalihkan topik pembicaraan mereka
Yuna memang masih ingat kalau dulu waktu dia masih tinggal di rumah ini, dia memang sangat suka dengan taman ini, bahkan dia tidak pernah melewatkan satu hari saja tanpa pergi ke taman ini.
" Tante juga masih sangat ingat, kalau dulu El sempat tenggelam di kolam itu demi mengambil mainan kamu yang jatuh. Padahal dia sendiri pada saat itu tidak bisa berenang " Ucap adriana sambil tertawa renyah. Dan dia juga menunjukkan tangan nya kearah kolam, yang posisi nya tidak lah jauh dari mereka
Mendengar itu yuna juga ikut tertawa, bisa-bisa nya El yang pada saat itu tidak bisa berenang, malah menceburkan diri nya sendiri ke dalam kolam, walau pun sebenar nya dia sudah tidak mengingat lagi akan kejadian itu
Namun sekarang setelah dia tahu, dia menjadi sangat terharu, kalau memang benar pada saat itu El mengorbankan diri nya, hanya untuk mengambilkan mainan yuna yang jatuh ke dalam kolam
__ADS_1
Setelah obrolan yang cukup lama. Adriana pun kembali ke rumah utama, karena sekarang sudah memasuki jam makan siang, dan setelah makan siang Adriana pun harus pergi ke boutique nya
Sedangkan yuna ia pergi ke dapur untuk mengisi perut nya, yang memang sudah sangat lapar, dan setelah itu dia pun melanjutkan pekerjaan nya, yang cukup melelahkan namun harus tetap dia syukuri.
Sepanjang hari tak henti-henti nya memikirkan tentang hal yang tadi Adriana ceritakan kepada nya
Yaitu semua yang bersangkutan antara dia dan El, yang pada saat kecil begitu dekat. Dimana setiap hari El selalu membantu nya yuna untuk belajar, bahkan juga membantu nya mengerjakan tugas sekolah. Bahkan Adriana mengatakan kalau setiap El pulang dari sekolah, maka orang pertama yang dia tanyakan adalah yuna
Dan entah mengapa setiap kali yuna mengingat cerita dari Adriana, membuat nya senyum-senyum sendiri seperti orang gila. Namun dia juga sedikit agak tidak percaya, kalau dulu waktu dia kecil dia bisa begitu dekat dengan El, namun ada apa dengan sekarang, dengan melihat wajah nya saja sudah membuat yuna gugup
" Udah lah yuna...Berhenti mikirin itu, fokus... fokus!!! " Gumam yuna kepada diri nya sendiri
***
Pukul 19:30. Syifa tengah menyuapi Ningsih untuk memakan makan malam nya. Walau pun Ningsih tidak ada hubungan darah dengan nya, namun syifa merawat Ningsih dengan sepenuh hati, seperti dia merawat ibu kandung nya sendiri
Bukan hanya semata-mata itu adalah perintah yang di berikan Adriana kepada nya untuk merawat ningsih. Namun karena selama ini dia tidak pernah merasakan kasih sayang dari seorang ibu, akan tetapi sekarang Ningsih memberikan nya perhatian seperti layak nya ia memperhatikan putri kandung nya, meski pun mereka kenal belum terlalu lama
Namun di sela-sela makan malam, tiba-tiba terdengar pintu ruangan Ningsih di ketuk. Lalu syifa pun menaruh kembali piring yang berisikan makanan keatas meja, lalu kemudian berjalan untuk membuka kan pintu
__ADS_1
" Kamu siapa?? " Tanya ayu, di saat dia melihat seorang perempuan yang membukakan nya pintu
" Saya syifa. Silahkan masuk " Jawab syifa dengan sedikit tersenyum