Dinikahi CEO Tampan

Dinikahi CEO Tampan
Eps19_Asisten pribadi


__ADS_3

" Itu tidak penting! " Jawab laki-laki itu


" Ikuti aku! " Ucap laki-laki itu kembali


" Kamu mau membawa aku kemana? " Tanya mawar, yang tentu saja dia tidak ingin sembarang mengikuti orang, apa lagi orang yang tidak dia kenal


" Kamu mau ketemu pacar kamu tidak " Jawab laki-laki itu, yang sudah melangkahkan kaki nya


Mendengar laki-laki itu ingin membawa nya untuk menemui El, tentu saja mawar langsung mengikuti nya


" Awas saja!!!... Dua perempuan itu nanti akan langsung aku pecat, kalau aku sudah menjadi nyonya keluarga mahendra " Gumam mawar dengan suara kecil


Namun gumaman mawar masih bisa di dengan oleh laki-laki itu. Dan setelah mendengar itu, wajah nya terlihat menjadi merasa jijik, yang entah apa sehingga membuat nya begitu


" Kalau memang kamu ingin bertemu dengan tuan Arel, maka kamu tunggu di sini, karena dia sekarang sedang rapat dan tidak bisa di ganggu!! " Ucap laki-laki itu. Setelah mereka sampai di dalam ruangan CEO, yaitu ruangan yang di tempati oleh El


Setelah mengatakan itu, laki-laki itu berjalan menuju meja kerja nya, yang juga masih berada di dalam satu ruangan dengan El. Sedangkan mawar ia terpaksa harus mau menunggu El sampai dia selesai dari rapat nya, yang entah sampai kapan


Mawar tiba-tiba penasaran dengan sosok laki-laki yang membawa nya masuk ke ruangan El, bahkan meja kerja nya pun berada di ruangan El. Dan untung lah papan pengenal terletak di atas meja kerja laki-laki itu, sehingga membuat mawar tidak perlu bertanya susah--susah


Dan di saat mawar membaca nama dan jabatan laki-laki itu, mawar pun mengangkat kedua alis nya. Nama laki-laki itu adalah arkhan prayoga dengan jabatan sebagai asisten pribadi CEO. Tidak heran kalau kedua perempuan penjaga resepsionis tadi tampak sangat menghormati laki-laki yang bernama yoga itu

__ADS_1


Arkhan prayoga adalah asisten pribadi yang di pilihkan langsung oleh ferdinan untuk putra nya. Tugas nya bukan hanya menjadi asisten, yoga juga bertugas untuk menjadi bodyguard untuk El. Serta yoga juga memiliki tugas lain yang di berikan oleh ferdinan kepada nya, namun El tidak mengetahui itu


Karena bosan mawar bangkit dari duduk nya lalu berjalan kearah kursi kerja El sekaligus menjadi kursi kekuasaan nya. Tanpa memperdulikan yoga yang juga berada di ruangan itu, mawar dengan acuh mendudukkan diri nya di kursi milik CEO.


Yang tentu saja pada saat melihat itu yoga tidak bisa hanya diam, karena tidak sembarang orang bisa menduduki kursi itu


" Tolong jaga etika anda. Tidak sembarang orang boleh menduduki kursi itu!!! " Ucap yoga dengan wajah nya yang terlihat sangat serius


" Lagi pula aku yakin El tidak akan keberatan, kalau aku duduk di sini " Jawab mawar dengan ketus


Mendengar itu yoga tidak bisa lagi menahan kesabaran nya. Ia pun lalu berjalan mendekati mawar yang tengah menikmati kenyamanan duduk di kursi kekuasaan. Kemudian yoga langsung mencengkram pergelangan tangan mawar, lalu menarik tubuh mawar untuk segera bangkit dari kursi


" Lepaskan tangan aku.... Sakit!!! " Teriak mawar saat tangan nya di tarik paksa oleh yoga


" Saya sudah memperingatkan kamu?!, akan tetapi kamu malah tidak mendengarkan nya. Maka jangan salahkan saya yang bersikap kasar " Ucap yoga. Dengan penuh penekanan di setiap kata-kata nya


Mendengar itu di tambah dengan melihat raut wajah yoga yang terlihat sangat menakutkan. Membuat nyali mawar menciut. Badan besar nan tegap yoga, jika di banding kan dengan tubuh nya, maka tubuh nya tidak ada apa-apa nya bagi yoga, dana kan sangat mudah bagi yoga untuk merebuk-remukkan tubuh nya.


Membuat mawar menjadi diam seribu bahasa, karena dia masih menyayangi nyawanya, dan masih ingin hidup


Tidak lama setelah itu... Terdengar suara pintu terbuka, mawar langsung menoleh dan berharap semoga saja orang yang membuka pintu itu adalah El. Dan ternyata harapan mawar menjadi kenyataan, bahwa El lah yang datang dan membuka pintu itu

__ADS_1


Setelah melihat kalau El lah yang datang, mawar langsung berlari ke arah El, dan langsung memeluk lengan penuh otot milik El. Bola mata nya pun terlihat berkaca-kaca. Membuat El yang melihat itu menjadi khawatir


" Asisten kamu menarik aku. Lihat tangan aku sampai merah begini, sakit banget sayang... " Ucap mawar, yang mengadukan sikap kasar yoga kepada nya tadi


Yoga yang melihat itu pun bukan nya merasa bersalah akan sikap kasar nya tadi, malahan dia menjadi jijik melihat nya. Yoga pun merasa aneh dengan diri nya sendiri, karena selama ini dia tidak pernah membenci perempuan sebesar rasa benci nya kepada mawar


" Memang nya kamu ngapin?, sampai yoga menarik tangan kamu sampai merah begini " Tanya El. Karena dia tahu yoga tidak akan melakukan suatu tindakan, kalau tidak ada pemicu nya


" Aku nggak ngelakuin apa-apa. Aku cuman pengen nyobain duduk di kursi kamu, dan dia langsung marah " Jawab mawar, dengan tangisan nya yang kini ikut pecah


" Apa itu benar yoga?? " Tanya El kepada asisten pribadi nya itu


Yoga pun menganggukkan kepala nya. Dan di saat melihat itu El pun mulai tersulut emosi nya, bisa-bisa nya hanya karena masalah sepele, yoga sampai berperilaku kasar. Ia pun kemudian berjalan mendekat kearah yoga dengan terus menatap nya dengan lekat


Lalu sesaat kemudian.... plakkk.... Tamparan tangan El mendarat di pipi bagian kanan yoga. Yoga pun hanya diam mendapatkan pukulan itu, tanpa ada keinginan sedikit pun untuk membalas nya. Sedangkan mawar yang melihat itu terlihat sangat bahagia, karena dendam nya telah di balas kan oleh El


" Tuan. Saya bisa jelaskan " Ucap yoga


" Sekarang juga kamu keluar!!! " Teriak El. Tanpa menghiraukan sedikit pun, yoga yang terlihat ingin menjelaskan sesuatu


Mendapatkan perintah itu yoga tidak bisa lagi melakukan apa pun, yoga pun lalu melangkahkan kaki nya untuk keluar dari ruangan itu. Dan di saat dia sampai di ambang pintu, dan kebetulan mawar masih berdiri di situ. Yoga menghentikan langkah nya sesaat, lalu menatap nya dengan tatapan yang tidak bisa di artikan oleh mawar

__ADS_1


Namun tatapan itu membuat sekujur tubuh mawar menjadi merinding. Karena sudah tidak tahan lagi dengan tatapan itu, mawar pun berlari untuk kembali berada di dekat El. Dan setelah itu yoga pun keluar dari ruangan itu


" Sayang. Apa kamu mau di periksa ke rumah sakit " Ucap El Setelah kini hanya tinggal ia dan mawar di dalam ruangan


__ADS_2