
Mendengar itu Ningsih pun menjadi tak kuasa menahan air mata nya, ia ingin mengelus pucuk kepala putri nya yang tersedu di atas tubuh nya, namun apa boleh buat ia sama sekali tidak bisa menggerakkan tangan nya
" Bu. Ibu mau kan janji sama yuna. Ibu harus semangat untuk sembuh, dan tante adriana bilang kalau dia akan mencarikan dokter terbaik untuk ibu " Ucap yuna sambil tersedu
Dengan pelang Ningsih menganggukkan kepala nya, dan tentu saja yuna sangat bahagia melihat nya. Ia pun kembali memeluk tubuh ibu nya
Sebenar nya Ningsih sudah ingin menyerah dengan kondisi nya yang sekarang, dia sudah sangat lelah dengan kehidupan nya yang selalu dipenuhi oleh kesengsaraan. Namun di saat ia mendengar yuna yang memohon kepada nya, membuat Ningsih menjadi tidak berani untuk menyerah, walau pun pada kenyataan nya dia sudah sangat lelah
Namun di saat dia membayangkan, kalau dia pergi bagaimana dengan putri nya yang tidak mempunyai siapa-siapa lagi. Yang pada saat membayangkan itu membuat Ningsih mengurungkan niat nya untuk menyerah.
***
Seminggu sudah berlalu. Yuna selalu menemani setiap proses pengobatan yang dilalui ibu nya, dan Ningsih pun sekarang terlihat sangat bersemangat untuk berjuang demi kesembuhan nya, yang tentu nya membuat yuna sangat senang melihat nya
" Bu. Yuna mau keruang administrasi dulunya " Ucap yuna. Kini seminggu sudah berlalu, namun dia belum juga mendapat kan panggilan dari administrasi, untuk mengurus pembayaran biaya pengobatan ibu nya. Dan dia berniat untuk mendatangi nya agar lebih jelas
" Kamu pakai uang tabungan ibu saja " Ucap Ningsih
Yuna hanya menganggukkan kepala nya, sebenar nya yuna cukup gugup, karena dia takut kalau sampai uang tabungan nya dan tabungan ibu nya tidak cukup, karena melihat ruangan sampai dengan dokter yang mengobati ibunya semua nya dokter spesialis, yuna pasti lah dapat menebak kalau biaya nya pasti lah tidak sedikit. Dan yuna beberapa hari ini kepala yuna pusing karena memikirkan masalah itu, dan tidak tidak menceritakan nya kepada siapa pun apa lagi kepada ibu nya
" Untuk biaya pengobatan atas nama Ningsih, sudah di bayar sampai satu bulan ke depan " Ucap perempuan, yang mengurus bagian administrasi rumah sakit
__ADS_1
Tentu saja yuna mendengar itu menjadi sangat terkejut.
" Tolong kak diperiksa kembali!, siapa tau kakak salah lihat " Ucap yuna yang masih tidak percaya. karena ia merasa tidak pernah membayar
" Benar dek, disini tertulis yang membayar atas nama, Adriana sulistiana mahendra " Ucap perempuan itu kembali
" Aaahhhh... Kalau begitu terimakasih ya kak " Jawab yuna. Ia pun segera beranjak dari tempat administrasi, karena masih banyak orang yang mengantri di belakang nya.
Sepanjang perjalanan menuju ruangan ibu nya, yuna terus memikirkan apa yang barusan dia ketahui, yaitu Adriana telah membayar semua biaya pengobatan ibu nya. Ia memang senang karena dia tidak perlu lagi memikirkan urusan biaya pengobatan ibu nya untuk satu bulan ke depan. Namun di sisi lain yuna juga merasa sedih, karena telah merepotkan Adriana, yang sudah begitu baik kepada nya dan juga ibu nya dari dulu
Dia merasa kalau dirinya seperti telah memanfaat kan kebaikan Adriana, kalau dia terus diam tanpa melakukan apa pun untuk membalas nya, walau pun pada kenyataan nya Adriana sama sekali tidak pernah mengharap kan apa-apa.
" Yuna apa biaya nya sangat mahal? " Tanya Ningsih setelah putri nya telah kembali
Terdengar Ningsih menghembuskan nafas nya panjang, saat mendengar kalau Adriana lah yang telah membayar biaya berobat nya. Sam seperti yang yuna pikirkan tadi, Ningsih memang senang biaya nya telah di bayar, namun dia juga merasa tidak enak dengan keluarga majikan nya itu.
" Ibu nggak usah mikirin masalah biaya, biar yuna yang mengurus nya. Yuna minta ibu fokus saja dengan pengobatan ibu " Ucap yuna, sambil mengelus punggung tangan ibu nya
***
Sementara itu di kediaman keluarga pratama. Mawar beserta kedua orang tua nya tengah duduk di ruang keluarga, setelah mereka selesai dari makan malam mereka, karena pada jam-jam itu lah mereka baru mempunyai waktu untuk bersantai, setelah seharian sibuk dengan pekerjaan mereka masing-masing
__ADS_1
" Mawar. apa El sudah bercerita sama kamu, kalau dia akan menggantikan posisi ayah nya sebagai CEO, pada bulan depan? " Tanya pratama kepada putri bungsu nya
Mawar menggelengkan kepala nya, karena E memang tidak menceritakan apa-apa, terlebih mengenai diri nya yang akan menggantikan posisi ayah nya. Bahkan semenjak El kembali dari luar negri, mereka baru pernah bertemu satu kali
Karena setiap kali ia mengajak pacar nya itu untuk Jalan-jalan, maka El akan menolak nya dengan alasan sibuk.
" Memang nya ayah mendapat informasi itu dari siapa, dan apa lah itu benar? " Tanya mawar
" Iya. Ayah kan mempunyai teman yang mempunyai saham di sana, jadi tidak mungkin dia mendapat kan informasi yang tidak benar " Jawab pratama. Dayana yang mendengarkan itu pun terlihat mengerut kan alis nya, wajah nya nampak gelisah entah apa yang sedang dia pikir kan
" Mawar. Kamu harus segera mendesak El untuk memberi kamu status, kalau nanti nya dia resmi menggantikan posisi ayah nya maka ibu jamin, perempuan yang nanti nya akan mendekati nya sangat banyak " Ucap dayana, Setelah dia diam beberapa saat.
Mawar merasa apa yang dikatakan oleh ibu nya itu memang lah benar, kalau dia belum juga mendapat kan status, maka akan sangat membuka peluang untuk perempuan lain menggoda El. Dan dengan membayangkan nya saja hati nya bagaikan terbakar
" Tapi bu... orang tua El belum juga memberikan restu " Ucap mawar, yang kini raut wajah nya menjadi sedih
Pratama dan dayana pun terlihat sangat frustasi mendengar itu. Karena satu-satu nya cara untuk menaikkan drajat sosial keluarga mereka yaitu dengan memiliki besan dari keluarga mahendra. Akan tetapi karena masalah yang terjadi beberapa tahun yang lalu, membuat mereka menjadi sangat susah untuk mencapai tujuan mereka
" Ibu punya ide!!!... Walau pun cara nya agak ekstrimis, namun ini satu-satunya cara yang kemungkinan berhasil nya sangat besar " Ucap dayana, yang membuat pratama dan mawar tersadar dari lamunan mereka
" Apa itu bu?? " Jawab mawar dengan sangat bersemangat.
__ADS_1
Dengan bersemangat dayana menuangkan ide nya kepada suami dan putri nya. Pratama mengerutkan alis nya mendengar apa yang istri nya katakan, walau pun terdengar agak terlalu berani, namun dia nampak setuju-setuju saja dengan ide istri nya itu