
Namun yuna tidak memberitahu ibu nya kalau dia sudah tidak bekerja lagi di cafe seperti yang ibu nya ketahui, melainkan menggantikan pekerjaan ningsih sebagai ART
" Ibu nggak perlu di jagain, biar ibu sendiri saja nggak apa-apa kok " Jawab ningsih, yang sebenar nya merasa tidak enak kalau kembali menerima kebaikan dari majikan nya
Namun saat mendengar penolakan dari ningsih, langsung menggelengkan kepala nya sambil mengerucut kan bibir nya, yang pasti nya isyarat itu bisa dapat langsung di mengerti oleh ningsih
" Kalau begitu terimakasih nyonya " Ucap ningsih
Dan setelah mendengar itu Adriana pun tersenyum.
***
Pukul 21:00 Malam...Syifa di perintah kan oleh Adriana untuk langsung menjaga ningsih mulai malam ini juga dan pakaian nya nanti akan di kirim ke rumah sakit
Sedangkan yuna di suruh ningsih untuk pulang ke rumah. Karena ningsih berpikir kalau yuna masih bekerja di cafe yaitu tempat bekerja nya dulu, yang mengharuskan yuna bangun pagi dan sampai tepat waktu ke tempat kerja. Jadi ningsih meminta yuna untuk segera pulang dan beristirahat
Dan yuna pun terpaksa menuruti apa yang ibu nya katakan, karena dia tidak mau membuat ibu nya curiga jikalau dia menolak nya. Kemudian yuna pun berpamitan kepada ningsih, walau pun pada kenyataan nya hati nya sangat berat untuk meninggalkan ibu nya, namun dia sudah memutuskan jalan yang dia pilih
Lalu yuna pun berjalan bersama El dan Adriana keluar rumah sakit.
" Tante. Karena sekarang ibu sudah ada yang jagain, maka yuna akan memulai kerja yuna besok " Ucap yuna, di sela-sela perjalanan mereka menuju parkiran
" Sebenar nya kamu ngga perlu buru-buru. Tapi kalau memang itu mau nya kamu, tante setuju-setuju saja " Jawab Adriana.
Setelah sampai di depan mobil, tiba-tiba Adriana menerima notifikasi pesan dari ponsel nya, lalu Adriana pun memeriksa nya
__ADS_1
" El. Sekarang mamah harus segera pergi ke boutique, karena tiba-tiba karyawan mamah bilang ada tamu penting yang datang tiba-tiba " Ucap Adriana setelah dia membaca pesan dari karyawan boutique nya
" Oh ya udah. Apa mau aku anterin? " Kata El
Adriana menjawab hanya dengan menggelengkan kepala nya, lalu langsung beranjak pergi dari hadapan El dan yuna yang nampak terlihat bingung
Dan tidak lama Adriana datang kembali menghampiri El dan yuna, yang masih belum bergerak dari posisi mereka
" El. Orang yang jemput mamah nggak lama lagi datang. Mamah minta kamu anterin yuna pulang, karena ini udah malam nggak baik buat yuna untuk pulang sendirian " Ucap Adriana. Dan setelah itu ia pun kembali pergi
Namun baru saja pergi beberapa meter, Adriana malah kembali lagi, yang membuat El dan yuna kembali bingung
" Oh ya yuna. Setelah kamu sampai rumah kamu langsung kemasin pakaian-pakaian kamu, dan langsung ikut El ke rumah tante, jadi kamu besok nggak perlu lagi capek-capek ke rumah tante " Ucap Adriana. Karena memang jarak antara rumah yuna dan rumah keluarga mahendra jarak nya cukup jauh
Adriana pun tersenyum karena yuna setuju, lalu ia mengelus pipi El dan yuna secara bergantian, yang membuat yuna menjadi tertegun karena nya. Kemudian adriana pun pergi setelah melakukan itu
Ekhmm...El mencoba menyadarkan yuna dari lamunan nya, sekaligus untuk memecahkan kecanggungan
" Ayo aku antar kan pulang " Ucap El sambil membukakan pintu mobil nya untuk yuna. Karena tadi dia melihat kalau laki-laki yang tadi bersama yuna membukakan pintu mobil nya untuk yuna, yang membuat El tidak mau kalah
Yuna menganggukkan kepala nya pelan lalu masuk ke dalam mobil El, yang kemudian di susul oleh El dan ia pun langsung melajukan mobil nya
" Sekarang usia kamu berapa? " Tanya El yang memecahkan kesunyian di dalam mobil
" Dua puluh " Jawab yuna. Walau pun sebenar nya dia bingung mendapatkan pertanyaan itu, akan tetapi dia tetap menjawab nya dengan jujur
__ADS_1
" Di usia kamu sekarang memang sudah legal untuk berpacaran, namun kamu harus tetap hati-hati karena banyak laki-laki di jaman sekarang yang hanya manis di luar saja " Ucap El dengan tetap fokus dengan kemudi nya
Mendengar itu yuna mengangkat kedua alis nya, dia sama sekali tidak mengerti dengan yang El katakan, sehingga membutuhkan waktu bagi yuna untuk mencerna satu persatu kata-kata yang keluar dari mulut El
Sebenar nya El juga tidak tau mengapa ia tiba-tiba mengatakan itu, padahal dia bukan lah tipe orang yang suka mengurusi kehidupan orang lain, namun mengingat yuna adalah teman dekat nya waktu kecil, jadi tidak ada salah nya untuk dia memberikan sedikit teguran
" Dan kamu juga harus berhati-hati dengan pacar kamu itu, karena dari apa yang aku lihat dia orang yang sangat banyak menyimpan rahasia " Lanjut El, yang kata-kata nya semakin membuat yuna bingung
" Pacar saya yang mana? " Gumam yuna dengan raut wajah nya yang bingung
Mendengar itu El langsung memberhentikan mobil nya secara mendadak, dan untung lah tidak ada kendaraan lain di belakang mereka. Dan setelah El menghentikan mobil nya, ia langsung menatap yuna dengan lekat
" Memang nya kamu punya pacar berapa banyak?" Tanya El dengan raut wajah nya yang terlihat kaget
" Apaan sih... Berapa apa nya?, saya aja nggak punya pacar " Jawab yuna, yang sudah mulai frustasi, karena semua yang El katakan sama sekali tidak dia pahami
" Tadi kamu sendiri yang bilang " pacar saya yang mana ". Jadi tanda nya kamu punya pacar lebih dari satu " Ucap El yang kembali meminta penjelasan
" Maksud saya pacar saya yang mana, karena saya tidak punya pacar!!! " Jawab yuna, yang berusaha menjelaskan karena nampak nya El sudah salah paham
El seketika langsung terdiam mendengar penjelasan dari yuna. Dia benar-benar malu sampai-sampai dia ingin segera menghilang dari situ. Bisa-bisa nya dia menjadi orang yang sangat bodoh, yang salah mengartikan maksud dari perkataan yuna. Sehingga membuat nya terlihat seperti orang yang bodoh di depan yuna
" Aahh.... Lupakan saja!!. Anggap saja aku nggak ngomong apa-apa " Ucap El. Lalu mengembalikan posisi duduk nya, ke posisi tegap ke depan
Setelah itu El pun kembali melajukan mobil nya. Namun kini El terus diam tanpa mengeluarkan sepatah kata pun, dan begitu juga dengan yuna
__ADS_1