
" Mamah jangan terus menyalahkan diri mamah seperti ini, lagi pula sesuatu yang sudah terjadi tidak akan bisa dikembalikan. Lebih baik mamah fokus saja kepada pengobatan bi Ningsih, lagi pula kan masih ada kesempatan buat sembuh " Ucap El.
" Dokter bilang kalau stroke yang diderita oleh Ningsih, adalah stroke yang parah. Apakah mungkin masih bisa di sembukan " Jawab Adriana, yang terus menatap Ningsih yang terbujur kaku
" Mah. Dimakan dunia medis tidak ada yang tidak mungkin, bahkan orang yang hampir meninggal sekali pun, kalau tuhan masih memberikan nya pertolongan, maka dia akan sembuh " Ucap arel.
Arel kemudian mengarahkan sesendok makanan kearah mulut ibu nya, yang membuat adriana tidak bisa menolak nya lagi, dan dia juga merasa apa yang putra nya katakan tadi memang lah benar, karena tidak ada yang tidak mungkin, selama kita mau berusaha.
" Terus mamah juga takut buat kasih tau yuna tentang kondisi ibu nya, pasti dia akan sangat sedih kalau tau " Ucap adriana, sambil menguyah makanan nya
Mendengar itu El mengerutkan alis nya, mencoba mengingat-ingat siapa pemilik dari nama yuna, yang barusan ibu nya katakan.
" Yuna.... " Gumam El.
" Iya. Memang nya kamu sudah tidak ingat dengan yuna anak nya Ningsih, bukan kah kalian dulu sangat lah dekat " Ucap adriana
Ya arel baru ingat, kalau Ningsih mempunyai anak perempuan yang dulu ikut tinggal di rumah nya. Bahkan dulu mereka sangat akrab sebagai teman masa kecil. Namun saat El berusia 13 tahun ia harus tinggal di asrama sekolah nya, yang membuat nya tidak pernah lagi bertemu dengan anak perempuan yang bernama yuna itu.
Flashback on...
Disaat hari pertama Ningsih mulai bekerja, ia menyuruh yuna untuk tetap diam dikamar sambil memainkan boneka kesayangan nya, sedangkan Ningsih memulai pekerjaan nya
__ADS_1
beberapa saat setelah di tinggal oleh ibu nya, yuna mulai merasa jenuh karena hanya sendirian didalam kamar. Ia pun kemudian keluar dari kamar, melupakan pesan yang ibu nya ucapkan, yang menyuruh nya agar tetap diam di dalam kamar. Karena ini hari pertama ia tinggal di kediaman mahendra, yuna pun tidak tahu dengan denah rumah yang ia tempat ini, ia hanya terus berjalan hingga sampai di taman, yang letaknya berada di rumah bagian belakang.
Dan saat sampai di taman yang dipenuhi oleh bunga berwarna-warni dan pohon-pohon yang lebat nan indah. Mata yuna tertuju pada kupu-kupu yang terbang di atas kepala nya, karena terakhir akan keindahan kupu-kupu itu yuna pun mengikuti kemana kupu-kupu itu terbang.
" Siapa kamu? " Ucap anak laki-laki, yang tengah duduk di kursi di bawah pohon rindang.
Mendengar itu yuna pun menghentikan langkah nya, sedangkan kupu-kupu itu terbang semakin tinggi. Dengan polos yuna mencari asal suara itu, lalu terlihat lah seorang anak laki-laki dengan buku tebal ditangan nya. Melihat itu yuna lalu berjalan kearah anak laki-laki itu
" Perkenalkan nama aku yuna " Ucap yuna sambil tersenyum memamerkan gigi kelinci nya.
Anak laki-laki itu hanya diam menatap kearah yuna tanpa berekspresi sedikit pun, membuat yuna yang melihat nya menjadi ketakutan. Takut kalau anak laki-laki didepan nya itu tidak menyukai nya, bahkan kini wajah nya terlihat sangat menyedihkan air mata nya pun telah menggenang bersiap untuk meluncur.
Melihat anak perempuan didepan nya itu ingin menangis, membuat El merasa bersalah. Ya anak laki-laki itu adalah El, dia memang suka duduk sendirian di taman sambil belajar. Dia tidak marah kepada yuna, hanya saja dia penasaran siapa anak perempuan itu, karena sebelum nya ia tidak pernah melihat nya.
Mendengar itu yuna pun menyeka air mata nya, ia kemudian langsung tersenyum dengan senyuman termanis nya kearah El. Membuat El mengulum senyum nya, melihat yuna yang berubah ekspresi begitu cepat.
Flashback of..
" Terus dimana sekarang anak bu Ningsih " Tanya El kepada ibu nya, sekarang ia menjadi sangat penasaran, bagaimana sekarang anak perempuan yang dulu nya mempunyai gigi kelinci itu, apakah sudah berubah menjadi wanita dewasa.
" Dulu waktu dia berusia 14 tahun, dia memutuskan untuk keluar dari rumah kita, dan hingga di rumah yang mereka tempati dulu. Dan waktu itu Ningsih cerita kalau sekarang dia bekerja di cafe " Jawab nya
__ADS_1
" Apa mamah tau alamat cafe nya " Tanya El kembali.
Adriana pun menggelengkan kelapa nya dengan lemah, karena memang dia tidak mengetahui dimana alamat cafe tempat yuna bekerja. Karena waktu saat Ningsih bercerita dia tidak menyebutkan nama cafe nya.
***
Sore pukul 18:00. Seperti biasa setelah memasuki jam pergantian pegawai, yuna pun langsung bergegas pulang. Ia berjalan menyusuri jalan raya sambil sesekali melihat kearah ponsel nya, ia lalu mengerutkan alis nya saat melihat panggilan dari nomer yang tidak dia kenal, yang menghubungi nya lebih dari sepuluh kali. Yuna pun langsung menghubungi nomer itu kembali, takut nya ada sesuatu yang penting.
" Halo... Maaf tadi saya lagi kerja, jadi nggak bisa angkat telpon. Kalau boleh tau ini siapa ya? " Ucap yuna sambil terus melangkahkan kaki nya
" Ini saya adriana, kamu masih ingatkan " Jawab adriana dari seberang sana.
" Tentu saja saya masih ingat, tante majikan nya ibu kan. Kalau boleh tau ada apa ya tante telpon saya " Ujar yuna. Ia merasa sangat penasaran mengapa tiba-tiba adriana menghubungi nya, padahal sudah sangat lama mereka tidak pernah saling berhubungan lagi
Terdengar adriana membuang nafas nya lalu terdiam beberapa saat tanpa suara. sebelum ia menjawab pertanyaan dari yuna, ia harus memikirkan bagaimana cara memberitahu yuna tentang kondisi ibu nya, agar saat yuna mendengar nya dia tidak akan terlalu syok.
" Yuna. Tadi pagi ibu kamu pingsan, dan sekarang lagi dirawat di rumah sakit " Ucap adriana, sangat terdengar kalau ia sangat berhati-hati di setiap kata-kata nya.
Bagaikan disambar Oleh petir tubuh nya langsung bergetar, jantung nya pun menjadi berdetak tak beraturan, tak kala ia mendengar kalau ibu nya tengah dirawat di rumah sakit.
" Terus bagaimana kondisi ibu sekarang tante " Tanya yuna dengan suara nya yang terdengar gemetar
__ADS_1
Mendengar itu membuat adriana semakin tidak tega untuk memberitahu kan, tentang kondisi ningsih yang sebenar nya. Ia memilih untuk menenangkan yuna terlebih dahulu, dan dia pun terpaksa untuk berbohong sementara.
" Sekarang ibu kamu baik-baik saja, jadi kamu jangan terlalu khawatir " Ucap adriana yang terpaksa berbohong.