
" Aku nggak mau ke rumah sakit. Aku cuman mau di sini sama kamu " Sahut mawar, Lalu memeluk tubuh El
" Maafin aku ya. Karena aku nggak punya waktu untuk kamu, karena aku benar-benar sibuk dengan urusan perusahaan " Ucap El, lalu melepaskan pelukan mawar. Ia pun merasa sangat bersalah kepada kekasih nya itu, karena kesibukan nya ia menjadi sangat jarang memberikan kabar kepala mawar
" Iya aku mengerti " Jawab mawar
Padahal pada kenyataan nya, dia sama sekali tidak mengerti dengan kesibukan El. Bahkan setiap hari dia selalu marah-marah karena El yang sangat jarang menghubungi nya. Dan pada akhir nya dia pun datang ke perusahaan untuk menemui El, karena dia sudah tidak tahan lagi dengan rasa rindu nya yang menggebu-gebu
15 menit kemudian...
" Sayang. Malam ini kamu mau kan ke rumah aku, ayah sama ibu pengen banget ketemu sama kamu. Karena sejak kamu pulang dari luar negri, kamu selalu menolak undangan orang tua aku " Ucap mawar, dengan terus bergelantungan di lengan kekar El
Mawar akhir nya mengatakan hal yang membuat dia rela datang ke perusahaan untuk menemui El. Selain kerinduan nya.
Mendapatkan pertanyaan itu El pun terlihat sedang berpikir dengan keras. Sebenar nya dia sangat ingin untuk menolak, karena pada malam hari adalah satu-satunya waktu untuk dia beristirahat. Namun saat melihat wajah mawar yang terlihat sangat memohon kepada nya, membuat El tidak tega untuk menolak nya
" Iya. Aku usaha kan untuk datang malam ini " Jawab El
Tentu saja mendengar itu mawar sangat senang. Lalu dia pun kembali memeluk tubuh El, namun ada senyuman aneh yang muncul di sudut bibir nya
Pukul 19:00...
Yuna terus memandangi diri nya dari pantulan cermin, sambil mengenakan baju yang tadi adriana belikan untuk nya. Lalu dia menyentuh wajah nya yang kini terlihat lebih bersih dan cerah. Karena tadi selain membelikan baju untuk nya, adriana juga membawa nya untuk perawatan ke salon. Yang tentu nya tidak pernah yuna lakukan sebelum nya
" Terima kasih ya tuhan... Engkau telah mempertemukan hamba dengan orang sebaik tante adriana " Ucap yuna. Lalu menjatuhkan tubuh nya keatas kasur
__ADS_1
Sedangkan itu di ruang tamu. Ferdinan tengah duduk di sofa sambil memainkan ponsel nya, sambil menunggu istri nya yang masih bersiap-siap di kamar
" Papah mau kemana? " Tanya El. Yang baru saja keluar dari kamar nya
" Papah mau pergi ke undangan Wibowo teman papah " Jawab ferdinan
" Kamu juga mau kemana? " Tanya balik ferdinan kepada sang putra. Karena dia melihat sang putra menggunakan jaket tebal, seperti orang yang ingin keluar
" Aku mau cari makan di luar. Sekalian jalan-jalan tipis-tipis " Jawab El. Dan tentu saja dia tengah berbohong
Karena dia tidak mungkin berkata jujur, kalau sebenar nya dia ingin pergi ke rumah mawar. Karena yang ada bukan nya dia mendapatkan izin dari sang ayah, malahan hanya akan mendapatkan amukan
Mendengarkan itu ferdinan nampak mengerutkan alis nya. Dia sudah terjun ke dunia bisnis hampir puluhan tahun, jadi dia sudah hapal dari gerak-gerik seseorang, apakah orang itu berkata jujur atau berbohong. Dan dia melihat kalau putra nya sekarang tengah menyembunyikan sesuatu
" Mas. Ayo kita berangkat " Ucap Adriana yang baru saja keluar dari kamar nya
Dia tak henti-henti nya memuji penampilan sang istri pada malam hari ini, layak nya seperti pasangan muda, walau pun sebenar nya mereka berdua tidak lah muda lagi. Namun karena itu lah hubungan mereka masih bisa bertahan sampai dengan sekarang
" Eehh.... El kamu juga mau pergi " Tanya Adriana yang baru menyadari kalau sang putra juga berada di situ
" Iya mah, aku mau keluar sebentar " Jawab El
" Ya sudah. Tapi ingat pulang nya jangan terlalu larut. Besok kan kamu harus kembali masuk kerja " Ucap Adriana
Mendengar itu El pun menganggukkan kepala nya, karena niat nya dia juga tidak ingin berlama-lama di rumah mawar. Karena besok dia harus kembali bangun pagi untuk berangkat bekerja
__ADS_1
Adriana dan ferdinan pun mulai berangkat menuju pesta yang akan mereka hadiri. Sedangkan El mengambil mobil nya dari bagasi, lalu mulai melajukan nya untuk menuju kediaman mawar
Sedangkan itu di dalam mobil yang membawa ferdinan dan Adriana menuju tempat pesta. Terlihat raut wajah ferdinan nampak gelisah dan tidak tenang, dan itu pun di sadari oleh sang istri
Beberapa saat setelah itu, ferdinan mengeluarkan ponsel nya dari kantong celana nya, lalu kemudian menghubungi yoga, yaitu asisten sekaligus bodyguard El
" Selamat malam tuan. Apa ada yang bisa saya bantu? " Ucap yoga dengan sopan, dari seberang sana
" El baru saja pergi keluar, dan aku mau kamu segera ikuti dia " Kata ferdinan
Selain bertugas untuk menjadi asisten dan bodyguard, yoga juga bertugas untuk menjadi mata-mata untuk ferdinan, agar ferdinan dapat terus mengawasi sang putra. Dan tentu saja hal itu tidak di ketahui oleh El
" Baik tuan, saya akan segera melacak keberadaan tuan El " Jawab yoga. Dan kemudian dia pun memutuskan sambungan telpon mereka
Yoga dapat dengan mudah mengetahui keberadaan El, karena dia telah meletakkan sistem pelacak di ponsel pribadi El, dan semua itu dia lakukan tentu nya atas perintah dari ferdinan.
Dan tidak ada maksud untuk tidak memberikan privasi kepada El, itu semua semata-mata ferdinan lakukan untuk menjaga keselamatan sang putra. Karena apa bila suatu saat El berada dalam bahaya, maka dia dapat dengan mudah melacak keberadaan sang putra
Setelah menemukan keberadaan El, yoga pun segera menyusul nya menggunakan mobil nya.
" Mas. Kamu benar-benar keterlaluan!. El hanya mau pergi keluar untuk jalan-jalan, masa ia kamu masih meminta orang lain untuk mengikuti nya " Ucap Adriana dengan kesal. Menurut nya suami nya itu sudah terlalu posesif kepada putra mereka
" Kamu tidak akan mengerti. Entah mengapa filing ku merasakan kalau nanti ada sesuatu yang terjadi dengan El " Jawab ferdinan
Mendengar jawaban dari sang suami, Adriana hanya mendengus kesal. Namun ferdinan tidak memperdulikan nya
__ADS_1
***
Tepat pukul jam delapan malam. El sampai di depan rumah mawar, ia pun lalu keluar dari mobil nya, sambil menenteng sebuah plastik di tangan nya. Di perjalanan menuju rumah mawar El menyempatkan mampir untuk membeli pizza, karena mawar sangat menyukai makanan bernama pizza itu