Dinikahi CEO Tampan

Dinikahi CEO Tampan
Eps10_Menggantikan pekerjaan ibu!!


__ADS_3

Begitu juga dengan mawar, yang sudah di buta kan dengan rasa cinta nya terhadap El, membuat dia tidak lagi memikirkan masalah yang bisa saja terjadi, jikalau rencana mereka gagal.


***


Malam pukul 21:30.Kini ayu dan yuna tengah duduk di kursi yang berada di taman rumah sakit, setelah Ningsih terlelap dari tidur nya.


Ayu memang selalu menyempatkan waktu nya untuk mengunjungi Ningsih di rumah sakit, setelah dia pulang dari kerja nya. Yang membuat yuna mempunyai teman untuk mengobrol


" Yuna kamu boleh kok cerita sama aku, aku tau sekarang kamu sangat banyak pikiran, jangan selalu di pendam sendiri! " Ucap ayu. Sudah beberapa kali ayu berkunjung ke rumah sakit, dan dia dapat jelas kalau yuna memiliki banyak sekali pikiran, namun yuna terlihat sama sekali tidak berniat untuk membagi cerita nya dan terus memendam nya sendiri


Yuna menatap mata sahabat nya itu yang terlihat sangat tulus, yang membuat yuna menghembus kan nafas nya. Seperti nya sudah saat nya untuk ia berbagi cerita nya kepada sahabat nya itu, dengan harapan setelah dia menceritakan masalah yang membebani pikiran nya itu, maka dia akan sedikit mendapat kan ketenangan.


" Sebenar nya aku sangat takut kalau ibu tidak bisa sembuh. Aku selalu berusaha untuk terus menyakinkan diri aku, kalau ibu bisa kembali seperti dulu, tapi malah membuat aku semakin takut, aku takut kalau ibu ninggalin aku " Ucap yuna, yang benar-benar tidak bisa menahan air mata nya.


Mendengar itu ayu pun memeluk tubuh yuna, ia juga ikut menangis, sebenar nya dia juga tidak bisa memberi kan pertolongan apa-apa. Akan tetapi dia bisa menjadi pendengar yang baik bagi sahabat nya itu, ayu hanya bisa terus memberikan semangat


Dia juga tidak bisa membayangkan kalau dia berada di posisi yuna, mungkin dia tidak akan sanggup.


" Ditambah aku merasa sangat bersalah dengan keluarga majikan ibu aku, karena sebagai anak aku tidak bisa melakukan apa pun, sampai biaya saja mereka yang bayar " Ucap yuna kembali mencurahkan isi hati nya.


" Yuna. Aku yakin keluarga majikan ibu kamu itu ikhlas melakukan itu. Dan kamu juga jangan bicara begitu, kamu sudah sangat berjuang untuk ibu kamu, jangan selalu menyalahkan diri kamu " Jawab ayu, yang selalu berusaha memberikan semangat kepada yuna.


" Akan tetapi aku terus saja merasa bersalah, kalau aku hanya tetap diam dengan terus menerima ke baikan mereka " Ucap yuna kembali

__ADS_1


" Terus memang nya kamu mau melakukan apa?, kamu ngomong saja sama aku, apa pun yang bisa aku bantu akan aku lakukan, asal kan kamu bisa tenang dan fokus dengan pengobatan ibu kamu " Jawab ayu.


Yuna pun terlihat berpikir sejenak sebelum ia mengucapkan perkataan selanjutnya.


" Sebenar nya entah mengapa tadi siang aku tiba-tiba berpikir, keluarga majikan ibu aku melakukan itu pasti karena ibu aku yang sudah bekerja sangat lama di rumah itu... "


" Jadi sebagai ganti atas kebaikan mereka, aku merasa aku harus menggantikan pekerjaan ibu aku, karena dia sudah tidak mungkin lagi untuk melanjutkan pekerjaan nya " Sambung yuna.


Di tengah lamunan nya tadi siang, tiba-tiba saja pemikiran itu timbul di kepala nya. Dan yuna merasa cara itu cukup masuk akal, dan mungkin saja setelah dia melakukan itu, maka dia tidak akan lagi merasa kalau dia hanya memanfaat kan kebaikan keluarga mahendra, kepada mereka. namun dia belum bisa memutuskan nya


Karena dia yakin mungkin saja ibu nya tidak mengizinkan nya melakukan itu.


" Kamu serius...? " Ucap ayu yang kaget mendengar perkataan yuna, yang ingin menggantikan pekerjaan ibu nya sebagai ART.


Yuna hanya terdengar membuang nafas nya kasar, dia tahu cara yang dia pikir kan sekarang adalah cara yang aneh bagi orang lain, namun entah mengapa ia rasa cara itu adalah cara yang bisa membuat nya tenang.


" Yuna. Pokok nya apa pun yang sudah menjadi keputusan kamu, kalau menurut kamu itu yang terbaik, maka aku akan terus mendukung nya " Ucap ayu.


" Terimakasih ya Yu, kamu sudah mau mendengarkan cerita aku " Ucap yuna


" Iya. aku akan selalu mendengarkan kapan pun kamu mau bercerita " Jawab ayu.


Malam sudah semakin larut. Ayu pun berpamitan kepada yuna untuk segera pulang, karena ia besok harus bangun pagi untuk kembali masuk bekerja.

__ADS_1


Yuna juga kembali keruangan ibu nya, ia langsung membaringkan tubuh nya di sofa. Dan benar saja setelah tadi dia mencurahkan isi hati nya yang sangat mengganggu nya kepada ayu, kini ia merasa jauh lebih tenang. Yang membuat nya dengan cepat terlelap.


***


Pukul 15:30. Yuna meminta izin kepada ibu nya untuk keluar karena ada sesuatu yang harus dia urus. Dan Ningsih pun dengan senang hati mengizinkan putri nya itu


Sebenar nya yuna ingin pergi menemui adriana, dan dia pun sudah menghubungi adriana, menanyakan apa kah Adriana bisa meluangkan waktu nya untuk berbicara dengan nya, dan Adriana pun langsung menyetujui nya bahkan dia bersedia untuk menyusul yuna ke rumah sakit, namun yuna menolak nya karena apa yang ingin dia bicarakan kepada Adriana, dia tidak ingin di dengar oleh ibu nya


" Apakah anda yuna? " Tanya ART perempuan yang membukakan pintu untuk yuna.


" Iya saya yuna " Jawab yuna.


" Silahkan masuk, nyonya sudah menunggu di dalam " Ucap perempuan itu sambil mempersilahkan yuna untuk masuk


Setelah mengatakan itu ART itu pun menyuruh yuna untuk mengikuti nya. Lalu dengan tersenyum ramah yuna pun mengangguk lalu mengikuti nya, yuna pun mengarahkan pandangan nya ke sudut-sudut ruangan yang sama sekali tidak berubah, dari semenjak dia masih tinggal di rumah itu.


" Yuna.... " Kata Adriana setelah dia melihat orang yang dia tunggu-tunggu akhir nya datang


Yuna pun tersenyum manis karena mendapat kan sambutan yang begitu hangat dari Adriana, padahal mengingat dia bukan lah siapa-siapa bagi adriana.


Setelah itu Adriana langsung menarik tangan yuna untuk duduk di sampingnya. Lalu langsung menanyakan minuman apa yang ingin di minum oleh yuna


" Air putih saja tante " Jawab yuna dengan malu-malu.

__ADS_1


Lalu Adriana pun memberikan perintah kepada pelayan nya untuk menyiapkan air putih seperti yang di inginkan oleh yuna


" Yuna. Memang nya apa yang ingin kamu bicara kan, mengapa kamu tidak mau ibu kamu mendengar nya? " Tanya adriana dengan lembut


__ADS_2