
" Syukur lah kalau begitu. Saya minta tolong kirimkan alamat rumah sakit tempat ibu dirawat " Kata yuna. Ia berusaha untuk terdengar baik-baik saja, padahal sekarang hati nya benar-benar kacau.
walau pun adriana mengatakan kalau ibu nya baik-baik saja, entah mengapa hati nya mengatakan yang sebalik nya, kalau memang ibu nya baik-baik saja, terus mengapa harus dirawat di rumah sakit
" Baiklah saya akan kirimkan alamat nya " Jawab adriana.
Kemudian adriana pun memutuskan sambungan telpon nya dengan yuna, lalu mengirimkan alamat rumah sakit, dimana sekarang Ningsih dirawat kepada yuna.
Setelah menerima pesan dari adriana, yuna pun langsung menuju alamat yang diberikan oleh adriana. Dan pada saat ia ingin menyebrang jalan, yuna tidak lagi melihat rambu-rambu lalu lintas, karena ia melihat jalanan agak sepi dan aman untuk nya menyebrang
Namun tiba-tiba saja mobil datang dengan kecepatan yang sangat kencang, sampai-sampai membuat yuna tidak bisa lagi menghindar. Namun seketika keajaiban datang, pengemudi mobil itu bisa berhenti tepat waktu, tinggal beberapa centimeter lagi maka mobil itu akan menabrak tubuh yuna, bahkan yuna pun jatuh tersungkur karena terlalu kaget.
" Kamu baik-baik saja kan " Ucap seorang laki-laki, yang keluar dari mobil, yang hampir menabrak yuna
" Iya saya baik-baik saja " Jawab yuna, Lalu ia langsung bangkit, karena harus buru-buru ke rumah sakit untuk melihat kondisi ibu nya.
Disaat yuna ingin beranjak pergi, laki-laki itu merentangkan jalan nya, sehingga menghalangi jalan yuna.
" Saya akan membawa kamu ke rumah sakit untuk diperiksa, sebagai tanda pertanggungjawaban saya, karena hampir menabrak kamu " Ucap laki-laki yang berusia sekitar 25 tahunan.
" Tidak perlu saya baik-baik saja " Jawab yuna, lalu kembali melangkahkan kaki nya untuk beranjak pergi.
__ADS_1
Namun lagi-lagi laki-laki itu menghalangi jalan yuna, membuat nya mengerutkan alis nya karena mulai kesal, karena ia harus buru-buru ke rumah sakit. Akan tetapi seketika yuna menemukan ide, kalau memang laki-laki itu ingin bertanggungjawab, maka yuna bisa meminta laki-laki itu mengantar nya ke rumah sakit dimana sekarang ibu nya berada, otomatis ia akan lebih cepat untuk sampai.
" Karena kamu tetap bersikeras ingin bertanggungjawab. Kalau begitu tolong antar kan saya ke rumah sakit yang berada di alamat ini " Ucap yuna, lalu memperlihatkan alamat rumah sakit yang tadi adriana kirim kan.
" Baiklah " Jawab laki-laki itu singkat.
Setelah melihat alamat rumah sakit yang ditunjukkan oleh yuna, rupa nya laki-laki itu sudah mengetahui alamat yang dimaksud oleh yuna. Ia pun kemudian membukakan pintu mobil nya untuk yuna
Dengan rasa canggung yuna pun masuk kedalam mobil mewah milik pria itu. Kemudian laki-laki itu pun menyusul, tak lama setelah itu ia pun mulai melajukan mobil nya dengan kecepatan sedang, karena dia tidak ingin kejadian barusan terulang lagi.
" Oh ya sebelum nya kita belum kenalan, kalau boleh tau nama kamu siapa " Ucap laki-laki itu, yang berusaha memecahkan suasana canggung di dalam mobil
Laki-laki itu pun mengerutkan alis nya, karena tidak mendapatkan pertanyaan balik dari yuna, yang tidak menanyakan nama nya. Itu semua karena yang menjadi fokus yuna sekarang hanya lah ibu nya. Rasa takut dan khawatir memenuhi relung hatinya, walau pun tadi adriana mengatakan kalau kondisi ibunya baik-baik saja, namun yuna tidak akan bisa tenang kalau tidak melihat nya langsung.
Setelah kurang lebih 15 menit. Kini mereka telah sampai di depan rumah sakit yang di maksud oleh yuna, setelah memarkirkan mobil nya laki-laki itu turun lebih dulu dari mobil nya, lalu kembali membukakan pintu mobil untuk yuna
" Terima kasih karena sudah mengantar saya. Kalau nanti kita berkesempatan bertemu lagi, saya akan mentraktir kamu " Ucap yuna sambil sedikit membungkukkan badan nya, sebagai ucapan Terima kasih nya.
Dan setelah mengatakan itu yuna langsung berlari masuk kedalam rumah sakit, untuk mencari ruangan yang di tempati oleh ibu nya. Sedangkan laki-laki itu hanya bisa bingung menatap kearah yuna, ia berpikir kalau yuna ingin memeriksakan kondisi nya di rumah sakit ini, tapi ternyata laki-laki itu hanya dijadikan nya sebagai tukang ojek gratis
" Ya sudah lah, kelihatan nya dia juga baik-baik saja, lagi pula aku sudah bertanggungjawab " Gumam laki-laki itu, lalu ia kembali masuk ke dalam mobil, dan mengemudikan mobil nya keluar dari area rumah sakit.
__ADS_1
Untung lah tadi adriana juga mengirimkan nomer ruangan, yang di tempati oleh ningsih, sehingga tidak terlalu menyulitkan yuna untuk mencari nya. Dan setelah sampai di depan ruangan yang nomer nya sama, seperti yang adriana kirimkan, yuna pun lalu mengetuk pintu nya
" Kamu yuna? " Tanya adriana, setelah ia membuka pintu. Dia hampir tidak mengenali yuna, karena sudah sangat lama mereka tidak pernah bertemu lagi
" Iya tante saya yuna " Jawab yuna. Berbeda dengan adriana yang sempat tidak mengenali diri nya, yuna malahan bisa langsung mengenali adriana, karena wajah adriana terlihat sangat awet muda, hampir tidak ada yang berubah dari dulu.
" Kalau begitu ayo masuk! " Ajak adriana
Yuna pun tersenyum kearah adriana sebelum ia memasuki ruangan itu. Jlebb... Hati adriana bagaikan ditusuk dengan pisau yang sangat tajam, ketika melihat senyuman yuna yang masih begitu manis, sangat persis seperti ia waktu kecil. Adriana takut kalau senyuman yang begitu manis itu hilang, di saat yuna mengetahui kondisi ibu nya yang sebenar nya
" Tante apa ibu sedang tidur? " Tanya yuna, ketika melihat ibu nya yang memejamkan mata nya, dengan terbaring di ranjang rumah sakit.
Gllukk... Adriana menelan saliva nya saat mendengar pertanyaan dari yuna. Kemudian ia pun menghembus kan nafas nya panjang, mempersiapkan diri nya untuk memberitahu yuna tentang kondisi ibu nya, karena bagaimana pun yuna wajib tau tentang hal itu
" Yuna sebenarnya... Ibu kamu terkena stroke " Ucap Adriana, setelah ia mengumpul keberanian nya.
Mendengar itu yuna langsung terduduk ke lantai, seluruh tubuh nya lemas seakan tidak memiliki energi sedikit pun, air mata nya pun tidak bisa lagi dia bendung. Dengan cepat Adriana pun memeluk tubuh yuna yang bergetar dengan hebat
" Tante janji, tante akan mencarikan dokter terbaik untuk menyembuhkan ibu kamu " Ucap Adriana sambil mengelus kepala yuna, yang tengah terisak di dalam pelukan nya.
" Terima kasih tante, tante sangat baik kepada ibu saya " Jawab yuna
__ADS_1