Dinikahi CEO Tampan

Dinikahi CEO Tampan
Eps14_Hari pertama bekerja


__ADS_3

Yang juga hanya diam, sehingga membuat suasana di dalam mobil menjadi sangat sunyi. Hanya terdengar beberapa kali yuna berbicara untuk menunjukan arah jalan menuju rumah nya


" Itu rumah saya " Ucap yuna sambil menunjukan tangan nya kearah rumah nya


" Aku akan tunggu di dalam mobil, kamu beresin saja barang-barang yang ingin kamu bawa, nggak perlu buru-buru " Ucap El. lalu menghentikan mobil nya tepat di depan rumah sederhana milik yuna


Yuna mengangguk kan kepala nya lalu turun dari mobi, dan masuk ke dalam rumah lalu langsung menuju kamar nya. Lalu kemudian yuna memasukkan pakaian nya ke dalam tas.


Dengan pikiran nya yang terus memikirkan pembicaraan antara ia dan El di mobil tadi


El tadi bilang kalau yuna harus berhati-hati dengan pacar nya, bahkan El bilang kalau dia melihat pacar yuna. Padahal yuna sama sekali tidak mempunyai pacar, jangan kan untuk mempunyai pacar, teman laki-laki saja dia tidak punya. Jadi siapa yang sebenar nya El maksud. Begitu lah pikiran yuna yang membuat kepala nya menjadi pusing


Setelah yuna rasa sudah cukup dengan pakaian yang dia masuk kan ke dalam tas untuk dia bawa, selama dia tinggal di tempat kerja baru nya. Yuna pun mendudukkan tubuh nya di atas kasur, karena El tadi berpesan untuk diri nya tidak usah terlalu buru-buru, jadi yuna bisa beristirahat sebentar


" Maksud El pacar aku apa nya? , memang nya dia ngeliat apa? " Gumam yuna yang dari tadi terus memikirkan hal itu


" Aku harus minta penjelasan dari dia! " Sambung yuna


Setelah itu yuna langsung kembali ke mobil, karena malam juga sudah semakin larut. Dan setelah yuna masuk El pun mulai melajukan mobil nya kembali, untuk menuju ke kediaman nya


***


Pukul 23:30.Kini yuna telah berada di kamar nya, yaitu kamar yang dulu nya ningsih tempati, sambil merebahkan tubuh nya di tempat tidur.


Yuna sangat lah kesal dengan diri nya sendiri, karena tadi dia tidak meminta El untuk menjelaskan perkataan dia sebelum nya. Bukan nya meminta El untuk menjelaskan yuna malah hanya dia seperti orang bisu

__ADS_1


Karena El juga hanya dia sepanjang perjalanan, membuat yuna menjadi tidak mempunyai nyali untuk membuka pembicaraan


" Udah lah. Lagian masih banyak waktu untuk menanyakan nya " Gumam yuna kepada diri nya sendiri


Sebelum tidur yuna terlebih dahulu menghubungi syifa, karena sebelum yuna pergi tadi syifa sudah memberikan nomer telepon nya kepada yuna, agar memudah kan yuna untuk menanyakan tentang kondisi ibu nya.


Dan setelah beberapa saat syifa pun membalas pesan yang di kirimkan oleh yuna, lalu syifa membalas kalau sekarang Ningsih sudah tertidur


Setelah membaca pesan itu yuna pun akhir nya bisa tenang. Karena yuna sudah sangat mengantuk, ia pun tidak membutuh kan waktu yang lama untuk terlelap


***


Pagi pukul 06:00.Yuna sudah terlihat siap untuk melakukan pekerjaan nya. Dia diminta oleh lastri untuk membantu nya memasak sarapan untuk majikan mereka, karena lastri adalah orang pertama yang mengetahui kalau yuna adalah anak Ningsih


" Wah... Yuna masakan kamu benar-benar enak, tidak kalah dengan masakan ibu kamu. Memang benar kata orang-orang, kalau buah itu jatuh tidak jauh dari pohon " Puji lastri, setelah ia mencicipi masakan yang di masak oleh yuna


" Bibi bisa saja, sekarang juga masih dalam tahap belajar, jadi mohon bimbingan nya dari bibi " Jawab yuna dengan senyuman manis nya


Lalu kemudian lastri dan yuna pun melanjutkan memasak mereka, sambil sesekali saling memuji satu sama lain. Dan setelah semua makanan telah selesai mereka masak, mereka pun lalu menata nya keatas meja makan dengan rapi


" Karena semua nya sudah selesai, kalau begitu saya mau melanjut kan pekerjaan saya yang lain " Ucap yuna


" Kamu tidak mau menunggu tuan sama nyonya dulu, nanti mereka pasti akan memuji masakan kamu " Jawab lastri


" Nggak bi. Kalau pun nanti tuan dan nyonya memuji makanan nya, bibi lah yang sepatutnya mendapat kan pujian itu, saya kan hanya bantu-bantu saja " Ucap yuna

__ADS_1


Dan setelah mengatakan itu yuna pun melangkahkan kaki nya untuk meninggal kan dapur. Sedangkan lastri yang menatap kepergian yuna, nampak terharu mendengar apa yang baru saja yuna katakan, tatapan nya mengartikan kalau ia ikut berbangga, karena lastri sahabat nya mempunyai putri sebaik yuna. Walau pun ia masih belum terlalu mengenal yuna, namun sudah dapat dia rasakan kalau yuna adalah anak perempuan yang baik dan lembut


Setelah meninggalkan dapur yuna nampak kebingungan dengan apa yang harus dia lakukan selanjut nya, karena hari ini adalah hari pertama dia bekerja, di tambah nampak nya semua pekerjaan sudah ada yang menangani nya semua


Namun di tengah-tengah kebingungan yuna, nampak ada beberapa perempuan yang usia nya seumuran dengan yuna, yang terlihat berjalan mendekat ke arah yuna


" Kamu ART baru ya? " Tanya salah satu perempuan


" Iya ini hari pertama saya kerja, jadi mohon bimbingan nya " Jawab yuna tidak lupa dengan senyuman manis nya


Mendengar itu ketiga perempuan muda itu terlihat saling tatap satu sama lain, seolah sedang merancang sesuatu. Dan yuna pun nampak bingung melihat nya, hanya saja yuna tidak menaruh curiga sedikit pun


" Kelihatan nya kamu sedang bingung " Ucap salah satu perempuan itu lagi


" Iya saya bingung mau ngerjain apa, karena saya lihat semua nya sudah ada yang pegang " Jawab yuna dengan malu-malu namun dia harus tetap jujur, siapa tau perempuan-perempuan di depan nya itu dapat membantu nya


" Kalau begitu kebetulan taman belakang sedang banyak daun-daun yang jatuh, dan rumput nya oun sudah mulai panjang, jadi harus segera di pangkas " Jawab perempuan itu dengan senyuman nya yang terlihat aneh


" Baiklah saya akan mengerjakan nya " Sahut yuna dengan bersemangat. Dia terlihat sangat senang setelah mengetahui apa yang bisa dia lakukan


Setelah mengatakan terimakasih kepada ketiga perempuan itu, yuna pun pergi ke arah taman belakang. Dimana pada saat dia kecil dulu, dia sangat suka menghabiskan waktu nya untuk bermain mau pun belajar di situ


" Hahaha...Dasar bodoh gampang banget buat di suruh-suruh " Ucap salah satu perempuan itu, sambil tertawa dengan puas


" Iya ke depan nya kita suruh saja dia terus. Sebaik nya sekarang kita nikmati saja waktu santai kita " Sahut yang lain nya

__ADS_1


__ADS_2