Dinikahi CEO Tampan

Dinikahi CEO Tampan
Eps17_Memikirkan perempuan lain


__ADS_3

" Kamu juga ada apa malam-malam ke sini? " Tanya yuna, yang berusaha mencairkan suasana


" Memang nya tidak boleh aku ke sini " Jawab El dengan tetap mengarahkan pandangan nya ke depan


" Aahh... Tentu saja kamu boleh, bagaimana pun ini kan rumah kamu " Sahut yuna


Setelah itu suasana pun berubah menjadi hening. Yang membuat yuna kembali teringat dengan cerita yang di ceritakan oleh adriana tadi siang. Yang juga mengatakan kalau dulu waktu dia kecil, dia sangat suka duduk di kursi ini bersama dengan El, yang sekarang kejadian itu terulang kembali


Yang membuat jantung yuna sekarang berdegup tidak beraturan. Begitu juga dengan El yang tiba-tiba teringat, kalau di tempat ini lah pertama kali dia bertemu dengan anak kecil yang sangat lucu dan mempunyai gigi kelinci, yaitu yuna yang sekarang tengah berada di samping nya


Namun dengan cepat El memukul kepala nya menggunakan tangan nya sendiri. Yang membuat yuna menjadi sangat terkejut melihat nya.


Ini pertama kali bagi El ia memikirkan perempuan lain, selain ibu nya dan kekasih nya yaitu mawar. Dan sekarang dia bukan lah seperti diri nya sendiri, yang tiba-tiba saja memikirkan perempuan lain


" Kamu kenapa? " Tanya yuna. Yang sangat kaget melihat El yang tiba-tiba memukul kepala nya sendiri


" Aku nggak apa-apa " Jawab El dengan wajah nya yang terlihat aneh, yang kemudian setelah dia mengatakan itu ia pun lalu bangkit dari duduk nya


Kemudian dia pun beranjak pergi untuk kembali masuk ke dalam rumah, dan meninggal kan yuna sendirian.


Melihat itu tentu saja membuat yuna heran, akan perubahan sikap El yang sangat tiba-tiba


Walau pun yuna sangat penasaran dengan apa yang sebenar nya terjadi kepada El, namun dia berusaha untuk tidak terlalu memikirkan nya. Karena malam juga sudah semakin larut, yuna pun memutuskan untuk kembali ke kamar nya untuk segera beristirahat, karena besok dia harus kembali bangun pagi untuk melanjutkan pekerjaan nya.

__ADS_1


Sedangkan itu...Pada salah satu ruangan yang ada di kediaman keluarga Mahendra. Terdengar sebuah suara keributan, di tengah-tengah suasana hening nya malam, dan untung lah ruangan itu kedap suara, sehingga keributan di ruangan itu tidak terdengar kemana-mana, dan tidak membuat istirahat yang lain menjadi terganggu


" Nyonya. Saya mengakui kesalahan saya, tolong jangan pecat saya, karena saya satu-satunya tulang punggung keluarga saya, dan pekerjaan ini sangat penting bagi saya dan keluarga saya " Ucap perempuan, yang usia nya kisaran 20tahunan. Yang memohon kepada Adriana agar dia tidak di pecat


" Saya juga menyadari kesalahan saya nyonya. Saya mohon jangan pecat saya, karena saya harus membiayai sekolah adik-adik saya " Ucap perempuan yang lain nya


Setelah pulang dari boutique nya tadi, Adriana langsung meminta kepada kepala pelayan rumah nya, untuk menyuruh orang yang hari ini bertugas untuk membersihkan taman belakang, untuk segera menghadap kepada nya. Karena tadi siang dia hanya melihat yuna hanya sendirian membersihkan taman belakang, padahal sepengakuan kepala pelayan, dia sudah memerintahkan tiga orang untuk melakukan nya


Dan setelah di interogasi oleh Adriana secara langsung, mereka pun akhir nya mengakui kesalahan mereka, kalau mereka telah membohongi ART baru yaitu yuna, untuk membersihkan taman belakang sendirian, yang sebenar nya itu adalah tugas mereka, namun mereka malah bersantai dan menyuruh orang lain untuk melakukan nya


Saat mendengar itu tentu saja adriana langsung marah, bukan hanya semata-mata karena yuna yang menjadi korban, akan tetapi dia memang paling tidak suka kalau ada, pelayan nya yang menyuruh-nyuruh pelayan yang lain untuk melakukan pekerjaan nya. Karena dia sudah memberikan pekerjaan yang sama rata untuk para pelayan nya kerjakan


" Baiklah. Tapi ini kali pertama dan kali terakhir saya mendengar hal seperti ini!!! " Ucap adriana


Walau pun adriana tidak ingin lagi melihat wajah ketiga perempuan muda yang sudah semena-mena ini, namun di saat mendengar kalau mereka sangat membutuhkan pekerjaan ini untuk membiayai anggota keluarga mereka. Membuat adriana terpaksa mengurungkan niat nya untuk memecat ketiga orang itu.


Namun kalau sampai kejadian seperti ini terulang kembali, maka adriana akan langsung memecat nya, dengan alasan apa pun adriana tidak akan mentoleran nya lagi


Dan setelah mengatakan itu adriana pun kembali ke kamar nya. Dan akhir nya sekarang dia bisa beristirahat dengan tenang, setelah masalah yang terjadi di rumah nya, telah ia selesaikan


***


Setelah selesai membantu Lastri untuk menyiapkan sarapan. Yuna pun langsung menuju ke taman belakang untuk melanjutkan pekerjaan nya yang kemarin belum bisa ia selesai kan

__ADS_1


Dan setelah yuna sampai di taman belakang ia menemui sesuatu yang aneh, yaitu di mana sudah ada tiga orang yang terlihat membersihkan taman itu. Dan setelah melihat kedatangan yuna ketiga perempuan itu terlihat gugup dan saling bertukar tatap


" Selamat pagi " Ucap yuna, menyapa ketiga perempuan yang sebenar nya sudah pernah bertemu kemarin


Dan setelah mengatakan itu yuna pun memulai pekerjaan nya, tanpa memperdulikan tatapan aneh yang di berikan oleh ketiga orang itu


Sedangkan ketiga perempuan itu terheran-heran melihat sikap yuna yang nampak biasa-biasa saja, karena sebelum nya mereka berpikir, kalau yuna akan marah kepada mereka karena mereka sudah membodohi yuna.


Namun yuna terlihat seperti tidak mengetahui apa-apa, dan juga mereka sebelum nya berpikir kalau yuna lah yang mengadu kepada adriana.


" Yuna. Sebenar nya kita mau minta maaf sama kamu, karena kemarin sudah membohongi kamu " Ucap salah satu dari tiga perempuan itu


" Minta maaf soal apa? " Tanya yuna dengan heran, karena dia memang tidak mengetahui apa-apa


" Sebenar nya untuk membersihkan taman ini itu adalah tugas kami bertiga, tapi kami malah menyuruh kamu untuk mengerjakan nya " Ucap perempuan itu lagi, sedangkan kedua teman nya yang lain hanya diam, malah seperti tidak menyadari kesalahan yang sudah mereka perbuat


Dan tentu saja di saat mendengar itu yuna kaget bercampur marah, bisa-bisa nya mereka malah membohongi nya, padahal dia sama sekali tidak pernah melakukan kesalahan kepada mereka.


Namun apa boleh buat nasi sudah menjadi bubur, bagaimana pun semua nya juga sudah terjadi. Dan tidak ada alasan untuk dia tidak memaafkan mereka


" Iya saya memaafkan kalian " Sahut yuna


Dan setelah mengatakan itu yuna pun pergi menjauh dari ketiga perempuan itu untuk melanjutkan pekerjaan nya. Dan jujur saja sekarang dia masih sangat kesal dan itu terlihat dari raut wajah nya

__ADS_1


__ADS_2