
Dengan kemampuan yang jasmine miliki, banyak perusahaan yang mau menerima nya. Namun jasmine miliki hati yang begitu sensitif, sehingga kalau ada orang yang berbicara negatif tentang nya, dan apa bila itu sampai pada telinga nya, maka hal itu akan membuat jasmine tidak akan tenang, lalu pada akhir nya membuat ia tidak lagi bisa fokus dengan pekerjaan nya. Dan karena itu lah yang membuat jasmine selalu bergonta-ganti tempat kerja
Mendengar perkataan yang keluar dari mulut ibu tiri nya, hati jasmine sangat sakit, sebenar nya bukan karena dia malas, akan tetapi keluarga nya lah yang tidak pernah memperhatikan nya, apa lagi mau mendengarkan kuliah kesah nya. Jasmine pun menatap kearah ayah nya, berharap ayah nya memberikan pembelaan
Namun nihil pratama tetap terlihat tenang sambil terus menyantap makan malam nya, tanpa ia ketahui hati putri sulung nya sekarang benar-benar sakit. Membuat jasmine geram melihat itu semua, karena dia selalu saja di salahkan
" Memang nya kenapa kalau aku malas?, lagi pula harta peninggalan ibu ku cukup untuk memenuhi kebutuhan ku seumur hidup " Ucap jasmine dengan lantang.
Semua orang yang ada di meja makan kaget mendengar apa yang jasmine katakan, karena jasmine yang mereka kenal ada sosok yang lemah, bahkan biasanya ia tidak pernah membentak apa yang orang lain katakan kepada nya
" Memang nya kamu pikir uang peninggalan ibu kamu itu sebanyak apa sih?? " Sahut mawar, yang mulai terpancing dengan apa yang jasmine katakan.
" Yang pasti cukup sampai aku tua nanti, kecuali ada orang lain yang ikut menggunakan nya " Ucap jasmine, yang entah dari mana ia dapat keberanian untuk mengatakan itu
" Hehh... begitu saja sudah sombong, mana nuduh-nuduh orang lagi. Ingat ya kalau nanti aku sudah jadi nyonya keluarga mahendra, aku akan bikin kamu tidak diterima bekerja di perusahaan mana pun lagi " Ucap mawar.
Mendengar itu jasmine langsung beranjak pergi lalu masuk kedalam kamar nya, dia sudah sangat muak mendengar mawar yang selalu membanggakan, kalau dia akan menjadi nyonya keluarga mahendra. Sedangkan pratama dan dayana saling tatap, mereka sama-sama berpikir apakah jasmine sudah mengetahui kalau mereka telah menggunakan uang peninggalan mendiang ibu jasmine.
***
Saat malam saudah memasuki pukul 21:00. Adriana dan arel pun berpamitan untuk pulang.
Yuna mengantarkan mereka sampai ke parkiran, dan setelah sampai di parkiran
__ADS_1
" Mamah masuk duluan saja ke mobil, ada yang ingin aku bicarakan dengan yuna " Ucap arel.
Adriana pun menganggukkan kepala nya, lalu masuk kedalam mobil meninggalkan yuna dan El berdua. Membuat suana diantara mereka terasa sangat canggung
" Yuna tentang kejadian malam itu. Kau mewakili mawar meminta maaf, aku tau kamu pasti sangat marah karena itu, sampai kamu tidak ingin bercerita kepada ibu ku kalau kita pernah bertemu sebelum nya " Ucap El. Dia sudah sangat ingin mengatakan itu kepada yuna.
" Aku nggak marah, kamu jangan berpikir yang tidak-tidak. Lebih baik sekarang kamu pulang, kasihan tante adriana pasti dia capek " Jawab yuna, terdengar sangat tegas
Setelah mengatakan itu yuna pun melangkahkan kaki nya untuk kembali keruangan ibu nya. Yuna memang terlihat seakan tidak perduli dengan kejadian itu di saat di depan El, namun kenyataan nya ia merasakan trauma akan kejadian itu. Karena pada saat yuna melihat wajah El, maka ia akan langsung teringan dengan keganasan perempuan bernama mawar.
Kini yuna telah kembali di ruangan ibu nya, ia pun duduk di samping ranjang ibu nya sambil menggenggam tangan yang selalu memberikan nya kehangatan, tanpa di duga air matanya kembali menetes, namun kini ia bisa menangis sepuas nya, tanpa khawatir dilihat oleh orang lain
Dengan terus menangis, yuna pun tertidur membawa hati dan raga nya yang lelah, berharap setelah ia kembali membuka mata nya besok, maka semua nya akan kembali membaik.
***
" Halo siapa? " Tanya yuna, sambil mengucek-ngucek mata nya.
" Yuna sekarang kamu dimana?, bu bos marah besar, karena sudah jam segini masih belum datang " Ucap ayu.
Mendengar itu yuna langsung melihat jam yang sudah menunjukkan pukul 11 siang, yuna pun memukul jidat nya, bisa-bisa nya ia baru bangun padahal sudah jam 11 siang.
Kemudian yuna pun menceritakan tentang kondisi ibu nya kepada ayu, yang sekarang terkena stroke. Dan tentu saja ayu sangat terkejut mendengar nya, dan ia merasa sangat sedih dengan musibah yang menimpa sahabat nya itu
__ADS_1
" Ayu. aku minta tolong ya, tolong mintakan izin sama bu bos untuk aku, karena sekarang aku masih belum bisa ninggalin ibu aku " Ucap yuna
" Iya aku akan bilang nanti sama bu bos " Jawab ayu.
" Nanti setelah pulang kerja, aku akan berkunjung kesitu " Sambung ayu.
Dan setelah itu ayu pun memutuskan sambungan telpon mereka, karena ia harus kembali bekerja.
***
Pukul 14:00.
" Bu. Ibu makan dulu ya, ibu kan belum makan apa-apa dari kemarin " Ucap yuna, sambil mengarahkan sesendok bubur ke arah mulut ibu nya
Sebenar nya ningsih telah sadar semenjak pukul 12 siang tadi, dan dia pun sangat histeris sangat mengetahui kalau dia terkena stroke. Dan yuna pun terus menenangkan ibu nya dengan berbagai cara.
Ini adalah kali pertama bagi yuna melihat sisi terlemah ibu nya. Sosok perempuan yang sangat yuna kagumi karena ketangguhan nya, yang tidak pernah mengeluh walau pun cobaan silih berganti menimpa nya. Sakit sekali hati yuna saat melihat wajah putus asa ibu nya, yang biasa nya terlihat sangat bersemangat.
Ningsih memiringkan kepala nya menghindari yuna yang ingin menyuapi nya. Yang hanya bisa membuat yuna menghembuskan nafas nya pelan. Ia tahu ini begitu berat bagi ibu nya, dan membutuhkan waktu untuk Ningsih menerima nya
Yuna pun kembali meletakkan mangkuk bubur itu keatas meja, lalu meraih tangan ibu nya untuk ia genggam.
" Ibu lihat yuna! " Ucap yuna.
__ADS_1
Mendengar itu Ningsih pun kembali membalikkan kepala nya, kearah putri nya, karena hanya bagian kepala nya lah yang bisa ia gerakkan, sedangkan tubuh nya sama sekali tidak bisa dia gerakkan
" Ibu masih ingatkan? dulu ibu pernah bilang sama yuna, kalau ibu bisa bertahan sampai sekarang itu karena yuna. Dan sekarang yuna mohon, ibu harus bertahan sampai yuna sukses dan buat ibu bangga. Tolong lakukan itu demi yuna bu " Ucap yuna, yang tidak bisa lagi menahan air mata nya, lalu memeluk tubuh ibu nya dan menangis di sana.