Dinikahi Pacar Kakakku

Dinikahi Pacar Kakakku
Pernikahan itupun Terjadi


__ADS_3

Irene pun langsung menatap papa dan mamanya. Namun papa dan mamanya sama sekali tidak bisa melakukan apa-apa. Mereka menyerahkan semua keputusan itu kepada Irene.


"Pa, Ma, Irene tidak mau menikah, apalagi menikahi kak Dev, Irene masih sekolah Pa, Ma," tolak Irene. Baginya Dev hanya akan menjadi kekasih Tasya kakaknya.


"Irene, aku mohon, hanya kamu yang bisa menolong kita dari aib ini, apa kata orang saat mengetahui pengantinnya lari, mau ditaruh di mana wajah kita semua," ucap Dev lagi.


"Tapi lebih memalukan jika kakak menikahiku, apa kata orang nanti jika mereka tahu siapa aku," tegas Irene.


"Aku mohon Irene, tolong selamatkan aku dari musibah ini," pinta Dev memohon, ia bahkan sampai bersujud di kaki Irene. Dev benar-benar tidak bisa menanggung malu, di antara para tamu undangan, hampir keseluruhan semua orang yang ia kenal, apalagi kebanyakan dari rekan-rekan bisnisnya, apa kata mereka nanti saat mengetahui ia batal nikah, apalagi mengatahui calon pengantinnya lari.


Irene pun kembali menatap papa dan mamanya, mereka seolah memberi kode untuk Irene agar setuju menikah dengan Dev.


Setelah berfikir panjang, Irene pun setuju, ia tahu papa dan mamanya sangat merasa malu di hadapan pak Sanjaya dan Bu Ani, ia tidak ingin membuat papa dan mamanya lebih merasa malu lagi di hadapan para tamu undangan.


"Baiklah, aku akan setuju menikah dengan kakak, tapi aku memiliki syarat," ucap Irene. Dev pun langsung beranjak dan mengangkat wajahnya, "Apapun yang kamu minta akan aku berikan," sahutnya semangat.


"Kita menikah hanya untuk menutupi aib ini dari semua orang. Tidak ada hubungan suami-isteri setelah pernikahan, bagiku kakak hanya pacar kak Tasya, kakak tidak berhak mengatur apalagi mengurus kehidupanku, dan jika suatu saat kak Tasya kembali, maka pernikahan ini akan berakhir," ucap Irene. Mendengar itu membuat papa dan mamanya terkejut, begitu juga dengan pak Sanjaya dan Bu Ani. Namun tidak dengan Dev, justru ia juga menginginkan hal yang sama, ia sama sekali tidak memiliki perasaan apa-apa untuk Irene, baginya pernikahan itu hanya untuk menyelamatkannya dari cibiran orang, bahkan ia juga berharap Tasya akan kembali dengannya. Walaupun sekarang ia membenci Tasya, namun cintanya yang kuat mampu mengalahkan kebenciannya.


"Irene, apa yang kamu katakan? Tidak ada pernikahan seperti yang kamu katakan, sayang," ucap mama Ratna.

__ADS_1


"Tidak apa-apa Tante, aku bisa mengerti dan menerimanya," sahut Dev menengahi. Setelah itu Irene pun langsung mengganti baju bridesmaidnya dengan baju kebaya yang seharusnya Tasya gunakan. Setelah itu, mama Ratna dan Bu Ani pun langsung membawa Irene ke meja akad menemui penghulu.


Melihat calon pengantin yang berbeda membuat semua orang bertanya-tanya, cibiran dari satu mulut ke mulut lainnya pun mulai terdengar, namun setelah mengetahui kejadian yang sebenarnya, membuat pak penghulu tidak ada pilihan, selain menikahkan Dev dengan Irene. Toh terjadi atas izin pengantin dan kedua belah pihak keluarga.


Tidak lama setelah itu, lafadz ijab qobul pun terdengar, bismillahirrahmanirrahim, "Saudara Devan Charl Sanjaya bin Abdul putra Sanjaya, saya nikahkan dan saya kawinkan anda dengan Irene Purnama Sari yang walinya telah mewakilkan kepada saya, untuk menikahkannya dengan anda dengan mas kawin uang sebesar 2 milliar rupiah dibayar tunai," ucap pak penghulu.


"Saya terima nikah dan kawinnya Irene Purnama Sari binti Bram Bambang Purnomo dengan mas kawin tersebut," sahut Dev dengan lancar.


"Bagaimana para saksi?" tanya pak penghulu.


"SAH,"sahut para saksi.


Gedung putih itu yang tadinya dipenuhi tamu undangan, kini perlahan kosong. Dev sama sekali tidak berminat melanjutkan acara resepsi. Cibiran demi cibiran masih berlanjut, namun semua seakan sirna saat mendengar mahar yang Dev berikan.


Di malam harinya, Dev kini sudah berada di kamar Irene. Ia bahkan tidak berminat menginap di hotel, sembari memikirkan Tasya, Dev pun membaringkan tubuhnya, ia sama sekali tidak peduli dengan Irene yang tidak nyaman dengan keberadaannya.


"Kak Dev, apa mesti kakak juga harus tidur di sini?" tanya Irene.


"Malam ini saja, mulai besok kamu akan ikut aku ke rumahku, kita akan tidur terpisah, aku akan menepati janjiku, aku tidak akan pernah menyentuh kamu," sahut Dev, ia bahkan tidak membalikkan tubuhnya menghadap Irene saat bicara. Sejujurnya ia juga merasa geli dengan pernikahan ini, namun keadaan membuat ia tidak bisa melakukan apa-apa.

__ADS_1


"Apa? Ikut kakak? Tidak, aku tidak mau, aku tetap tinggal di sini, kan aku sudah katakan, tidak ada hubungan suami-isteri istri setelah pernikahan, termasuk tinggal dengan kakak," bantah Irene.


Dev pun langsung bangkit, "Irene, jangan kekanakan, sekarang aku suami kamu, jadi kemanapun aku pergi, di manapun aku tinggal, kamu ikut," ucapnya. Namun Irene masih tetap tidak terima, ia pun langsung meninggalkan Dev lalu menuju kamar papa dan mamanya.


Papa dan mamanya yang tengah menangisi perbuatan Tasya merasa terkejut, saat melihat Irene yang langsung menerobos masuk.


"Pa, Ma. Irene tidak mau ikut dengan kak Dev, Irene tidak mau tinggal dengannya, Irene mau di sini sama papa dan mama," keluh Irene.


Mama Ratna pun langsung beranjak dari tempat tidur, lalu menghampiri Irene putri bungsunya itu.


"Irene sayang, papa dan mama tahu perasaan kamu, tapi sekarang kamu sudah menjadi istri Dev, jadi ke manapun Dev pergi, kamu harus ikut sayang. Kamu lihat mama, ke manapun papa kamu pergi, sebisa mungkin mama selalu ikut. Inilah arti pernikahan itu sayang, kamu harus mengabdi apa kata suami kamu, dan mengikuti semua apapun yang dikatakannya," ucap mama Ratna.


"Tapi kak Dev bukan suami yang Irene inginkan ma, Irene tidak mencintainya, pernikahan ini saja membuat Irene geli, bagaimana Irene mau mengabdi dengannya," sahut Irene.


Mendengar itu Papa Bram pun juga datang menghampiri.


"Irene, jangan bicara seperti itu. Papa dan mama tahu kesepakatan pernikahan kalian, tapi setidaknya hormati dia sayang, papa dan mama sangat merasa sedih dengan perbuatan kakak kamu, tolong jangan menambah kesedihan papa dan mama dengan sikap kamu seperti ini," ucap papa Bram, jika papanya yang sudah bicara, Irene sama sekali tidak bisa melawan.


"Tapi Pa, Irene belum siap tinggal dengan kak Dev, papa dan mama tolong mengerti keadaan Irene juga," pinta Irene. Papa Bram pun langsung membawa Irene ke dalam pelukannya, ia tahu Irene pasti belum menerima sepenuhnya kejadian ini semua.

__ADS_1


"Papa akan bicara dengan Dev sayang, jadi untuk sementara waktu, kamu bisa tinggal di sini, sampai kamu siap untuk ikut dengan Dev," ucap papa Bram. Irene pun langsung memeluk papanya dengan erat, "Terimakasih, Pa," ucapnya. Karena selama ini papa Bram juga selalu memanjakannya.


__ADS_2