Dinikahi Pacar Kakakku

Dinikahi Pacar Kakakku
Irene Mabuk


__ADS_3

Di tengah kebingungannya, tiba-tiba Alex pun mengundangnya untuk menghadiri party ulang tahun Kevin. Irene merasa senang, ini bisa dijadikan alasan untuk menghindari party Dev. Ia tidak harus memikirkan Dev, ia memang sama sekali tidak ingin menghadiri party itu, karena baginya ia ingin menyembunyikan wajahnya dari teman-teman bisnis Dev.


Bik Yani dan pak Harto pun mulai sibuk menyiapkan rumah, mereka bahkan dibantu oleh Fahri, sebab Fahri lah yang mengerti keinginan teman-teman bisnis mereka.


"Irene belum pulang bik?" tanya Fahri.


"Belum mas, biasanya non Irene selalu pulang telat," jawab bik Yani. Fahri pun mengangguk mengerti, padahal tadinya ia sangat semangat agar bisa bertemu dengan Irene.


Sebelumnya Irene sudah memberikan paket liburan yang Dev berikan untuk Tini, Salsa dan juga Rara. Dan saat melihat notifikasi chek in hotel di handphonenya, membuat Dev memasang wajah datar, ia mengira Irene lah yang sudah melakukan chek in itu. Irene bahkan tidak pulang, agar Dev mengira ia benar-benar pergi.


Alex dan Irene pun tiba di sebuah bar yang cukup mewah dan besar. Semua orang terlihat gembira, menari, berjoget, bahkan minum-minuman keras. Asap rokok membuat Irene tidak nyaman, ia yang menyaksikan itu hanya bisa diam, ia seperti kebingungan, apalagi saat melihat Alex yang sepertinya sudah akrab dengan tempat itu.


"Irene, kamu kenapa? Kenapa kamu diam aja?" tanya Alex. Walaupun Irene anak orang kaya dan memiliki kehidupan yang bebas, ia sama sekali tidak menyukai bar, ia bahkan belum pernah memasuki bar, diskotik atau tempat hiburan sejenis itu.


"Gak apa-apa kak. Aku hanya takjub, orang-orang terlihat sangat happy," jawab Irene berbohong.


"Di sini tempat menikmati hidup Ren, kamu bisa lampiaskan semua perasaan kamu di sini," sambung Alex, lalu menarik tangan Irene menuju room yang sudah Kevin pesan.

__ADS_1


Kevin dan lainnya pun langsung menyambut kedatangan Alex dan Irene, dan saat melihat Kevin dan lainnya yang kini di dampingi oleh wanita penghibur membuat Irene semakin terkejut. Rasa gelisah seketika menyerangnya, ia langsung teringat dengan nasihat yang Tini, Salsa dan Rara berikan.


"Hai Alex, hai Irene," sapa Kevin.


"Hai bro. Btw selamat ulang tahun bro," ucap Alex dan Irene pun hanya tersenyum datar.


Kevin pun langsung memeluk Alex sambil membisikkan sesuatu sehingga membuat Irene semakin tampak gelisah.


Di rumah Dev juga sudah terlihat ramai, satu persatu teman-teman bisnisnya pun datang. Dev hanya bisa diam termenung, sebab tujuan mereka datang hanya untuk melihat dan berkenalan dengan Irene, namun nyatanya Irene bahkan tidak memikirkan harga dirinya.


"Keluar kota," jawab Dev singkat.


"Apa? Jadi Irene gak ada di sini?" tanya Fahri terkejut.


"Diam, jangan bahas dia lagi," sahut Dev kesal. Entah kenapa ia tiba-tiba merasa kesal dengan Irene. Fahri yang menyaksikan itu pun hanya bisa diam, ia tidak berani untuk banyak bertanya lagi, sebab ia tahu Dev sangat merasa kesal.


Salah satu rekan bisnis Dev pun datang menghampiri, "Pak Dev, selamat atas pernikahan anda, sebelumnya saya minta maaf, saya tidak bisa hadir kemaren, dikarenakan ada pekerjaan yang gak bisa saya tinggalkan," ucap pak Hendra.

__ADS_1


"Terimakasih pak Hendra, saya bisa mengerti," balas Dev.


"Ngomong-ngomong, isteri pak Dev di mana? Saya ingin melihatnya, kira-kira secantik apa dia yang sudah berhasil membuat pak Dev jatuh cinta," canda pak Hendra.


Dev dan Fahri pun saling menatap, rasa canggung jelas terasa di antara mereka. Tidak hanya pak Hendro, pak Hans serta rekan bisnis yang lainnya pun datang menghampiri untuk mengucapkan selamat, serta bertanya di mana keberadaan Irene istri Dev.


"Semuanya, sebelumnya saya minta maaf, saya tahu kedatangan kalian untuk berkenalan dengan istri saya. Dan saya juga berterima kasih karena kalian sudah meluangkan waktu kalian untuk datang. Namun, malam ini istri saya tidak dapat bergabung dan berkenalan, tiba-tiba dia merasa tidak enak badan. Tapi saya janji, lain kali saya akan mengenalkan istri saya kepada bapak-bapak semua," ucap Dev. Pak Hendra, serta lainnya pun merasa kecewa, namun mereka juga tidak bisa berbuat apa-apa.


Dengan cepat Fahri pun langsung mencairkan suasana, ia langsung menghidupkan musik, lalu mengajak semuanya untuk bersulang menikmati anggur yang sudah ia siapkan.


Di dalam room Irene terlihat pusing, ia tidak tahu, jus jeruk yang ia pesan ternyata sudah dicampur dengan vodka. Ia pun meminta Alex untuk mengantarnya pulang, mau tidak mau, Alex pun langsung menuruti perintah Irene, ia belum melakukan apa-apa sebelum mendapatkan sesuatu dari Irene.


Di perjalanan kesadaran Irene mulai hilang, ia semakin merasa melayang, ia bahkan tertawa dan bicara sendiri, sehingga membuat Alex hanya tersenyum datar.


Setibanya di rumah Dev, Alex menyadari di rumah Irene juga sepertinya sedang melakukan party. Irene mengajak Alex untuk masuk, namun Alex pun menolak. Alex merasa tidak enak, ia takut orangtua atau kakak Irene akan mencercanya karena membawa Irene dalam keadaan mabuk.


Setelah menurunkan Irene, Alex pun langsung pergi, dengan berjalan linglung, Irene pun langsung menuju rumah, dan saat ia membuka pintu, ia mendengar alunan musik serta keramaian yang membuatnya tertawa.

__ADS_1


__ADS_2