Dinikahi Pacar Kakakku

Dinikahi Pacar Kakakku
Pengaman yang Bagus


__ADS_3

Setibanya di sekolah, Irene pun berjalan tepat di belakang Dev, ia seperti anak kecil yang sedang mengumpat di belakang orangtuanya, ia benar-benar merasa malu, ia mengira satu sekolah sudah mengetahui soal pernikahannya.


Saat Iren dan Dev melewati setiap lorong sekolah, spontan para siswi histeris, mereka mengagumi ketampanan Dev, Dev benar-benar sangat tampan, dengan kemeja hitam serta dua kancing atas yang terbuka, dipadukan dengan celana cover abu-abu yang mengikuti bentuk kakinya, sepatu hitam yang mengkilat, semakin menambah ketampanannya. Dev memiliki tubuh tinggi dan sangat seksi, kulit putih bersih, bibir sedikit kemerah-merahan, hidung mancung, alis dan bulu mata yang cukup tebal, serta mata yang indah, ketampanannya bahkan nyaris mendekati kata sempurna. Melihat reaksi teman-teman sekolahnya saat melihat Dev membuat Irene geleng-geleng, apa yang mereka lihat dari Dev, menurutnya Dev hanya laki-laki yang sangat menyebalkan di hidupnya.


"Seharusnya kamu menjadi salah satu dari mereka, teriak histeris saat melihat cowok tampan," puji Dev, Irene yang mendengar itu ingin muntah, ia bahkan merasa ilfil, bisa-bisanya Dev memiliki kepercayaan diri tingkat dewa seperti itu. Walaupun sebenarnya apa yang Dev katakan benar, hanya saja Irene yang belum menyadarinya.


"Siapa yang tampan?" tanya Irene. Dev pun langsung berhenti, Irene yang tidak memperhatikan langkah pun langsung menabrak Dev dari belakang.


"Au, kakak ngapain tiba-tiba berhenti?" tanya Irene, sambil mengelus-elus jidatnya yang menabrak punggung Dev.


Dev pun langsung membalikkan badan, dan menatap Irene dengan tajam.


"Kenapa kakak berhenti? Ayo kak, ruangan kepala sekolahnya di sana. Aku malu, banyak orang di sini," sambung Irene.


"Sekolah ini milikku Irene, aku tau setiap sudut yang ada di sekolah ini," ucap Dev, seketika Irene pun melotot, ia mengira sekolah itu adalah milik orangtuanya Dev.


"Apa? Jadi ini milik kakak? Bukan orangtuanya kakak?" tanya Irene tidak percaya.


"Aku akan buktikan kepada kamu," sahut Dev, lalu menarik tangan Irene menuju ruangan kepala sekolah. Para siswi yang melihat Dev dan Irene semakin histeris, termasuk teman-teman Irene yang sudah menunggu di pojok lorong. Mereka mengetahui kabar pernikahan Irene, namun tidak tahu rupa dan bentuk dari suami sahabat mereka itu. Bahkan ada gosip yang beredar bahwa Irene menikah dengan Om-om.


"Irene," panggil Tini, Irene pun langsung menoleh dan melambaikan tangannya.


"Siapa dia?" tanya Tini lagi, sambil menunjuk ke arah Dev. Irene yang sedang digandeng paksa oleh Dev sama sekali tidak bisa menghampiri teman-temannya itu.

__ADS_1


"Nanti aku jelaskan," jawab Irene, sambil mengikuti langkah Dev yang begitu kencang. Tini, Salsa dan Rara pun langsung mengikuti Dev dan Irene, mereka terkejut saat melihat Dev dan Irene menuju ke ruangan kepala sekolah.


"Ngapain Irene dan laki-laki tampan itu ke ruangan kepala sekolah?" tanya Salsa.


"Apa Irene di D.O?" sambung Rara.


"Belum tentu, kita gak tahu kabar itu benar atau tidak, jika Irene benar-benar sudah menikah, aku dengar sekolah ini milik keluarga kakak iparnya, mana mungkin Irene akan di D.O," jawab Tini.


"Terus siapa laki-laki itu?" tanya Salsa lagi.


"Mungkin dia kakak iparnya Irene, mungkin kakak iparnya datang untuk memberikan perintah kepada kepala sekolah dan guru-guru, untuk tidak mengusik Irene," jawab Tini. Ia, Salsa dan Rara hanya bisa menebak-nebak, sebab Irene sama sekali tidak pernah membalas pesan mereka, dan menceritakan yang sebenarnya untuk mereka.


Setibanya di ruangan kepala sekolah, Dev dan Irene pun langsung masuk. Melihat kedatangan Dev membuat kepala sekolah terkejut, dan juga para guru lainnya. Mereka langsung menyambut kedatangan Dev, dan mempersilahkah Dev untuk duduk.


"Selamat siang pak Devan, apa yang membuat bapak jauh-jauh datang ke sini?" tanya kepala sekolah, dan saat melihat Irene yang bersembunyi di belakang Dev, membuat kepala sekolah itu kebingungan, ia takut Irene melakukan sesuatu, sampai-sampai pemilik sekolah langsung datang turun tangan untuk menyelesaikannya.


"Baik pak Devan, saya akan mengundang semua guru untuk datang," ucap kepala sekolah, dengan cepat pak kepala sekolah pun memberikan pengumuman di group WhatsApp para guru, membuat semua guru merasa panik, dan langsung bergegas menuju ruangan kepala sekolah.


Satu persatu para guru pun datang, mereka meninggalkan kelas dan memberikan pekerjaan untuk para siswa. Melihat Dev yang kini berada di ruangan kepala sekolah, membuat para guru itu juga terkejut, selama ini mereka hanya mendengar tentang Dev dari mulut ke mulut saja, dan melihat fotonya saja, namun setelah melihat Dev secara langsung, serta ketampanannya, membuat mereka merasa pangling. Namun saat melihat Irene berada di samping Dev, membuat mereka bingung dan penasaran, apa yang sudah terjadi sebenarnya.


"Semuanya sudah berkumpul pak Devan, kira-kira apa yang ingin pak Devan sampaikan?" tanya kepala sekolah itu.


Dev pun langsung beranjak dari tempat duduknya dan menyapa para guru semuanya.

__ADS_1


"Terimakasih pak kepala sekolah untuk waktunya, dan terimakasih juga untuk semua guru yang sudah datang ke sini, kedatangan saya ke sini bukan karena masalah sekolah. Sejauh ini sekolah baik-baik saja, selalu menghasilkan siswa-siswi yang berprestasi, saya pribadi sangat mengucapkan terimakasih untuk kerja keras bapak kepala sekolah dan semua guru yang mengajar di sini," ucap Dev, bapak kepala sekolah pun tepuk tangan, lalu diikuti para guru lainnya, Irene yang merasa kikuk dan tidak nyaman pun juga terpaksa ikut tepuk tangan.


"Jika bukan masalah sekolah, lantas hal apa yang membawa pak Devan datang ke sini? Saya pribadi benar-benar kuatir, saya takut siswa-siswi di sini melakukan sesuatu yang tidak kami ketahui," ucap pak kepala sekolah, sambil melirik Irene. Irene yang melihatnya pun langsung menundukkan kepalanya, bukan karena takut, tapi karena merasa malu.


"Kedatangan saya hanya ingin menanyakan sesuatu, apa bapak kepala sekolah dan semua guru yang ada di sini sudah mendengar kabar tentang pernikahan Irene?" tanya Dev, bapak kepala sekolah pun langsung melotot, begitu juga dengan semua guru. Irene merupakan siswi yang sangat terkenal di sekolah itu, semua guru hampir mengenalnya, selain cantik, Irene juga merupakan siswi yang pintar dan juga berprestasi.


Wali kelas Irene yang juga kebetulan ada di sana pun langsung berdiri, lalu menghampiri Irene.


"Irene, kemarin kamu izin kepada ibu untuk pernikahan kakak kamu, jadi sebenarnya kamu yang menikah? Kenapa Irene? Apa kamu hamil? Siapa yang melakukannya? Ibu benar-benar kecewa sama kamu, kamu siswa yang berprestasi di sini, jika semua tahu kalau kamu sudah menikah, kamu bisa mencoreng nama baik sekolah ini," ucap Bu Dita. Irene hanya terus merunduk, ia memainkan tangannya yang gemetar, wajahnya panas dan memerah, rasanya ia tidak sanggup mengangkat wajah.


"Irene, apa benar kamu sudah menikah?" tanya kepala sekolah itu juga. Irene pun hendak membuka suara, namun langsung dicegah oleh Dev. Dev langsung meraih dan menggenggam tangan Irene, membuat kepala sekolah dan guru-guru itu semua melongo.


"Sebelumnya saya mau meluruskan, Irene menikah bukan karena hamil. Dan saya ingin memberitahukan, bahwa sayalah yang menikahi Irene," ucap Dev. Spontan pak kepala sekolah dan semua guru tercengang tidak percaya.


"Apa pak Devan serius?" tanya kepala sekolah.


"Saya serius pak, ceritanya panjang, dan ini merupakan rahasia yang tidak bisa saya ceritakan. Tapi Irene benar-benar tidak hamil, bapak sekolah dan para guru bisa menjamin itu. Kedatangan saya hanya ingin memberitahukan itu, tolong jaga rahasia ini, jangan biarkan kabar pernikahan saya dan Irene mengganggu Irene, saya sangat mencintainya, saya tidak mau konsentrasi belajar Irene terganggu gara-gara ini," ucap Dev, Irene pun langsung mengangkat wajahnya dan menatap Dev dengan tajam. Melihat reaksi Irene, Dev pun semakin memperkuat genggamannya. Ia seakan melampiaskan kekesalannya kepada Irene.


"Dan sedikit saya tekankan, jangan pernah melibatkan masalah ini dengan Irene, jika saya mengetahui ada yang coba-coba mengusik Irene setelah mendengar kabar ini, saya tidak sungkan-sungkan untuk membalasnya! Saya harap bapak kepala sekolah dan semua guru yang ada di sini dapat memakluminya," tegas Dev.


Bapak kepala sekolah pun langsung beranjak dan tertawa.


"Kami turut bahagia atas pernikahan bapak. Pak Devan tidak usah kwatir, kami akan menjaga Irene dan kabar ini dengan baik. Tapi jika boleh saya meminta, tolong pak Devan jangan membuat Irene hamil dahulu, sekarang dia sudah kelas 3, banyak kegiatan yang akan sekolah lakukan dan harus diikuti, saya tidak mau Irene kenapa-napa, sekaligus itu untuk melindunginya, saya harap pak Devan dapat memakluminya," ucap kepala sekolah. Para guru hanya bisa senyam-senyum, namun tidak dengan Irene. Ia benar-benar geli mendengar permintaan kepala sekolah.

__ADS_1


"Bapak tidak usah kwatir, saya menggunakan pengaman yang sangat bagus, dan saya bisa menjaga diri, jadi Irene tidak akan hamil sebelum dia lulus sekolah," sahut Dev, membuat Irene murka dan ingin menghabisi Dev saat itu juga.


"Pak Devan bisa saja, hahahaha," sahut kepala sekolah, setelah itu, Dev dan Irene pun langsung keluar, spontan para guru langsung mulai untuk menggibah.


__ADS_2