
"E-enggak gitu, nanti aku salah li... Astaghfirullah Arinaaa" Husein langsung menyebut dan spontan menutupi tubuh Arina, kala Arina melepas sarung yang ia kenakan sampai membuat dirinya bertelanjang dada tepat dihadapan Husein yang kini berdiri tegak berusaha menutupi tubuh Arina.
Arina tertawa keras melihat tingkah Husein tanpa menepis tangan-nya sama sekali.
"Kenapa? Ha? Bukannya kamu udah jadi suami aku? Terus kok kamu kaget cuman karna liat dada-ku doang? " Ucap Arina dengan gelak tawa.
Husein langsung mengangkat kepala-nya menatap Arina yang kini masih tertawa karna melihat tingkahnya.
"Udah ah, kamu mau gini sampe nanti malam? " Ungkap Arina menyadarkan Husein yang tidak bergerak sama sekali dengan kedua tangan yang menutupi tubuh Arina.
"Oh i-iya" Husein canggung dengan tangan yang berusaha mengikat handuk dileher Arina.
"Kamu gimana sih Husein, masak iya aku dipakein handuk kayak gini"
"Iya biar gak lepas, aurat kamu juga gak nampak" Jelas Husein
"Aurat aurat, aurat apanya orang gak bisa gerak kayak gini" Keluh Arina
Husein tertawa garing mendengar Arina mengucap tiga kali kata aurat pada dia yang padahal jadi suami sah-nya. Alhasil, Husein kembali melepaskan ikatan handuk tadi dan mengenakan dengan benar ditubuh Arina dan menyelipkan ujung handuk di tengah-tengah dada Arina dengan sedikit canggung.
"Sudah siap" Kata Husein kembali melihat kearah Arina
"Siap apanya? Aku belum cuci muka" Ketus Arina.
"Oh iya ya" Jawab Husein kala menyadari hal itu kemudian menggendong Arina kedepan cermin besar dengan sabun muka dan sikat gigi yang sudah beraturan rapi diatas cangkir disana.
"Ini buat kamu" Husein memberikan sikat gigi baru yang dia keluarkan dari dalam rak lemari kecil menggantung di samping cermin.
Arina menerima sikat gigi yang diberikan padanya.
"Sini aku tarok odol-nya dulu" Husein perhatian
Arina hanya diam memperhatikan gerak tangan Husein dan mulai mengangkat tangannya.
Akhhh pekik Arina mendapati rasa sakit pada lengannya kala dia mencoba mengangkat lengannya untuk menggosok gigi.
__ADS_1
"Kenapa? Sakit ya sini aku bantuin aja" Ungkap Husein kaget dengan tangan yang kini sudah mengambil alih sikat gigi Arina. Arina diam dan hanya membiarkan Husein melakukan itu semua.
Tangan kanan Husein mulai memasukkan sikat gigi kemulut Arina menggosok-nya pelan dengan tangan kiri yang memegangi pipi Arina. Usai dengan sikat gigi, Husein membantu Arina menyuci muka-nya.
Sudah selesai Husein langsung menggendong Arina keluar kamar mandi dan mendudukkan Arina ditepi ranjang. Husein kemudian membuka handuk dari kepala Arina kemudian mengeringkan rambut Arina menggunakan hairdryer berwarna hitam ditangannya.
Husein tersenyum senang kala melihat Arina yang anteng dan tenang seperti sekarang ini. Arina yang pendiam seperti ini sangat cantik menambah keanggunan pada dirinya.
"Sudah" Ucap Husein setelah selesai dan berdiri kedepan Arina.
"Kamu gak ada bawak baju? " Tanya Husein
"Kamu gak ingat aku diculik? " Tanya Arina kembali
Husein menggaruk belakang kepala-nya yang tidak gatal mendengar ucapan Arina.
"Ya udah aku bantu cariin baju aku buat kamu aja dulu ya" Ungkap Husein kembali ramah
Arina mengangguk pelan tanpa beranjak sama sekali dari posisinya saat ini sembari memandang punggung Husein yang sedang mencari-cari baju yang pas untuk Arina. Sementara Arina yang merasa risih dengan dalaman-nya yang sudah basah kena air tadi segera langsung mengambil gunting dari atas meja dan menggunting-nya susah payah hingga lepas. Segera Arina meletakkan dalaman-nya yang sudah tak karuan kedalam tempat sampah yang tidak jauh dari jangkauan Arina.
"Ketemu" Ujar Husein pada dirinya sendiri sembari membawa satu buah kemeja putih yang menurutnya akan pas ditubuh Arina karna kemeja itu juga kebesaran untuk-nya.
"Iya" Jawab Arina menurut
"Sini aku bantuin" Husein membantu Arina memakaikan-nya kemeja putih di tubuh-nya dan melepas handuk yang tadi dikenakan Arina.
"Ini celananya" Husein memberikan sebuah celana panjang yang longgar pada Arina
"Liat ini" Arina mendengus kesal menunjukkan paha mulusnya yang penuh perban
"Oh iya aku lupa, kamu pake sarung aja kalo gitu" Tambah Husein
"Ah enggak ah" Arina menolak "kamu kira aku ibu-ibu"
"Ya kan biar lebih tertutup Arina" Husein lembut
__ADS_1
"Gak usah, lagian ini kan lagi dikamar, siapa juga yang mau liat" Ketus Arina tanpa melihat wajah Husein
"Ya udah deh" Jawab Husein kembali meletakkan celana kedalam lemari.
"Aku mau duduk disana" Pinta Arina pada Husein menunjuk ke sebuah sofa didalam kamar dekat jendela.
"Kamu mau jemuran? " Tanya Husein kembali basa -basi dan di jawab anggukan oleh Arina
Segera Husein menunduk merangkul Arina kedalam pelukan-nya yang masih duduk di tepi ranjang hendak menggendong-nya.
"Kamu nyaman ya terus-terusan kayak gini? " Ucap Arina sedikit merayu dengan tangan yang mengalung ke leher Husein dan sedikit mengeratkan kepala Husein kedada-nya.
"E-enggak kok" Husein menjawab dengan gugup mendapati perlakuan Arina
"Terus kenapa kamu gugup? " Tanya Arina kembali dengan tangan yang mengelus pelan belakang kepala Husein.
Husein terdiam dengan tatapan yang menunduk didalam rangkulan Arina.
"Jangan menunduk sayang" Ucap Arina kembali dengan sedikit menjambak belakang kepala Husein agar melihat kearah-nya.
"Kamu suka tubuh-ku bukan? " Arina terus melontarkan kata-kata yang erotis pada Husein dan terus merapatkan dada indah-nya tepat ke wajah Husein dan mendekatkan wajahnya ke wajah Husein yang kini sudah memerah.
Arina mendekatkan bibir-nya ke wajah Husein dengan tatapan mata yang sayu. Husein yang mendapati perlakuan seperti itu langsung membuatnya hilang akal tak karuan dan masuk kedalam tatapan mata Arina ingin menyambut kecupan Arina.
"Bantu aku berjalan saja sayang tak perlu menggendong-ku" Ucap Arina didepan wajah Husein dan melepas rangkulan-nya
Husein spontan terkejut mendengar penuturan Arina dengan tangan yang sedikit tak merelakan rangkulan-nya tadi
'Astaga apa yang aku harapkan tadi? ' Husein membatin malu dengan kepala yang menggeleng-geleng
Arina berdiri dengan Husein yang masih terduduk dilantai menatap Arina sekilas, Husein memandang tubuh Arina dari atas kebawah sangat begitu indah seperti gitar Spanyol. Hingga, matanya terhenti kala ujung baju Arina terkesibak menampakkan ************ Arina yang putih bersih tak memakai dalaman sama sekali.
'Astaga' Husein langsung mengalihkan pandangan-nya dari Arina sebelum ketauan.
"Kamu gak niatan bangun ni? " Tegur Arina pada Husein.
__ADS_1
Seketika Husein langsung berdiri dari duduknya dan berdiri tepat menghadap Arina. Segera Arina memegang kedua telapak tangan Husein dan memapah-nya pelan.
'************ sialan' batin Arina kesusahan melangkah karna ************-nya yang terluka parah