Diperistri Dalam 10 Menit

Diperistri Dalam 10 Menit
Bab 7. Diperistri dalam 10 menit


__ADS_3

Arina telah sampai di kota besar Aceh, dia menggunakan jet pribadi agar tidak butuh waktu lama agar sampai ke lokasi. Dari awal naik sampai tiba di tempat, Arina tertidur sepanjang jalan karna lelah dan menahan sakit yang saat ini dia rasakan. Mata Arina terbuka lebar ketika mendengar suara ribut-ribut.


Matanya yang cantik menatap seluruh isi ruangan yang tampak asing baginya. Iya tak ingat apa-apa setelah dirinya dijahit dirumah sakit, iya hanya ingat seorang dokter menyuntikkan obat bius padanya untuk menahan sakit dan tak mengingat apa-apa lagi.


"Saya terima nikahnya Arina Putri Sahara Binti Sopian dengan mahar tersebut dibayar tunai"


Sontak Arina terkejut bukan main seketika mendengar namanya disebutkan oleh suara orang yang tak ia kenal itu.


"Alhamdulilah" Suara orang teriak bersautan dari luar kamar.


Arina tertegun mendengar suara orang yang bersautan dari luar kamar. Kakinya yang masih sakit bersusah payah melangkah ke pintu kamar.  Pintu itu terkunci, jantung Arina berdegup kencang tak karuan kala menyadari bahwa dirinya sudah dijebak.


Ayah ibu yang tiba-tiba menyuruhnya ke Aceh dan sebuah suntikan dari dokter itu yang pastinya adalah bukan obat bius biasa. Menyadari hal itu, Arina tak kuasa manahan tubuhnya, langkahnya yang gontai membuat dirinya terjatuh keatas lantai.


Arina sangat yakin betul pasti sang ayah sudah menikah-kan dirinya tanpa ijin sama sekali. Meski begitu, Arina mencoba berpikir positif bahwa apa yang dia yakini saat ini adalah sebuah dugaan buruk saja.


Pintu kamar terbuka tampak dua orang paruh baya masuk kedalam kamar, Arina langsung terkejut bukan main dengan beribu pertanyaan yang muncul di otaknya. Dua orang itu menghampiri dan membantu Arina yang masih terdiam dengan wajah yang bingung.


"Bunda" Ucap-nya ketika sadar dari lamunan.


"Ayah, aku barusan mendengar aku dinikahkan... Aku salah dengar kan yah?" Ucapnya dengan mata yang menahan air mata memandang kedua manik mata ayah-nya.

__ADS_1


"Bunda... Ayah, jawab aku" Ucap Arina tapi tak kunjung mendapat jawaban.


"Permisi... Ayah sebentar lagi kalian harus pergi, mobil sudah disiapkan" Ucap seseorang masuk kedalam kamar


"John?.... Kenapa kau disini? " Tanya Arina melihat siapa yang datang.


Arina tertawa perih dengan air mata yang sudah tak bisa lagi dia tahan.


"Kau ternyata... Pasti kau yang mempengaruhi ayahku untuk menikah-kan ku bukan? " Ucap Arina sembari menyeret kakinya mendekati John


"Jawab aku... John" Ucap Arina dengan nada tinggi sembari memegang kerah kemeja putihnya


"Benar... Memang aku orangnya... Aku yang meminta ayah untuk segera menikah-kan mu" Jawab John menatap mata yang kini memandang-nya benci


"Arinaaaaa" Teriak ayah-nya menggelegar


"Dia kakak-mu, kenapa kamu bertingkah tidak sopan seperti ini? " Ucap Ayah


"Kakak-ku? Dia hanya hasil anak pung..." Satu tamparan melayang tepat ke wajah Arina dan membuatnya terjatuh bersimpuh kesudut kamar


"Ayah" John menghentikan ayah-nya dan bergegas mendekati Arina

__ADS_1


"Jangan sentuh aku, minggir" Teriak Arina kepada John


"Kau yang sangat paham bagaimana sakitnya hatiku... Lalu kenapa kau tidak bisa membuat diriku tenang dan bahagia? Kenapa kau malah hancurkan aku ha? Apa kau terusik jika melihat-ku bahagia dengan orang lain? " Arina terus memberontak dengan mata yang memandang John


Mendapati Arina yang terus memberontak dan menangis, John membiarkan Arina menumpahkan segala emosi yang telah memenuhi diri Arina padanya.


"Pergi dari sini... Pergi" Teriak Arina menolak tubuh John yang berulang kali berusaha merangkulnya.


"Maafkan aku Arina... Ini yang terbaik untukmu" Ucap John ditelinga Arina tanpa memperdulikan Arina yang memberontak.


"Kau menikahkan-ku dengan siapa ha? Kau kira dia menerima-ku setelah mengetahui siapa aku ha? " Ucap Arina yang masih memberontak dari pelukan John.


"Bahkan ibu dan ayah mertuamu menerimamu karna jati dirimu itu" Ucap John dan melepaskan pelukan itu dan berlalu meninggalkan ruangan.


"Dengar perkataan-ku Arina, jika kau tidak sopan terhadap mertua dan suami-mu aku akan membubarkan organisasi-mu itu dengan segala cara" Ancam ayah Arina dan berlalu meninggalkan-kan Arina.


"Arina anak-ku dengarkanlah sekali ini perintah ayahmu, dia hanya ingin membuatmu menjadi orang yang lebih baik" Ucap Ibu Arina sembari membelai rambut cantiknya.


Matanya memandang lekat-lekat seisi ruangan dengan perasaan pilu. Arina tertunduk dan memeluk kedua lututnya  menumpahkan air mata dan rasa kekecewaan-nya yang begitu dalam. Dia bahkan tak tau siapa yang dinikahkan dengan-nya. Pria seperti apa yang bisa membuat dirinya terjebak kedalam masalah seperti ini. Kenapa pria itu setuju menikahi dirinya. Bahkan, setelah tau seperti apa dirinya. Dia mulai mengingat Alex, bagaimana jika Alex tau dirinya dinikahkan.


Ketika mengingat sang kekasih, Arina langsung berdiri mengitari kamar mencari tas dan handphone miliknya. Arina mencari kesana kemari tapi tak kunjung ketemu. Dia yakin pasti ayah dan ibunya sudah membereskan semua ini secara matang sebelum dia datang. Dia menjadi semakin yakin bahwa rencana ini sudah diatur jauh sebelum hari ini, kaca jendela yang diberi besi yang sangat kuat bak penjara tersusun rapi dari luar kamar. Bahkan, ada penyadap suara di bawah meja belajar disana. Arina diam seketika tak percaya melihat situasi saat ini.

__ADS_1


Arina menghela nafas kesal dan mengibas keras rambutnya yang sudah tak mengenakan jilbab dari awal dia bangun. Dia semakin penasaran dan ingin tau siapa sebenarnya pria yang menikahi dirinya.


__ADS_2