Diperistri Dalam 10 Menit

Diperistri Dalam 10 Menit
Pulang kerumah


__ADS_3

"Pesanan datang" Dua pelayan masuk dengan nampan ditangan mereka berisikan pesanan mereka berdua


Dengan telaten mereka menyusun makanan diatas meja, sampai menyisakan sedikit celah kosong dimeja. Husein yang melihat banyak hidangan di depan-nya menatap Arina.


"Kamu bisa ngabisin ini? " Tanya Husein kembali setelah dua pelayan itu keluar


"Gak tau... Kalo gak habis ya udah" Jawab Arina enteng


"Astaghfirullah Arina... Gak boleh buang-buang makanan, kamu tau kan seberapa banyak orang diluar sana yang gak bisa makan, kamu disini malah buang-buang" Husein cerewet menasehati Arina.


"Ya udah kasih aja makan orang itu semua biar bisa makan" Jawab Arina dengan tangan yang mulai mencampur-kan bumbu jajangmyeon didepan-nya


"Arinaaa"


"Iya iya, aku tau nanti aku bakal habisin ini semua" Jawab Arina kesal menatap Husein.


Husein menggeleng pelan melihat Arina. Satu jam bergelut dengan hidangan mereka masing-masing, Husein terperangah kala melihat Arina yang sanggup menghabiskan seluruh hidangan yang dia pesan tadi.


"Kenapa? Kamu gak percaya aku bisa habisin ini semua kan? " Ketus Arina memandang Husein.


Husein hanya mengangguk pelan tanda setuju atas perkataan Arina meski sedikit terperangah. Waktu sudah menunjukkan pukul 11 Husein langsung bersiap-siap untuk pulang kembali dengan Arina yang masih duduk kekenyangan.


"Makan kekenyangan sampe gak bisa jalan gitu kamu pikir baik dalam Islam?" Husein menggelengkan kepala-nya pelan.


"Dihabisin salah enggak dihabisin juga salah" Jawab Arina.


"Iya lain kali gak usah pesan segitu banyaknya" Jawab Husein


"Iya iya, jadi pulang gak ni? " Tanya Arina menghentikan celotehan Husein.


Husein tidak menjawab dan membantu Arina berdiri dan berjalan keluar cafe menuju parkiran mobil. Husein langsung tancap gas pulang menuju rumah. Sedangkan, Arina kini tertidur pulas karna kekenyangan seiring perjalanan.


Sesampainya didalam komplek Husein bingung melihat umi dan buya bersama kakak-kakaknya duduk di teras padahal sudah jam setengah 12.


"Umi ngapain masih diluar?" Tanya Husein seketika langsung turun dari mobil menghampiri mereka


"Arina mana? " Tanya buya seketika


"Didalam buya" Jawab Husein


"Alhamdulillah" Ucap mereka bersamaan membuat Husein semakin bingung


"Kok dia gak turun?" Tanya umi kembali

__ADS_1


"Arina ketiduran dijalan umi, makanya masih didalam mobil" Jelas Husein


"Umi ngapain sama buya masih diluar?" Husein kembali mengulang pertanyannya


"Buat apa lagi, ya nunggu kamu... Kami takut Arina kabur lagi, kamu sih pulangnya kemalaman gitu" Jelas sang kakak


"Oh itu, enggak kok Umi, Buya. Arina gak ada niat kabur sama sekali" Tutur Husein meyakinkan.


"Ya udah... Bawa Arina kedalam" Suruh Buya dan kemudian menyuruh yang lain juga bubar masuk kedalam rumah


Husein segera kembali lagi keparkiran mobil dan menggendong Arina kedalam rumah. Arina masih tertidur pulas bahkan sampai kedalam kamar.


"Kamu kok berat banget sih" Keluh Husein pada Arina yang masih tertidur pulas dan beranjak kekamar mandi untuk membersihkan diri.


Arina yang berpura-pura tidur langsung mendudukkan dirinya ketepi ranjang.


'Berat apanya kamu aja yang lemah' batin Arina.


Dengan berjalan pelan-pelan Arina mengganti baju-nya menggunakan baju lingeri seksi yang dia pakai tadi. Kini, Arina duduk diatas sofa membuka satu persatu pesanannya tadi siang.


"Arinaa" Panggil Husein kala mendapati Arina tidak ada lagi di kasur mencari keberadaan-nya.


"Ribut banget sih" Ketus Arina mendengar Husein yang memanggil-manggil dirinya.


"Loh kamu kok disitu?" Ujar Husein kala melihat Arina yang duduk disofa entah apa yang sedang dia lakukan.


"Boleh" Ucap Husein dan duduk berhadapan dengan Arina yang dipisahkan meja kaca.


Husein memandangi Arina yang dengan telaten membuka dan melipat baju-nya kembali keatas meja.


"Kamu ngapainĀ  beli banyak baju yang kayak gini?" Tunjuk Husein pada tumpukan baju lingerie seksi dengan berbagai model dan warna diatas meja.


"Buat dibagiin sama ibu kamu" Jawab Arina ketus


"Astaghfirullah kamu kok ngasih beginian sama mama mertua kamu" Husein tak habis pikir


"Ya buat dipake lah, kamu juga bukannya suka liat aku gini? Ya udah, buya pasti juga suka liat umi gini" Jawab Arina sembari berdiri dan mengibaskan ujung baju paha-nya.


Husein menggeleng-geleng kepala-nya melihat tingkah Arina tanpa malu sama sekali menunjukkan tubuh-nya. Dan berlalu membuka lemari meninggalkan Arina.


"Baju-nya disini aja ditarok, disisi sini ada yang kosong" Tunjuk Husein pada Arina agar meletakkan baju-nya kedalam lemari.


Arina mengangguk pelan sembari membawa sedikit demi sedikit baju ditangan-nya. Melihat itu, alhasil Husein membantu Arina membawakan barang-nya dan meletakkan-nya ke lantai agar disusun rapi oleh Arina. Usai dengan itu, Husein segera melepas baju-nya mengganti dengan baju tidur.

__ADS_1


"Kamu ngapain? " Tanya Arina melihat Husein bertelanjang dada tepat dibelakangnya


"Ganti bajuuu" Ucap Husein mengusir isi pikiran Arina.


"Ohh" Jawab Arina pergi meninggalkan Husein dan melangkah keranjang.


Tak berselang lama, Husein juga menyusul masuk kedalam selimut disamping Arina yang sedari tadi menatap-nya lama. Husein tak menghiraukan tatapan aneh dari Arina sama sekali dan memilih untuk tidur karna hari sudah sangat larut.


"Kamu udah ngantuk?" Tanya Arina ketika melihat Husein yang langsung Melelapkan dirinya.


"Hmmm" Jawab Husein tanpa melihat kearah Arina.


"Kok cepat banget sih" Ujar Arina kembali tapi tak diberi respon kembali.


Melihat itu Arina segera mendekatkan diri-nya pada Husein dan menarik Husein agar menghadap kearah-nya.


"Ada apa lagi Arina" Tanya Husein mendapati kelakuan Arina.


"Aku gak bisa tidur, kamu temanin aku dulu ya" Jawab Arina dengan manja-nya memeluk tubuh Husein.


Husein kaget mendapat perlakuan Arina yang seolah-olah sudah dekat begitu lama dengan-nya. Arina seperti sudah diberikan akses untuk menyentuh tubuh Husein dengan leluasa. Husein mulai mengambil kesempatan.


"Aku mau nemenin kamu tapi ada syaratnya"


Arina mengernyitkan dahinya sebelum bertanya " Syarat? "


"Iya... Syarat" Jawab Husein menganggukkan kepalanya


"Apa itu? " Tanya Arina kembali


Husein mulai membalas pelukan Arina dan membawa Arina lebih dekat.


"Mulai sekarang kamu gak boleh panggil aku dengan Husein, karna aku sudah menjadi suami kamu" Jawab Husein menatap mata Arina


"Jadi?! " Tanya Arina kembali


"Tak masalah memanggilku dengan sebutan mas, abg, abi, habibi atau sayang sekalipun asalkan jangan Husein" Jelas Husein.


'****.... Baiklah, tak mengapa' batin Arina sebelum menjawab


"Kamu mau aku manggil apa? " Tanya Arina dengan tangan yang tetap merangkul Husein.


"Aku sih terserah gimana nyamannya kamu" Jawab Husein.

__ADS_1


Arina mengernyitkan dahinya mencari panggilan yang pas "sayang aja" Jawab Arina dan kembali menatap Husein.


"Oke sayang" Jawab Husein juga setuju dan merangkul Arina kedalam pelukan-nya. Husein tak menyangka ternyata menaklukkan Arina tidak sesulit yang dipikirkan-nya.


__ADS_2