Diperistri Dalam 10 Menit

Diperistri Dalam 10 Menit
Bab 22 Kelicikan Arina


__ADS_3

Dengan pelan pelayan itu menutup kembali pintu ruangan tempat Arina berada. Arina sama sekali tidak menoleh kearah nya dengan postur tubuh tegak lurus menatap dinding didepannya.


Pelayan itu mendekat kearah Arina dan memberikan secarik kertas ketangan Arina 'Di sebelah ada mata-mata yang dikirim ayah nona'


Arina menatap pelayan tersebut dengan senyuman yang tajam. Kala, rencana yang dia susun akhirnya berjalan sempurna. Pria transgender didepan-nya saat ini memang bisa dipercaya.


"Sudah berapa lama kamu berkerja disini?" Tanya Arina sembari menulis sesuatu dibalik buku tulis itu.


"Saya sudah berkerja disini selama 2 tahun buk" Ucap-nya sembari menerima kertas yang diberikan Arina


'Bagaimana dengan organisasi? ' tulis Arina.


"Oh begitu" jawab Arina


"Iya buk" Jawabnya mengangguk


'Semua baik-baik saja nona'  tulisnya


Arina menerima kertas itu kemudian menulis kembali dengan cepat.


"Apa kau mengenal-ku?" Tanya Arina sembari menulis


"Maaf buk saya tidak tau, tapi ibu tampak seperti seorang artis dengan tubuh model dan wajah cantik seperti itu. Saya pikir, ibu adalah model ternama" Ungkap-nya panjang lebar


"Kalau betul begitu seharusnya kau tidak memanggil saya dengan sebutan ibu" Ucap Arina sembari memberikan secarik kertas padanya


"Oh iya baik-baik nona" Ucapnya dengan sedikit tertawa dan menerima kertas yang diberikan Arina.


'Cari tau bagaimana ayahku bisa tau tentang organisasi ini. Menjauh dari lingkungan-ku saat ini agar tidak menimbulkan curiga. Selama aku tidak memanggil jangan berkeliaran dan menimbulkan kecurigaan. Selidiki juga John dan jangan sampai dia tau misi ini. Sementara waktu, tidak perlu mencari orang tambahan lagi. Tapi, jika sudah dibedah segera jual hari ini. Cari juga tempat yang bisa dijadikan markas didaerah ini... Aku akan kembali menghubungi kalian jika memerlukan bantuan, sekarang jangan ikuti aku lagi' Tulis Arina.


Pelayan itu mengangguk setelah membaca perintah Arina dari sebuah kertas yang diterima-nya dan langsung memasukkan kertas itu kedalam mulutnya menghilangkan jejak.


Arina memandangnya tanpa berpindah sampai kertas itu habis tertelan oleh-nya dan menyuruhnya pergi dari hadapan-nya dengan tangan yang mengisyaratkan agar dia kembali berdiri.

__ADS_1


"Assalamu'alaikum... Maaf udah buat kalian nunggu lama" Husein kembali dengan sebuah dompet ditangan-nya lalu memberikan kartu atm-nya pada pelayan didepan-nya.


"Waalaikum salam" Ucap mereka berdua menatap Husein.


"Terima kasih nona dan tuan, silahkan menunggu pesanan kalian tidak akan lama datang" Ucap-nya sembari menunduk hormat dan hilang dari balik pintu.


"Aku lama ya? " Tanya Husein sembari melepas masker dan topi yang ia kenakan.


"Enggak kok" Jawab Arina.


"Padahal tadi aku ingat udah bawa dompet ini disini, tapi malah tiba-tiba ilang" Jelas Husein sembari menunjukkan kantong baju didada-nya.


Arina hanya terdiam dengan mata yang memandang dompet Husein yang kini sudah dia letakkan kembali dikantong baju-nya.


Flashback ...


Arina tengah sibuk mencari satu paket yang dia tunggu dari tadi.


"Ketemu" Ungkap-nya kala melihat sebuah bungkusan dengan nama toko sexsi girl ada diantara tumpukan paket dengan pesan opsional 'morommorom kitejaya' sebagai kode organisasi-nya. Arina tersenyum tajam kemudian membuka pelan bungkusan itu.


Arina sungguh sangat pintar, dia tentu tau situasi seperti ini pasti akan terjadi. Disaat dimana dirinya tidak bisa menghubungi anak buah-nya tanpa harus ketahuan.


Ceklek suara pintu kamar dibuka dari luar, mendengar ada yang akan masuk segera Arina berjalan dengan sedikit berlari keatas kasur masuk kedalam selimut membelakangi pintu yang terletak tepat di samping kasur. 


"Arina kamu udah tidur? " Ucap Husein memegang lengan Arina dengan sedikit menggoyangkan-nya


"Hmmm" Arina perlahan membuka matanya bangun.


"Kenapa? " Tanya Arina menatap Husein yang berjongkok di lantai menghadap-nya


"Kamu siap-siap ya, kita keluar abis kamu siap" Ujar Husein lembut pada-nya


Arina yang mendengar kalimat itu terucap kembali langsung berpura-pura kesal dan bergerak membelakangi Husein.

__ADS_1


"Aku gak becanda Arina, ayah kamu juga udah ngijinin"  Tutur Husein.


Mendengar penuturan Husein, Arina segera berbalik memandang Husein tak percaya dengan mata yang membelalak


"Kamu serius? Ayah aku ngijinin aku keluar? " Ulang Arina tak percaya.


"Iya Arina" Husein mengangguk pelan meyakinkan


"Serius? " Ucap Arina tak percaya bangkit dari tidurnya dan duduk dengan mata yang masih menatap Husein.


"Iya Arina aku serius" Ucap Husein tersenyum


Seketika wajah Arina senyum mengambang "Makasihhhh Husein" Arina merangkul Husein kedalam pelukan-nya merasa senang.


'Benar Husein.... Kamu memang sangat bisa diandalkan, teruslah bersikap baik dan polos seperti ini' batin Arina sembari memeluk Husein dan membelai kepala Husein layaknya hewan peliharaan.


"Aku siap-siap dulu ya" Ujar Arina melepas pelukan Husein kala mendapati pria itu membalas pelukan-nya.


Arina menatap keluar jendela mobil melihat pemandangan tempat tinggal Husein, tampak dari sudut mata Arina ada dua mobil yang mengikuti-nya. Mobil yang berada tepat dibelakangnya tak lain pasti anak buah ayah-nya. Mobil paling belakang pasti anak buah Arina yang mencoba mengikuti-nya. Alhasil, Arina akhirnya membuka jendela mengeluarkan tangan-nya dan menari-narikan tangan-nya lentik dari luar jendela sebagai kode dengan gerakan tangan yang diketahui oleh organisasi mereka.


Dengan pesan


'Ada mata-mata yang mengikuti-ku, kita harus berpisah agar tidak meninggalkan kecurigaan. Hanya tinggal 2 meter saja dari sini, pergilah terlebih dahulu'  perintah Arina melalui kode tarian tangan setelah melihat GPS yang ada dimobil.


Seketika anak buah Arina berpindah jalur dan mendahului Arina.


Tidak perlu lama setelah melewati jalanan dua meter lama-nya. Akhirnya mereka sampai ke tempat tujuan.


Sebuah cafe yang bernuansa Korea dengan menu makanan khas Korea. Seperti yang Arina inginkan tadi siang. Husein segera turun dari dalam mobil dan melangkah membuka-kan pintu mobil untuk Arina dan membantu-nya berjalan dengan merangkul Arina.


Segera, tangan Arina mengambil dompet Husein dengan cepat dari kantong Husein dan melemparkan-nya kebawah tempat kursi mobil lalu berlalu berjakan dengan Husein yang merangkul kedua lengan-nya menuju cafe.


....

__ADS_1


Seketika Arina menunjukkan smirk-nya kala melihat dompet yang diletakkan Husein dikantong baju-nya itu, Arina tak menyangka rencana ini begitu mulus selesai tanpa hambatan sama sekali.


'Benar... Aku hanya perlu lembut dan sopan untuk mempengaruhi orang tua-nya dan berpura-pura menyukai-nya. Sungguh lelaki yang sangat naif. Baiklah... Memang tak ada bedanya pria mesum dengan pria agamis ini, hanya dengan memberikan tubuh-ku, dia dapat ditaklukan begitu saja. Bahkan, aku bisa keluar sekarang ini. Aku hanya perlu memberikan tubuh-ku beberapa kali lagi sebelum keluar dari kandang itu karna dia adalah kunci-ku" Batin Arina sembari tersenyum manis pada Husein yang juga memandang-nya.


__ADS_2