Ditinggalkan Di Malam Pertama

Ditinggalkan Di Malam Pertama
Dia Suamiku!


__ADS_3

Regita pulang ke rumah orang tuanya karena Ryan dan Rani kini kembali tinggal di Indonesia setelah pernikahan Brata dan Regina digelar.


Sementara Roy dan Putri menetap di Paris, dan mengembangkan perusahaan yang ada di negara tersebut.


Regita membuka pintu utama seraya mengumpati suaminya dengan wajah yang dipenuhi dengan kekesalan.


"Kamu kenapa Git?" tanya Ryan yang melihat putrinya yang cemberut. Sementara Rani hanya menatap putrinya tanpa berniat ingin menegur sang putri.


"Nggak apa-apa Dad, Mom. Regita hanya ingin istirahat saja!" jawab Regita yang menghentikan langkahnya sejenak, lalu melanjutkan langkahnya kembali menuju kamarnya.


Baik Ryan maupun Rani saling menatap putrinya aneh, meskipun mereka dapat menebak apa yang membuat putrinya kesal.


Tidak lama kemudian Regan juga tiba di rumah tersebut hingga membuat Ryan maupun Rani saling tatap dengan wajah tanpa arti. 


"Dad, Mom. Apakah istriku sudah ada di rumah ini?" tanya Regan dengan nafas yang tersengal-sengal.


"Kalian main petak umpet?" tanya Adit yang muncul dari dari atas seraya menuruni anak tangga satu persatu.


Kakak kandung Regita tersebut menatap adik iparnya yang sedang mengatur nafasnya yang belum teratur.


"Gita mana, Kak?" tanya Regan sambil menatap langkah Adit yang mendekat dengan membawa sebuah berkas di tangannya.


"Gita ada di kamarnya!" jawab Adit sambil menatap adik iparnya dengan alis yang terangkat sebelah.

__ADS_1


"Terima kasih, Kak!" ucap Regan seraya menepuk pundak Adit, lalu ia lari kembali menuju kamar sang istri. 


Sementara Ryan dan Rani hanya menatap menantunya seraya menggeleng-gelengkan kepala.


"Mau kemana kamu, Dit?" tanya Ryan menatap putranya dengan alis yang mengerut. 


Adit menoleh pada Ryan yang duduk bersebelahan dengan sang Mama. "Adit ingin ke kantor, memangnya kenapa Dad?" tanya Adit dengan kening yang mengkerut.


"Aku ikut kamu saja!" ucap Ryan menatap putranya yang juga menatap dirinya dengan Rani. 


"Adit buru-buru, Dad! Lagi pula Adit bawa motor. Memangnya Daddy mau dibonceng sama Adit?" tanya pria itu seraya menatap sang Daddy dengan wajah penuh tanya.


"Alesan kamu, yaudah sana pergi! Aku minta anter sama supir saja nanti!" ucap Pria paruh baya itu sambil menatap putranya penuh kekesalan.


__________


"Gita … buka pintunya!" teriak Regan dengan tangan yang mengedor-ngedor pintu kamar sang istri. 


"Tidak, aku tidak mau melihat wajahmu yang mengesalkan!" teriak Regita dari dalam kamar.


"Gita … ! Kalau kamu tidak mau membuka pintunya, maka aku akan mendobrak pintu ini!" ucap Regan dengan wajah kesalnya.


"1 2 … " Regan mulai menghitung, namun pergerakannya terhenti saat pintu kamar Regita terbuka.

__ADS_1


"Apa?" Regita membuka pintu kamar saat Regan bersiap untuk mendobrak pintu kamar tersebut.


Setelah Pria itu mengurungkan niatnya, ia mendorong tubuh Regita hingga wanita itu masuk ke dalam kamarnya kembali, dan Arnold pun langsung menutup pintu kamar setelah ia berhasil membuat Regita dan dirinya terjebak dalam satu kamar.


"Kamu mau apa?" tanya Regita dengan wajah takut saat melihat wajah datar Regan.


Regan pun bungkam tanpa suara, pria itu langsung mengangkat tubuh Regita dan menggendongnya ala bridal style menuju tempat tidur. Sementara wanita itu memberontak karena pikirannya pun sudah berkelana.


Regan pun membaringkan tubuh Regita perlahan, lalu ia menarik paksa gaun yang digunakan sang istri hingga membuat Regita semakin ketakutan. 


"Berteriak pun percuma, dia suamiku jadi tidak akan mungkin ada yang bisa menolongku kali ini!"


Regita membatin, sementara wajahnya pucat pasi karena takut di apa-apain oleh suaminya sendiri. 


Wanita itu memilih diam saat Regan mengelus perutnya, dan menciumnya lamat-lamat. 


"Aku hanya ingin dekat dengannya!" ucap Regan seraya tidur di pangkuan wanita itu dan menenggelamkan wajahnya pada perut Regita yang mulai membuncit. 


Regita pun bernafas lega, namun jantungnya berdegup tak karuan saat melihat kasih sayang sang suami pada anak yang dikandungnya.


Tanpa sadar Regita menarik kedua sudut bibirnya, lalu membelai rambut sang suami lembut.


❤️❤️❤️❤️❤️

__ADS_1


TBC


__ADS_2