Ditinggalkan Di Malam Pertama

Ditinggalkan Di Malam Pertama
Aku mencintaimu


__ADS_3

Setelah beberapa hari dari perdebatan antara Regan dan Regita, pasangan suami istri itu saling bungkam tanpa suara, jika biasanya Regan perhatian dan rutin membuatkan susu untuk sang istri, setelah perdebatan itu, Regan memilih untuk berangkat kerja sebelum Regita membuka mata dan pulang larut malam saat Regita sudah terlelap dalam tidurnya.


Regan tidak lagi tinggal di rumah sang mertua, ia mengajak Regita untuk tinggal bersamanya di rumah yang ia beli dari hasil jerih payah sendiri.


Pria itu salah satu pengusaha muda sukses yang mempunyai cabang perusahaan di beberapa negara, termasuk di Singapura.


Regan menahan Regita di Indonesia dengan sebuah ancaman bahwa pria itu akan merebut anaknya dan tidak akan mengizinkan wanita itu untuk bertemu dengan sang buah hati setelah wanita itu sudah melahirkan, hingga ancaman tersebut berhasil membuat Regita tetap tinggal di Indonesia.


Regan yang masih kesal dengan sang istri, ia ingin berangkat pagi-pagi lagi, namun pada saat itu, Regita bangun lebih dulu dan menyiapkan baju kerja suaminya tersebut.


Regita tetap diam dan tidak menyapa suaminya meskipun ia tahu bahwa pria itu sudah bangun. Ia ingin melangkah menuju dapur untuk menyiapkan sarapan. Namun, ucapan Regan menghentikan langkah wanita tersebut.


"Kamu tidak perlu repot-repot menyiapkan kebutuhanku, aku bisa sendiri!" ucap Regan dengan datar.


Deg


Regita terkejut mendengar ucapan suaminya, "Berikan aku kesempatan satu kali lagi untuk memperbaiki semuanya!" ucap Regita seraya menoleh sedikit pada Regan. Lalu, wanita itu kembali melanjutkan langkahnya dan keluar dari kamar tersebut.


Sementara Regan menundukkan kepalanya setelah bayangan Regita menghilang dari balik pintu.


"Aku tidak tahu harus apa sekarang, Git! Aku akan menemui Arnold dan minta maaf atas apa yang kulakukan padanya! Mungkin kamu tidak bisa mencintaiku karena kelakuanku yang licik selam ini!"


"Seharusnya aku berusaha mendapatkan cintamu dengan cara yang benar bukan dengan cara yang salah seperti 2 bulan lalu,"


"Aku akan mengatakan yang sejujurnya agar aku bisa bernafas dengan lega!" ucap Arnold seraya menghembuskan nafasnya kasar.


Sementara Regita memotong sayuran di dapur dengan wajah melamun, wanita itu merasa sedih dengan perubahan sikap Regan, sejak Regan bersikap datar dan jarang bertatap muka dengan wanita itu, ia merasakan rindu yang teramat dalam. Meskipun belum lama, tapi ia seperti kehilangan sesuatu dari hidupnya.


Regan sebenarnya selalu memperhatikan wanita itu dari layar CCTV, seperti pada saat itu, ia mengambil laptopnya untuk memantau keadaan sang istri dan membuat ia tidak tega saat melihat Regita tidak pernah keluar rumah seperti sebelumnya, ia juga merasa terlalu menekan wanita itu hingga membuat Regita lebih banyak melamun sejak wanita itu ditahan olehnya.


Regan yang terus menatap Regita dari layar CCTV terkejut saat melihat Regita terus memotong-motong bawang tanpa sadar bahwa wanita itu mengiris jari telunjuknya. Regan yang menyaksikan itu, ia langsung membuang laptopnya dan lari ke arah dapur.


"Apa yang kamu pikirkan, hah?" sentak Regan yang melihat darah mengalir di jari-jari Regita. Sementara Regita hanya diam dan melihat jari telunjuknya yang mengelupas karena kecerobohannya sendirian.

__ADS_1


"Regan … !" Tanpa sadar Regita tersenyum saat melihat perhatian suaminya.


Regan Mengambil kotak P3K untuk mengobati luka Regita dan mengambil plester untuk mengobati luka di jari tangan wanita tersebut.


"Dasar bodoh! Sudah duduk sana! Biar aku yang masak!" Titah Regan seraya mendudukkan Regita pada kursi yang ada di dapur tersebut.


Lalu pria itu meneruskan masakan sang istri dengan wajah yang fokus pada masakan tanpa menoleh pada istrinya tersebut.


Sementara Regita tersenyum tipis, wanita itu memperhatikan Regan yang sibuk menggantikan dirinya membuatkan sarapan.


Setelah beberapa menit kemudian, Regan sudah selesai dengan kegiatannya, pria itu menyajikan makanan untuk sang istri juga dirinya hingga keduanya sarapan terlebih dahulu sebelum mandi.


Pasangan suami istri itu makan dalam keheningan dan fokus dengan makanan masing-masing.


Setelah selesai sarapan, Regita hendak membereskan sisa-sisa makanan di meja makan tersebut, namun Regan mencegahnya, Pria itu berdiri di samping Regita seraya memegang tangan Regita yang ingin mengambil piring-piring yang kotor.


"Biar Pelayan saja yang membereskan!" ucap Regan tersenyum tipis hingga membuat Regita lega karena melihat senyuman Regan kembali, wanita itu juga tersenyum kaku karena sejak Regan mengabaikannya, ia sangat merasa kesepian.


"Di sini ada banyak pelayan, kamu tidak perlu repot-repot untuk cuci piring dan sebagainya, kamu cukup jaga anakku dengan baik!" ucap Regan seraya memegang perut Regita yang membuncit.


"Ya sudah, kita ke kamar saja!" ajak Regan seraya merangkul pundak sang istri.


Regita pun pasrah, ia tidak melawan seperti biasanya, ia sadar tanpa pria itu ia merasa hidupnya tidak lengkap.


____________


Sesampainya di kamar, mereka bergantian membersihkan diri, lalu duduk di sofa dengan bersebelan, setelah keduanya selesai mengganti pakaian.


"Maafin aku! Aku ingin mengakui dosa-dosaku pada mantan kekasihmu, agar aku bisa bernafas dengan lega!" ucap Regan.


"Maksudnya?" tanya Regita seraya mengerutkan kening.


Regan memejamkan matanya sambil menahan nafas untuk mengatakan yang sejujurnya pada sang istri karena ia sangat tahu betul, bahwa jika Regita tahu ia yakin bahwa kemungkinan Regita tidak akan memaafkan pria itu untuk selamanya.

__ADS_1


"Kenapa?" tanya Regita seraya mengerutkan kening saat melihat tingkah Regan yang menurutnya aneh.


"Memangnya apa yang kau lakukan pada Arnold?" tanya Wanita itu bingung.


"Aku ... aku menjebaknya."


"Menjebak?"


"Iya, aku menjebak Arnold dengan membayar seseorang untuk menaruh sesuatu di minuman mantan kekasihmu juga asisten pribadinya, namun usahaku untuk membuat mereka menikah malah gagal, karena asisten pribadi Arnold tidak menuntut apapun dari Arnold hingga ia menyembunyikan kejadian di malam itu.


"Apa?"


Regita terkejut mendengar ucapan suaminya tersebut. "Tapi apa alasanmu melakukan hal itu, hah? Aku pikir kamu itu baik, tapi ternyata kamu lebih parah dari yang kupikirkan!" Regita beranjak dari sofa dan hendak melangkah untuk keluar dari kamar tersebut.


"Kamu mau kemana?" tanya Regan seraya mencekal pergelangan tangan wanita itu.


"Aku ingin menemui Arnold dan membeberkan semuanya!" ucap Regita dengan wajah merah padam.


"Tidak perlu! Aku akan mengakuinya sendiri, selain itu aku juga akan memberikan rekaman CCTV di hotel itu agar dia tahu bahwa yang ia tiduri bukan kamu, tapi asisten pribadinya," ucap Regan.


"Apa maksudmu?" tanya Regita yang bingung dengan ucapan sang suami.


"Regan mengira bahwa ia tidur denganmu, dia tidak pernah tahu bahwa ia meniduri asisten pribadinya!" ucap Regan seraya menatap Regita intens.


"Aku tidak pernah menyangka kau bisa se kejam itu pada orang lain, dan aku tidak mengerti mengapa kau melakukan kejahatan seperti itu pada Arnold, padahal dia tidak pernah mengusikmu!" ucap Regita yang dipenuhi dengan kekecewaan.


"Aku mencintaimu, Git! Aku mencintaimu! Itulah alasanku mengapa aku melakukan kejahatan yang sekejam itu pada orang lain!" sentak Regan dengan wajah berapi-api.


Jedduarrr ....


...🌺🌺🌺🌺🌺...


...TBC...

__ADS_1


__ADS_2