Ditinggalkan Di Malam Pertama

Ditinggalkan Di Malam Pertama
Kasih sayang seorang Kakak pada adiknya


__ADS_3

Arumi membereskan barang-barangnya dan ia pun menyeret koper dan pergi meninggalkan rumah pemberian dari kantor Arnold. 


Wanita itu menitipkan kunci rumah tersebut pada Scurity rumah pria itu, karena mereka tinggal bersebelahan, jadi Arumi tidak butuh waktu lama untuk pergi ke rumah pria tersebut.


Arumi pun pergi meninggalkan kota Jakarta dan pergi jauh dari pria yang dicintainya, ia menaiki kereta dan pergi ke daerah terpencil yang tidak terlalu banyak penghuninya.


____________


Sementara Arnold melamun dengan pikiran yang entah kemana? Pria itu melempar berkas-berkas yang ada di meja kerjanya. 


"Kenapa pikiranku tertuju pada Arumi? Aku harus sadar, aku harus sadar! Arumi ingin menikah, aku tidak boleh egois dan hanya memikirkan diriku sendiri. Ini tidak mungkin cinta, aku hanya terbiasa bersamanya hingga rasanya aku sangat sedih saat dia pergi!" 


Pria itu beranjak, lalu berdiri di dekat jendela kantornya seraya menatap jalan Raya yang ramai dengan alat transportasi yang berlalu lalang.


"Tidak, aku harus menyusul Arumi, dan mengantarnya paling tidak ke bandara." 


Arnold langsung lari untuk menemui Arumi di tempat tinggalnya, pria itu mengendarai mobilnya sendiri dan melajukan mobilnya dengan kecepatan tinggi.


Setelah sampai di tempat tinggal wanita itu ia memarkirkan mobilnya di depan pintu gerbang, ia langsung membuka gerbang tersebut dan melangkah menuju pintu utama. Pria itu terkejut begitu melihat pintu rumah yang ditempati Arumi sudah terkunci.


"Sial! Pasti Arumi sudah pergi!" ucap Arnold seraya kembali masuk ke mobilnya dan pria itu memasuki gerbang rumahnya untuk menanyakan Arumi pada Scurity.


"Apakah Arumi mengirim pesan untukku?" tanya Arnold pada Scurity tersebut.


"Tidak, Tuan. Nona Arumi hanya menyerahkan kunci rumah sebelah!" jawab scurity.


"Apakah dia mengatakan bahwa dia mau menaiki alat transportasi apa?" tanya Arnold seraya menatap security itu intens.


"Tidak, Tuan! Nona Arumi tadi menggunakan taksi online, dan ia tidak mengatakan apapun." 


"Baiklah, Terima kasih!" ucap Arnold datar.


Lalu, ia pun melangkah melewati Scurity tersebut menuju pintu utama rumah mewah itu.


Arnold pun akhirnya pasrah, lalu pria itu memanggil pelayan untuk menyiapkan kamar untuk sang adik yang akan segera tiba di Indonesia.


________


Keesokan harinya.


Arnold bangun dengan wajah tertekuk, ia melangkah dengan semangat yang entah hilang kemana? 


"Hah … Aku harus semangat demi adikku!" gumam Arnold. 


Pria itu membersihkan diri, lalu ia langsung ke Bandara untuk menjemput adiknya. 

__ADS_1


"Sepertinya aku kesiangan?" Pria itu melajukan mobilnya dengan kecepatan tinggi dan akhirnya ia bernafas dengan lega saat melihat sang adik dengan sahabatnya melangkah menuju mobilnya. 


Ia membiarkan Rainy mengobrol dengan sahabatnya, dan pembicaraan Awan dan Rainy membuat pria itu mengembangkan senyumnya, ia hanya mendengarkan tanpa berniat ingin mengganggu sahabat dan adiknya tersebut.


"Aku akan berusaha untuk melupakannya, Kak! Aku percayakan hidupku padamu, aku yakin Kak Awan lebih tahu apa yang terbaik untukku!" ucap Rainy tersenyum.


"Jika aku memintamu menikah bulan depan, apakah kamu mau?" tanya Awan bercanda. 


"Minggu depan pun aku mau!" ucap Rainy yakin. 


Deg 


Awan pun mengehentikan langkahnya karena terkejut mendengar jawaban orang yang dicintainya. 


"Kenapa, Kak?" tanya Rainy seraya menoleh karena pria itu tiba-tiba berdiri mematung. 


"Apakah kau serius?" tanya Awan tidak percaya. 


"Aku tidak pernah bercanda saat berbicara pada Kak Awan!" jawab Rainy dengan kesedihan yang tertutup oleh senyuman. 


"Kalau begitu kita nikah Minggu depan saja!" ajak Awan. 


"Kita bicarakan sama Kakakku di rumah. Ayo!" Rainy menarik pergelangan tangan pria itu menuju mobil yang menjemputnya.


Sky menarik pergelangan tangan Rainy tanpa kata, namun sebelum langkah Sky dan Rainy menjauh, tiba-tiba tangan Rainy ditarik oleh Arnold.


Sky pun menoleh saat langkah Rainy terhenti. "Arnold …!" ucap Sky.


"Lepaskan adikku!" Arnold menatap Sky tajam. 


Arnold hendak melayangkan bogem mentahnya, namun Rainy menghalanginya dengan berdiri di depan Sky untuk menghalangi sang Kakak.


"Tidak, Kak! Kakak tidak perlu melakukan kekerasan, kita pulang saja!" ucap Rainy tersenyum pada sang kakak hingga membuat Arnold luluh dengan senyuman adiknya tersebut.


"Ayo!" Arnold menarik pergelangan tangan Rainy, lalu membukakan pintu mobil untuk sang adik. 


Rainy dan Arnold duduk di kursi depan, sementara Awan duduk di belakang mendengarkan pembicaraan kakak dan adik yang saling melepaskan rindu tersebut.


Mobil Arnold pun melaju dengan kecepatan sedang dan pria itu pun mengantar Awan terlebih dahulu.


Setelah itu Arnold menggandeng sang adik untuk menuju pintu kamarnya begitu mereka tiba di rumah mewah pria tersebut.


Maafin, Kakak!" ucap Arnold setelah mereka berdiri di depan pintu kamar sang adik.


Rainy tersenyum mendengar ucapan sang Kakak. "Kenapa Kakak mesti minta maaf, aku bersyukur mempunyai kakak seperti Kakak? Jika saja aku sendiri, mungkin hidupku akan terus berada dalam keterpurukan." Rainy tersenyum seraya menatap kakaknya intens.

__ADS_1


Arnold mendekat, lalu memegang kepala sang adik. "Lupakan Sky, dan mulailah hidup barumu! Aku percaya kau bisa melupakannya," ucap Arnold dengan senyuman lembut.


"Terima kasih, Kak!" Rainy menghambur memeluk tubuh kakaknya tersebut.


"Aku akan berusaha untuk melupakan Mas Sky, Kak! Dan aku akan menikah seminggu lagi dengan Kak Awan jika Kakak merestui!" ucap Wanita itu dalam pelukan sang kakak.


Deg


Pria itu terkejut mendengar ucapan sang adik, karena ia tidak pernah tahu bahwa sahabatnya tersebut menyukai Rainy~ adiknya. Yang ia dengar di bandara ia pikir hanyalah candaan, bukan keseriusan seperti yang Rainy katakan.


"Kalian sudah saling mencintai?" tanya Arnold seraya melonggarkan pelukan gadis itu.


Rainy tersenyum saat mendengar pertanyaan dari sang kakak. Lalu, menggeleng dengan wajah yang tertunduk.


Arnold pun menarik pergelangan tangan sang adik, lalu mengajak wanita itu duduk di sofa kamar wanita itu.


"Katakan apa yang terjadi? Jika kamu tidak mencintai Awan kenapa kau mau menikah dengannya?" tanya Arnold dengan wajah bingung.


Rainy pun menatap wajah tampan sang kakak dengan wajah sendunya. "Aku tidak tahu bagaimana caranya untuk melupakan Mas Sky, Kak! Mungkin dengan menikah dengan Kak Awan, aku bisa melupakan segalanya!" Rainy pun meluruhkan air mata, hingga membuat Arnold memeluknya kembali.


"Maafin aku yang selalu menyusahkan Kakak!" ucap Rainy dengan tangisan yang terisak-isak.


"Jika itu demi kebaikanmu, maka aku akan merestuinya!" ucap Arnold tersenyum.


Seketika Rainy meregangkan pelukan pria itu sambil menatapnya dengan mata yang membola dan senyum yang mengembang. "Benarkah?" tanya wanita itu antusias.


Arnold menganggukkan kepalanya pelan dengan senyum tipisnya hingga membuat Rainy memeluk Arnold kembali dengan penuh kasih sayang.


"Terima kasih, Kak!" ucap Rainy.


"Kamu tidak perlu berterima kasih, apapun akan kulakukan demi kamu, Sayang!" ucap Arnold  sambil membelai rambut wanita itu.


...🌺🌺🌺🌺🌺...


...TBC...


Assalamualaikum Readersku Sayang 🥰


Maaf kisah Rainy aku selipkan sedikit, karena Rainy bagian dari hidup Arnold 🙈


Jangan lupa jejaknya, like komen dan vote Seikhlasnya ❤️


Jika ada yang penasaran dengan kisah Rainy


Bisa mampir ke karya sebelah

__ADS_1


__ADS_2