
Satu Minggu kemudian
"Juna, kamu sudah siap Nak?" tanya Arumi tersenyum seraya membelai kepala putranya tersebut.
"Iya, Ma! Juna sudah siap?" jawab Arjuna penuh keceriaan.
"Yes, sebentar lagi aku pasti akan bertemu Papa! Aku yakin Tuhan akan menunjukkan jalan untukku, agar aku bisa bertemu Papa!" batin Juna tersenyum-senyum sendiri.
"Sayang ... kenapa melamun?" tanya Arumi seraya menatap putranya yang tersenyum-senyum sendiri.
"Sayang ... !"
"Iya Ma! Ada apa?" Panggilan Arumi membuyarkan lamunan anak kecil itu.
"Juna memikirkan apa? Kalau Arjuna tidak ingin ikut, nanti Mama akan pulang lebih cepat! Arjuna nanti sama Onti Nina dan Nek Salma aja di sini!" ucap Arumi tersenyum.
"Tidak, Ma! Tidak. Aku ingin ikut ke Jakarta." Arjuna menatap Arumi dengan penuh keyakinan. Arumi pun tersenyum melihat semangat sang Anak.
"Aku tahu, Nak! Kamu pasti berharap akan bertemu Papamu di sana. Maafin mama yang tidak bisa mengabulkan keinginanmu!" batin Arumi seraya menahan tangis.
"Ma, kapan kita berangkat?" tanya Arjuna seraya menatap sang mama dengan semangat penuh.
"Kita tunggu Om Adit dulu, Sayang!" jawab Arumi seraya membelai kepala Arjuna lembut. Wanita itu berdiri di teras rumahnya dengan Arjuna yang berdiri di samping wanita itu.
"Baik Ma!" Arjuna tersenyum menatap Arumi yang juga menatapnya lembut.
Tidak lama kemudian, mobil Adit terparkir sempurna di depan rumah wanita itu. Lalu, ia membukakan pintu mobil untuk Arumi juga Arjuna.
__ADS_1
"Mama biar sama Aku di kursi belakang Om, aku ingin tidur di pangkuan mama!" ucap Arjuna memasang wajah polos.
Adit melirik Arumi, lalu wanita itu pun tersenyum seraya menganggukkan kepalanya.
"Baiklah, kalau itu keinginan Juna," jawab Adit tersenyum seraya mengusap kepala anak kecil itu.
Arjuna pun menarik lengan Arumi dan masuk ke dalam mobil, sementara Adit membawa koper wanita itu dan memasukkan koper tersebut ke bagasi.
Setelah itu Adit pun menyalakan mesin mobilnya dan meninggalkan pekarangan rumah wanita itu.
Tanpa Adit dan Arumi sadari, Nina menatap ketiganya dari kejauhan dengan perasaan yang campur aduk.
"Aku harus ikhlas, lagi pula aku tidak sebanding dengannya! Di sini aku cuma numpang, meskipun Kak Arumi menganggapku sebagai adik, tapi tetap saja ini bukan rumahku!" ucap Nina berkaca-kaca karena rasa cemburu yang menguasai dirinya.
______________
"Belum. Sulit untuk mendapatkan informasi tentangnya, karena dia meninggalkan Jakarta sudah 6 Tahun lalu."
"Kakak berusaha lagi, masak Kakak bisa menemukanku dengan begitu mudah, sedangkan untuk mendapatkan informasi Kak Arumi begitu sulit!"
Arnold menatap Arumi yang duduk di seberang meja kerjanya. Wanita itu mengantarkan bekal makan siang untuk sang Kakak, karena ia mencemaskan saudaranya itu yang sering lupa makan sejak kepergian Arumi.
"Kamu beda Rain, aku bisa menemukanmu karena kamu memiliki rumah, meskipun Mama dan Om Bastian sudah meninggal, tapi kamu tetap besar di rumah itu, sedangkan Arumi, aku bingung harus mencarinya ke mana? Dia tidak punya tujuan dan parahnya dia tidak punya keluarga, lalu harus dimana aku mencarinya?"
"Kakak kan tinggal nyuruh orang untuk melacak keberadaan Kak Arumi!" ucap Rainy seraya menatap sang Kakak lekat.
"Tidak semudah itu, Rain! Iya kalau di kota kita bisa melihat CCTV jalan, tapi sepertinya dia ke pelosok terpencil hingga aku tidak bisa melacak keberadaannya. Apalagi dia sudah lama pergi!" jawab Arnold frustasi.
__ADS_1
Rainy pun mengehela nafas mendengar ucapan sang Kakak hingga akhirnya ia pun pasrah pada sang Kakak.
"Ya sudah, jika Kakak memang sudah benar-benar tidak bisa menemukan Kak Arum, aku mohon ... lupakan dia dan carilah kebahagiaan Kakak! Aku tidak ingin melihat Kakak terus menerus terpuruk seperti ini!" ucap Rainy tersenyum lembut.
Arnold pun tersenyum kaku. "Aku akan bahagia, kamu jangan lagi khawatir pada Kakak! Kakak baik-baik saja!" ucap Arnold seraya menatap sang Adik dengan penuh kasih.
"Kakak bisa membuatku bahagia selama ini, aku harap Kakak bisa membahagiakan diri kakak sendiri!" ucap Rainy lembut.
"Pasti!" Arnold tersenyum seraya menatap sang adik yang sangat disayanginya.
...❤️❤️❤️❤️❤️...
...TBC ...
Assalamualaikum Readersku Sayang 🥰
Maaf ya, jadwal updatenya nggak nentu, karena Othor terlanjur jalan-jalan ke sebelah ...
Jika berkenan, mampir yuk ke tempat Othor di Pak Ijo dengan judul Karya
Dicampakkan Setelah Akad
Jangan lupa dukungannya untuk karya ini, siapa tahu nanti ada keajaiban, meskipun kemungkinannya kecil tapi harapan tidak boleh sirna.
Siapa tahu Karya ini bisa bangkit dari ketenggelaman 😂
Kalau bisa bangkit, Insya Allah nanti balik sepenuhnya ke sini jika di sebelah udah kelar 😂
__ADS_1
Love you All ❤️